Sunday, May 17, 2009

Pimpinan Tuhan


PIMPINAN TUHAN


“Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir. Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: "Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini." Demikianlah mereka berangkat dari Sukot dan berkemah di Etam, di tepi padang gurun. TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu. (Keluaran 13:17-22)


Mengapa kadang Tuhan menuntun hidup kita dengan cara dan ke arah yang sulit kita mengerti? Tentu karena Dia lebih tahu apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan kita, sehingga apapun bentuk tuntunan-Nya pasti terbaik.

Umat Israel juga mengalami hal yang sama. Tuhan tidak langsung memimpin mereka melalui tanah Filistin yaitu jalan tercepat untuk sampai ke tanah perjanjian. Sebaliknya Ia memimpin mereka berputar melalui jalan yang penuh rintangan berupa padang gurun yang harus dilintasi dan Laut Teberau yang harus diseberangi. Tuhan memiliki pertimbangan sendiri. Dia tidak ingin mereka menyesal dan kembali ke Mesir karena harus menghadapi pencobaan yang tidak dapat mereka tanggung (peperangan dengan orang Filistin, yang kuat dan suka berperang dengan senjata lengkap). Tuhan tahu mereka adalah mantan budak yang belum siap dan terlatih untuk berperang , karena dalam Keluaran 12:21 Alkitab katakan “mereka hanya membawa tongkat” saja.

Walaupun perjalanan mereka agak berputar, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Tuhan hadir melalui tiang awan pada siang hari supaya mereka tidak kepanasan dan tiang api pada malam hari supaya mereka tidak kedinginan (di padang gurun perubahan suhu pada siang dan malam hari biasanya sangat tajam). Yang indah disini adalah mereka merespons penyertaan Tuhan ini dengan mempercayai bahwa Tuhan sedang menggenapkan janji-Nya pada nenek moyang mereka, Yusuf. Oleh karena itu mereka membawa serta tulang belulang Yusuf untuk dimakamkam ulang di tanah perjanjian kelak (Bdk Kej 50:25).

Banyak hal yang mungkin terjadi dalam perjalanan hidup kita, yang tentunya ada dalam izin dan rencana Tuhan. Apakah itu ujian dan pencobaan untuk memurnikan iman kita.Namun jangan gentar apalagi ragu. Roh-Nya yang kudus yang tinggal diam di dalam hati kita, akan menyertai kita. Tuhan Yesus menjadi sahabat sejati yang mendampingi kita.Walaupun Kristus sudah dimuliakan oleh kematian dan kebangkitan-Nya, Dia dekat dengan kita. Bapa sorgawi menaungi dan memberkati kita.


Soli Deo Gloria

No comments:

Post a Comment

We Love Israel

We  Love Israel

Informasi Lowongan Kerja