Friday, November 13, 2009

Sukacita Yang Dikerjakan Oleh Roh Kudus


SUKACITA YANG DIKERJAKAN OLEH ROHKUDUS


“Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu. Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang “ ( 1 Tesalonika 1:2-10 )


Sebuah iklan berbunyi : “ Anda kehilangan sukacita ? Teleponlah kami. Kami akan membuat anda bersukacita “. Banyak orang meneleponnya. Memang dalam satu dua hari si penelepon bergembira. Bebannya lepas. Tetapi hari-hari berikutnya ia berpikir : “Jika saya terus berbuat ini, maka biaya telepon membengkak, dan….saya akan bermasalah lagi ? Akhirnya si penelepon kehilangan sukacita. Hatinya semakin resah dan pikirannya kacau. Tidak ada yang dapat memberikan kepadanya sukacita gratis. Mengapa ? Di dunia ini semuanya tidak ada yang gratis, harus dibayar penuh, termasuk sukacita dan kegembiraan. Apalagi, jika kita sedang mengalami masalah. Bagaimana mungkin ada sukacita dalam hati bermasalah ?

Mungkin saja ! Jika tiap orang mau percaya, bahwa Allah adalah Sumber Sukacita, lalu ia menyerahkan seluruh beban hidupnya kepada Allah, sambil mengerjakan pekerjaannya, Allah pasti menganugerahkan kekuatan Roh Kudus, sehingga ia dapat menanggungnya ( Bdk Pil 4:13 ).

Saudaraku, iklan sukacita itu diumumkan malaikat kepada Gembala di Efrata di malam gelap. Sampai saat ini iklan tersebut masih menggema dan barang yang didagangkanpun laku keras. Injil adalah “ KABAR SUKACITA” yang dianugerahkan Allah melalui kedatangan Yesus Kristus. Rasul Paulus menyatakan 2 hal mengenai Injil :


  1. Injil adalah “ kabar baik ( kabar sukacita)” tentang kemuliaan dan rahmat Allah yang inti isi beritanya adalah “ pertobatan,pengampunan dosa dan hidup yang kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus”.Allah telah menyerahkan Yesus karena pelanggaran kita, dan membangkitkan Dia karena pembenaran kita ( Roma 4:25).Dengan demikian Tuhan telah mengalahkan kuasa dosa dan maut, dan membukakkan kita jalan menuju kehidupan baru (Roma 8:1-4). Karena itu, kita memperoleh pengampunan dosa ( Kol 1:13), kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah ( Roma 5:1), dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah ( Roma 5:2)


  1. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan ( Roma 1:16). Injil mengandung kekuatan Ilahi. Sebab Injil adalah Firman Allah. Kalau yang berbicara ialah Allah Yang Maha Kuasa, Firman-Nya mempunyai kekuatan. Dengan kata lain Yesus Kristus itu Kekuatan Dan Kuasa Allah yang menyelamatkan siapapun yang percaya kepada-Nya. Firman itu berkumandang lalu terciptalah apa yang sebelumnya tidak ada ( Kej 1:3). Firman yang keluar dari mulut Tuhan Allah tidak akan kembali kepada-Nya dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya ( Yer 23:29, Yes 55:11, Bdk Roma 4:21). Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya ( Yes 40:8). Sebab Tuhan sendiri yang menjamin pelaksanaannya.

Sekarang ini Injil itu masih tetap diiklankan dalam rumusan baru : “Jika anda berada di dalam permasalahan dan kehilangan sukacita, percayalah akan Yesus Kristus dan biarlah Roh-Nya memimpin hidupmu“. Kesukacitaan Kristen itu tidak terletak pada kepandaian manusia mengatasi persoalan, tetapi lebih tergantung pada keberanian untuk percaya kepada Allah serta mengikhlaskan diri kedalam kepemimpinan Roh-Nya.


Soli Deo Gloria

Sunday, October 18, 2009

Melewati Lembah Kekelaman ( Kesaksian Akhir Hidup Bapakku, Drs. Ikuten Ginting )




MELEWATI LEMBAH KEKELAMAN

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” ( Mazmur 23:4 )

Daud adalah seorang gembala. Dalam Mazmur ini Daud menempatkan dirinya dalam tempat domba. Dia melihat dirinya sebagai seekor domba di bawah naungan Gembala Agung. Dia memasuki lembah itu tanpa takut karena alasan yang di luar kemampuan : “ Gembala itu terus bersama dia. Dia mempercayakan dirinya di bawah asuhan dan perlindungan Gembala itu. Domba itu menemukan kenyamanan dalam senjata Gembala itu yaitu gada dan tongkat. Gembala di zaman dulu dipersenjatai. Dia akan mempergunakan lekukan di bagian atas tongkatnya untuk menyelamatkan seekor domba yang jatuh ke lubang. Dia akan mempergunakan lekukan di bagian atas tongkatnya untuk menyelamatkan seekor domba yang jatuh ke lubang. Dia akan mempergunakan gadanya terhadap binatang buas yang berusaha menerkam dombanya. Tanpa gembala, domba-domba itu tidak berdaya dalam lembah kekelaman. Tetapi, sepanjang gembala itu hadir maka domba itu tidak takut tentang apapun.
Jika seekor beruang atau singa menyerang gembala itu dan menewaskannya, maka domba-domba itu akan berpencar. Mereka akan rapuh terhadap cengkraman taring-taring singa. Jika gembala itu jatuh, semua domba itu bisa musnah.
Tetapi, kita memiliki Gembala yang tidak akan jatuh. Kita memiliki Gembala yang tidak akan tewas. Dia bukan gembala yang akan meninggalkan ternaknya pada saat adanya kesulitan. Gembala kita dipersenjatai dengan tenaga yang Mahakuat. Dia tidak terancam oleh lembah kekelaman. Dia yang menciptakan lembah itu. Dia pula yang menyelamatkan lembah itu.

Keyakinan Daud berakar dalam kepastian mutlak tentang kehadiran Allah. Dia mengerti bahwa dengan suatu panggilan Ilahi maka datanglah bantuan Ilahi dan janji yang mutlak tentang kehadiran Ilahi. Allah tidak akan mengirimkan kita ke suatu tempat ke mana Dia sendiri tidak ingin pergi.
Kehadiran Allah merupakan suatu tempat perlindungan kita dan kekuatan kita dalam saat-saat kesulitan. Janji-Nya bukan hanya bersama kita di lembah kekelaman. Bahkan yang lebih penting adalah janji-Nya akan apa yang terdapat di balik lembah itu. Lembah kekelaman kematian itu bukan sebuah jurang buntu. Lembah itu tidak berujung. Lembah itu merupakan suatu jalan terusan menuju sebuah negeri yang lebih baik. Lembah itu adalah lembah kehidupan, kehidupan yang jauh lebih berlimpah dari apapun yang bisa kita bayangkan. Tujuan pekerjaan kita adalah sorga. Tapi, tidak ada jalan ke sorga tanpa melalui lembah itu ( lembah kematian ).

Daud juga memahami itu. Walau dia hidup sebelum Kristus, sebelum Kebangkitan, sebelum Wahyu kemuliaan Perjanjian Baru, kenyataannya Allah tidak diam dalam masalah itu. Di sana sudah ada harapan akan jadi anggota keluarga Abraham. Daud mengakui imannya dengan mengatakan :
“ Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! ( Mazmur 27:13 )
Allah Abraham, Ishak, dan Yakub adalah Allah orang-orang yang hidup. Allah Daud yaitu Allah Israel adalah Allah orang-orang yang hidup. Allah yang kita sembah dan kita kenal di dalam Yesus adalah Allah Tritunggal yaitu Allah orang-orang hidup.Ada kehidupan di balik lembah kematian.

                                   Foto Bapak dan Ibuku ( Drs.Ikuten Ginting dan Syeniria br Tarigan)

Bapak saya mengikuti perlombaan iman karena Allah memanggilnya untuk mengikuti perlombaan itu. Dia menyelesaikan perlombaannya karena Allah bersama dia melewati setiap rintangan. Dia mengakhiri hidupnya dengan memelihara iman. Bapak saya menderita sakit selama 13 tahun. Selama hidupnya sebagai seorang pengajar di Universitas pada Fakultas Sastra Inggris, ada tawaran agar dia meninggalkan iman percayanya kepada Kristus dan beralih ke Islam dengan imbalan mendapat jabatan yang tinggi di Universitas Islam. Tetapi dia menolak semua itu dan sampai akhir hidupnya imannya tetap kepada Tuhan Yesus. Setelah beberapa hari bapak saya meninggal dan dikuburkan, Allah memberi vision (penglihatan) dalam mimpi kepada adik saya yang paling kecil dan dia menceritakan mimpi (penglihatan) itu kepada saya, bagaimana para malaikat Tuhan menjaga dan melindungi bapak kami serta membawanya ke sorga. Dalam penglihatan yang nyata itu ada banyak malaikat-malaikat yang besar berjubah putih bersinar yang sayapnya berkepak-kepak mengelilingi bapak saya. Dan bapak saya dalam penglihatan mimpi itu sudah sehat, wajahnya bersinar, penuh kemuliaan, sukacita dan memakai jubah putih dan dikawal dan dikelilingi malaikat.
Ini merupakan warisan yang penuh kekuatan, warisan yang diberikan Kristus yang bangkit pada kita domba-domba-Nya.

Soli Deo Gloria

Saturday, September 19, 2009

Kasih Karunia Allah Dan Karunia-Nya Lebih Besar Dari Pelanggaran Adam Oleh Karena Yesus Kristus


KASIH KARUNIA ALLAH DAN KARUNIA-NYA LEBIH BESAR DARI PELANGGARAN ADAM OLEH KARENA YESUS KRISTUS


“Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus” ( Roma 5 :15-17 )


Dalam suratnya kepada jemaat Roma, Rasul Paulus terlebih dahulu menonjolkan perbedaan antara Adam dan Kristus, karena ia ingin mencegah salah paham mengenai kesamaan yang memang ada. Persamaannya : Bahwa dua-duanya menjadi pelopor seluruh umat manusia, sehingga perbuatannya membawa akibat yang jauh bagi semua orang ( Kesamaan itu diungkapkan pada Roma 15:8 ). Perbedaannya : Bahwa Adam tidak menjadi gambaran Kristus dengan cara yang sama seperti Musa dan Raja Daud.

Kalimat pertama dalam Roma 5:15 menyatakan adanya perbedaan antara Adam dan Kristus, yaitu antara perbuatan masing-masing dan dengan demikian antara akibat perbuatan itu. Perbuatan Adam ialah pelanggaran, dosa pertama dalam Firdaus, yang telah mencelakakan seluruh keturunannya ( Bdk. Roma 5:12-14). Sebaliknya, perbuatan Kristus ( yang memperlihatkan rahmat Allah) ialah penganugerahan karunia.

Sesungguhnya, perbandingan ini tidak berjalan sesuai dengan logika manusia. Sebab, menurut penalaran yang wajar, lawan “pelanggaran” ialah “ketaatan”. Tetapi kalau di sini “ karunia” menggantikan “ ketaatan” yang menjadi lawan “pelanggaran”, yang mana hal itu memang bermakna. Sebab dalam berbuat pelanggaran, manusia memang aktif ( pelaku pelanggaran ). Tetapi karunia Allah tidak dapat dikerjakan atau dihasilkan oleh manusia. Manusia hanya dapat menerima dan mempercayainya.

Lalu dalam teologianya kepada jemaat di Roma Rasul Paulus membuka kalimat dengan kata “sebab” yang menjelaskan lebih lanjut perbedaan antara “ pelanggaran Adam” dan “penganugerahan karunia” oleh Kristus ( Bdk. Roma 5:15 ). Dalam Roma 5:15 ini perbedaan tersebut dipandang dari sudut efektivitas atau keampuhan perbuatan masing-masing. Jauh lebih besar keampuhan perbuatan Kristus. Kita mungkin dapat bertanya : “ Dimanakah letaknya “ yang lebih besar “ itu ? Jawab : Letaknya bukanlah dalam luasnya dampak perbuatan itu. Sebab, perbuatan Adam dan perbuatan Kristus membawa akibat yang sama – sama meliputi seluruh umat manusia. Kelebihan perbuatan Kristus dinyatakan oleh kata kerja “ berlimpah”. Dalam bahasa aslinya yaitu bahasa Yunani, Eperisseusen = “berlimpah” , memakai bentuk aoristus, sehingga menujukkan peristiwa masa lampau. Mengingat tambahan “ oleh anugerah Yesus Kristus” kita harus menghubungkan “berlimpah” itu dengan peristiwa-peristiwa yang telah memuncak dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Kematian dan kebangkitan itulah yang mencetuskan kasih karunia yang begitu besar. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI ) menjadikan “ Allah” sebagai subyek eperisseusen (berlimpah), sehingga terjemahannya menjadi “dilimpahkan-Nya “. Sebaliknya, dalam bahasa Yunani “karunia” yang menjadi subyeknya. Karunia itulah yang berlimpah, bagaikan sungai yang menghanyutkan dosa dan maut.

Rahmat Allah di dalam Kristus jauh lebih kuat daripada dosa dan maut, sehingga mengatasi seluruh perlawanan. Rahmat itu bagaikan sungai besar, yaitu sungai kehidupan, yang mengalir ke seluruh umat manusia untuk membersihkannya dari akibat-akibat dosa. ( Bdk Roma 5:12 ) Dosa dan maut seakan-akan dihanyutkan oleh sungai itu. Sebab bukan ketaatan ( perbuatan amal) manusia yang taat yang “lebih besar” ( lebih besar dampaknya) daripada pelanggaran Adam, melainkan kasih karunia Allah..

Dalam Roma 5:15, Rasul Paulus telah berbicara tentang kelimpahan karunia. Dan dalam Roma 5:16, ia menyebutkan pembenaran sebagai karunia Allah yang berlimpah-limpah itu. Dalam Roma 5:17 kedua perkataan kunci dari Roma 5:15 dan Roma 5:16 kembali dipakai Paulus, yaitu kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran ( artinya sama dengan pembenaran ). Maka dalam Roma 5:16, Rasul Paulus menarik kesimpulan yaitu menggambarkan kemuliaan yang akan diwarisi mereka yang telah menerima karunia dan anugerah kebenaran yang berlimpah-limpah itu.

Merenungkan hal itu, membuat kita menyadari begitu besar makna pengorbanan Kristus di atas kayu salib bagi status manusia di hadapan Allah. Maka seharusnyalah kita, yang telah menerima anugerah kebenaran dan kelimpahan kasih karunia Allah oleh Yesus Kristus, hidup dengan menikmati seluruh kekayaan berkat itu. Jangan pernah mau undur dari iman yang telah Anda nyatakan, karena Tuhan pasti akan menguatkan. Ingatlah bahwa kemenangan iman kita akan dinyatakan kelak dan kita akan menikmati kemuliaan sebagai anak-anak Allah.


Soli Deo Gloria



LAGU PUJIAN

GB 89 : No.1 Dan No. 2


TUHAN YESUS SAHABATKU


1 Tuhan Yesus sahabatku, tercinta dan erat.

Melebihi segalanya bagiku.

Bunga Bakung paling indah yang tumbuh di lembah.

Mengampuni, menyucikan diriku.

Penghibur dalam duka, Penolong yang teguh.

Kepada-Nya kuserahkan kuatirku.

Bunga Bakung paling indah yang tumbuh di lembah.

Melebihi segalanya bagiku.


2. Ia takkan membiarkan dan meninggalkanku.

Aku hidup oleh iman kepada-Nya.

Ia tembok yang berapi di sekelilingku.

Roti Hidup yang membuatku kenyang.

Kelak di kemuliaan ku pandang wajah-Nya.

Dan berkat sorgawi melimpahiku.

Bunga Bakung paling indah yang tumbuh di lembah.

Melebihi segalanya bagiku.


Thursday, August 20, 2009

Akhir Dari Kekayaan Tetapi Tanpa Tuhan




AKHIR DARI KEKAYAAN TETAPI TANPA TUHAN

“Datanglah firman TUHAN kepadaku: "Hai engkau anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai Tirus, dan katakanlah kepada Tirus, yang terletak di pintu masuk lautan, dan yang berdagang dengan bangsa-bangsa di banyak daerah pesisir: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai Tirus, engkau berkata: aku kapal yang maha indah. Wilayahmu di tengah lautan; ahli bangunmu membuat keindahanmu sempurna.
Seluruh badanmu mereka buat dari kayu sanobar Senir, mereka mengambil aras Libanon membuat bagimu tiang layar. Pohon tarbantin dari Basan dipakai untuk dayungmu; geladakmu mereka buat dari tulang gading ditatahkan di cemara dari pantai Kitim. Layarmu diperbuat dari lenan halus yang berwarna-warni dari tanah Mesir; itulah tandamu. Dan tendamu diperbuat dari kain ungu tua dan kain ungu muda dari pantai Elisa. Orang Sidon dan Arwad menjadi pendayungmu; tukang-tukangmu, hai Tirus, berada padamu, mereka menjadi pelaut-pelautmu. Tua-tua Gebal dengan ahli-ahlinya berada padamu hendak memperbaiki kerusakan-kerusakanmu. Segala kapal laut beserta anak kapalnya berlabuh padamu hendak menukarkan barang dagangannya. Orang Persia, Lud dan Put, yang menjadi prajuritmu ada dalam ketenteraanmu. Perisai dan ketopong digantungkan padamu; mereka menambah semarakmu. Orang Arwad dan tentaranya memanjat di atas tembok-tembokmu sekeliling dan orang Gamad di atas menara-menaramu; mereka menggantungkan perisai-perisainya pada tembok-tembokmu sekeliling, mereka membuat keindahanmu sempurna. Tarsis berdagang dengan engkau dalam segala macam harta yang banyak; mereka menukarkan perak, besi, timah putih dan timah hitam ganti barang-barangmu. Yawan, Tubal dan Mesekh berdagang dengan engkau; mereka menukarkan budak-budak, barang-barang tembaga ganti barang-barang daganganmu. Dari Bet-Togarma mereka menukarkan kuda kereta, kuda tunggang dan bagal ganti barang-barangmu. Orang Rodos berdagang dengan engkau, banyak daerah pesisir menjadi daerah pasaranmu; mereka membawa kepadamu tulang gading dan kayu arang sebagai upeti. Edom berdagang dengan engkau karena banyaknya hasil-hasilmu; mereka menukarkan permata batu darah, kain ungu muda, pakaian berwarna-warna, kain lenan halus, karang dan batu delima ganti barang-barangmu.Yuda dan tanah Israel berdagang dengan engkau; mereka menukarkan gandum dari Minit, mur, madu, minyak dan balsam ganti barang-barang daganganmu.Damsyik berdagang dengan engkau karena banyaknya hasil-hasilmu, karena segala macam barangmu yang banyak. Anggur dari Helbon, bulu domba dari Sakhar, dan anggur ditukarkan mereka ganti barang-barangmu; besi yang sudah dikerjakan dari Uzal, kayu teja dan tebu ada di antara barang-barang daganganmu.Dedan berdagang dengan engkau dalam kulit pelana untuk menunggang kuda.Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau.Pedagang Syeba dan Raema berdagang dengan engkau; mereka menukarkan yang terbaik dari segala rempah-rempah dan segala batu permata yang mahal-mahal dan emas ganti barang-barangmu.Haran, Kane, Eden, Asyur dan Kilmad berdagang dengan engkau.Mereka berdagang di pasar-pasarmu dalam jubah-jubah yang maha indah, kain ungu tua, pakaian yang berwarna-warni, permadani yang beraneka warna dan tali berpilin yang teguh.Kapal-kapal Tarsis membawa barang-barang dagangan ini bagimu. Penuh dengan muatan berat engkau di tengah lautan” ( Yehezkiel 27:1-25 )

Apakah salah jikalau kita menjadi kaya? Apakah Tuhan membenci orang kaya? Di Alkitab banyak dicatat orang kaya yang disayang Tuhan dan yang mengasihi Tuhan. Misalnya Abraham, perempuan Sunem ( 2 Raj 4:8 ), Raja Daud, Raja Salomo, dan Ayub.
Tirus juga kaya, bahkan kaya raya. Suatu kota pelabuhan perdagangan yang kaya raya, makmur dan dihormati bangsa-bangsa sekitarnya. Renungan kita memaparkan relasi perdagangan antara Tirus dengan kota-kota lain. Memang kekayaan Tirus sangat terkenal dan dikagumi. Kapal-kapal Tirus terkenal dengan keindahan, kemegahan, dan kekuatannya karena terbuat dari bahan kayu pilihan milik mereka sendiri ( Yeh 27:5-7 ). Bahkan bangsa-bangsa lain termasuk Israel mengimpor kayu-kayu Tirus ke negri mereka untuk membangun rumah-rumah dan istana termasuk rumah ibadah mereka yaitu bait Allah ( 2 Raja 5 ). Namun sungguh tragis dan mengerikan akhir dari kehidupan kota itu. Tirus harus tenggelam ke dalam laut ( Yeh 27:27,34), hingga lenyap selamanya ( Yeh 27:36). Inilah akibat dari satu kota yang kaya, tetapi tidak mengenal Tuhan. Tidak mengenal Tuhan itulah kuncinya. Tidak mengenal Tuhan mengakibatkan seseorang menganggap bahwa segala sesuatu berpusat pada diri sendiri. Kekayaan yang diperoleh tidak dilihat sebagai anugerah Tuhan, tetapi semata-mata hasil usaha sendiri. Maka lahirlah kesombongan. Itulah yang terjadi pada Tirus. Ia sombong karena merasa kekayaannya adalah miliknya dan segala-galanya baginya. Dia tidak tahu bahwa TUHAN-lah yang empunya langit dan bumi dunia dan segala isinya dan semua yang ada di dalamnya ( Bdk. Mazmur 24). Kekayaan Tirus menjadi berhala baginya.
Rasul Paulus menulis surat penggembalaannya kepada Timotius anak rohaninya untuk disampaikan kepada jemaat. Dia berkata : “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati” ( 1 Timotius 6:17 ).
Tuhan tidak menghalangi orang memiliki banyak harta. Tuhan juga tidak melarang anak-anak-Nya untuk bekerja keras dan kemudian menjadi kaya-raya. Tuhan hanya mau mengingatkan kita bahwa kekayaan itu adalah berkat dan anugerah-Nya semata (common grace), dan Dialah sumber kekayaan itu, sumber berkat materi dan kasih karunia yang tak habis-habisnya. Sehingga Tuhan tidak ingin bila kekayaan membuat orang lupa akan pemeliharaan-Nya. Saat kekayaan menjadi segala-galanya, ia menjadi berhala. Kehancuran Tirus menjadi pelajaran berarti bagi kita. Mengingatkan dan mengarahkan agar kita tidak menjadi angkuh dan lupa daratan karena segala sesuatu yang kita miliki. Muliakanlah Tuhan dengan apa yang ada pada kita.
Akhir dari renungan ini marilah kita membaca dan merenungkan ayat firman TUHAN di bawah ini :

  • “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu..” ( Amsal 3:9 )

Soli Deo Gloria.

Thursday, August 6, 2009

Kasih Setia Tuhan Tidak Pernah Berubah



KASIH SETIA TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH

“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN.Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau. Hai yang tertindas, yang dilanggar angin badai, yang tidak dihiburkan! Sesungguhnya, Aku akan meletakkan alasmu dari batu hitam dan dasar-dasarmu dari batu nilam.Aku akan membuat kemuncak-kemuncak tembokmu dari batu delima, pintu-pintu gerbangmu dari batu manikam merah dan segenap tembok perbatasanmu dari batu permata.Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka; engkau akan ditegakkan di atas kebenaran. Engkau akan jauh dari pemerasan, sebab engkau tidak usah lagi takut, dan engkau akan jauh dari kekejutan, sebab ia tidak akan mendekat kepadamu.Apabila orang menyerbu, itu bukanlah dari pada-Ku; siapa pun yang menyerbu engkau, ia akan rebah melawan engkau.Sesungguhnya, Akulah yang menciptakan tukang besi yang menghembus api dan menghasilkan senjata menurut kecakapannya, tetapi Akulah juga yang menciptakan pemusnah untuk merusakkannya.Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN”. ( Yesaya 54:1-17).

Relasi seperti apakah yang sering dipakai Alkitab untuk menggambarkan hubungan Allah dengan umat-Nya ? Relasi suami - istri. Allah digambarkan sebagai suami yang setia bagi Israel, istri yang tidak setia. Dalam gereja kristen Perjanjian Baru, hubungan ini juga digambarkan/dilambangkan antara Kristus dan jemaat-Nya seperti seorang suami dengan istrinya ( Bdk Efesus 5:22-33). Ketidaksetiaan Israel tidak membatalkan perjanjian kasih Allah kepada umat-Nya ( Yes :54: 7-10 , Roma 11:1-36 ).



Di dalam Perjanjian Lama, Tuhan Allah menyatakan cinta tanpa syaratnya kepada bangsa Israel. Di dalam bahasa Ibrani, cinta tanpa syarat ini disebut “hesed” yang artinya : “Keramahan yang penuh dengan kasih sayang dan cinta”.Artinya : “pemberian yang diberikan bukan karena kepantasan pihak penerima, dan komitmen yang tidak dapat ditarik kembali”. Didalam Perjanjian Lama, cinta TUHAN tanpa syarat ini diwujudkan dalam berbagai karakter-Nya yang tidak saja terpuji, tetapi juga teruji.

  • “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.” ( Hosea 2 : 18-19 )

Pada nats Firman Tuhan dalam Yesaya 54 ini dibuka dengan seruan janji keselamatan : “Janganlah takut” ( Yes 54:4). Israel tidak akan mendapat malu lagi tentang keaiban masa lalu mereka.Ada dua periode sejarah Israel yang diungkapkan disini.
  • Pertama : Saat Israel di Mesir sebagai budak, digambarkan sebagai masa “keremajaan”. Tuhan sudah membebaskan Israel dari perbudakan itu dengan menjadikannya istri yang sah, yang diikat oleh Perjanjian Sinai ( Bdk kel 19:4-6).
  • Kedua : Pembuangan ke Babel, sebagai masa “menjanda”. Tuhan menolak Israel yang berzina rohani dengan dewa-dewi kafir. Namun sekali lagi Tuhan bertindak oleh kesetiaan-Nya pada perjanjian Sinai tersebut ( Yes 54:8 ).

Sebagai suami untuk umat-Nya, Allah bertindak menebus istrinya ( Yes 54:7). Pemulihan itu berarti umat Israel memperoleh kembali hak dan kewajibannya sebagai umat Allah ( Yes 54:1-3). Mereka akan kembali ke Tanah Perjanjian dan berkembang kembali menjadi bangsa yang besar. Mereka akan bangga menyatakan diri sebagai umat Allah sebab Sang Penebus adalah Allah yang berkuasa atas bangsa-bangsa. Israel akan dibangun dari kebenaran Allah. Perjanjian damai ini memang diikrarkan dengan Israel, tetapi melalui umat ini (umat Israel, keturunan Abraham, Ishak dan Yakub) juga terbuka berkat keselamatan kepada bangsa-bangsa kafir (diluar umat Israel) melalui penebusan Kristus yaitu umat manusia seluruhnya di dunia ini, sebagaimana janji TUHAN Yahweh kepada Abraham :” Oleh keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat….”( Kej 22:18 ).

Seperti pada masa Nuh, Tuhan sudah bersumpah tidak akan ada lagi air bah. Seperti kesetiaan Tuhan tidak berubah atas umat-Nya di masa lalu, demikian pula di masa sekarang ( Yes 54:10). Kita memiliki Kristus Yesus yang sudah menerima cawan murka Allah atas dosa, kejahatan, kesesatan, pembrontakan, kefasikan dan kesalahan kita dan telah membayarnya lunas oleh kematian-Nya di atas kayu salib ( Bdk. Yes 53, 1 Kor 6 : 20, 1 Pet 1:18-19 ). Kita yang percaya kepada Kristus akan menerima belas kasih dan ampunan serta dihisapkan kembali menjadi milik kekasih hati Allah. Mari kita jalani hidup ini sebagai umat yang yang telah ditebus oleh darah-Nya , menghormati dan melayani Dia yaitu Tuhan Yesus Kristus Juruselamat dan kekasih jiwa kita dengan sepenuh hati.

Soli Deo Gloria




Lagu Pujian

THINK ABOUT HIS LOVE

Ingat Kasih-Nya

Ingat Kebaikan-Nya

Dan anug’rah-Nya

S’lamatkanku

S’bab kasih-Nya setinggi langit

Kasih setia Allah pada kita

Besar kasih Allah pada kita

Reff    :  Ku takkan lupa kasih-Nya

              Ku takkan lupa anugrah-Nya

              Dia sembuhkan, Dia pulihkan

              Dia s’lamatkan hidupku

              Besar kasih Allah pada kita



                                                                            
PKJ 138 - Setiamu, Tuhanku, Tiada Bertara

1.      SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara,
di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.
Reff:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.

2.  Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setiaMu tak bercela.

Reff:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.

3.  Ampunan dosaku, damai abadi,
kehadiranMu dan bimbinganMu,
kini kekuatan dan besok harapan:
Hujan berkat Kau beri padaku.
Reff:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.



We Love Israel

We  Love Israel

Informasi Lowongan Kerja