Thursday, August 6, 2009

Kasih Setia Tuhan Tidak Pernah Berubah



KASIH SETIA TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH

“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN.Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau. Hai yang tertindas, yang dilanggar angin badai, yang tidak dihiburkan! Sesungguhnya, Aku akan meletakkan alasmu dari batu hitam dan dasar-dasarmu dari batu nilam.Aku akan membuat kemuncak-kemuncak tembokmu dari batu delima, pintu-pintu gerbangmu dari batu manikam merah dan segenap tembok perbatasanmu dari batu permata.Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka; engkau akan ditegakkan di atas kebenaran. Engkau akan jauh dari pemerasan, sebab engkau tidak usah lagi takut, dan engkau akan jauh dari kekejutan, sebab ia tidak akan mendekat kepadamu.Apabila orang menyerbu, itu bukanlah dari pada-Ku; siapa pun yang menyerbu engkau, ia akan rebah melawan engkau.Sesungguhnya, Akulah yang menciptakan tukang besi yang menghembus api dan menghasilkan senjata menurut kecakapannya, tetapi Akulah juga yang menciptakan pemusnah untuk merusakkannya.Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN”. ( Yesaya 54:1-17).

Relasi seperti apakah yang sering dipakai Alkitab untuk menggambarkan hubungan Allah dengan umat-Nya ? Relasi suami - istri. Allah digambarkan sebagai suami yang setia bagi Israel, istri yang tidak setia. Dalam gereja kristen Perjanjian Baru, hubungan ini juga digambarkan/dilambangkan antara Kristus dan jemaat-Nya seperti seorang suami dengan istrinya ( Bdk Efesus 5:22-33). Ketidaksetiaan Israel tidak membatalkan perjanjian kasih Allah kepada umat-Nya ( Yes :54: 7-10 , Roma 11:1-36 ).



Di dalam Perjanjian Lama, Tuhan Allah menyatakan cinta tanpa syaratnya kepada bangsa Israel. Di dalam bahasa Ibrani, cinta tanpa syarat ini disebut “hesed” yang artinya : “Keramahan yang penuh dengan kasih sayang dan cinta”.Artinya : “pemberian yang diberikan bukan karena kepantasan pihak penerima, dan komitmen yang tidak dapat ditarik kembali”. Didalam Perjanjian Lama, cinta TUHAN tanpa syarat ini diwujudkan dalam berbagai karakter-Nya yang tidak saja terpuji, tetapi juga teruji.

  • “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.” ( Hosea 2 : 18-19 )

Pada nats Firman Tuhan dalam Yesaya 54 ini dibuka dengan seruan janji keselamatan : “Janganlah takut” ( Yes 54:4). Israel tidak akan mendapat malu lagi tentang keaiban masa lalu mereka.Ada dua periode sejarah Israel yang diungkapkan disini.
  • Pertama : Saat Israel di Mesir sebagai budak, digambarkan sebagai masa “keremajaan”. Tuhan sudah membebaskan Israel dari perbudakan itu dengan menjadikannya istri yang sah, yang diikat oleh Perjanjian Sinai ( Bdk kel 19:4-6).
  • Kedua : Pembuangan ke Babel, sebagai masa “menjanda”. Tuhan menolak Israel yang berzina rohani dengan dewa-dewi kafir. Namun sekali lagi Tuhan bertindak oleh kesetiaan-Nya pada perjanjian Sinai tersebut ( Yes 54:8 ).

Sebagai suami untuk umat-Nya, Allah bertindak menebus istrinya ( Yes 54:7). Pemulihan itu berarti umat Israel memperoleh kembali hak dan kewajibannya sebagai umat Allah ( Yes 54:1-3). Mereka akan kembali ke Tanah Perjanjian dan berkembang kembali menjadi bangsa yang besar. Mereka akan bangga menyatakan diri sebagai umat Allah sebab Sang Penebus adalah Allah yang berkuasa atas bangsa-bangsa. Israel akan dibangun dari kebenaran Allah. Perjanjian damai ini memang diikrarkan dengan Israel, tetapi melalui umat ini (umat Israel, keturunan Abraham, Ishak dan Yakub) juga terbuka berkat keselamatan kepada bangsa-bangsa kafir (diluar umat Israel) melalui penebusan Kristus yaitu umat manusia seluruhnya di dunia ini, sebagaimana janji TUHAN Yahweh kepada Abraham :” Oleh keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat….”( Kej 22:18 ).

Seperti pada masa Nuh, Tuhan sudah bersumpah tidak akan ada lagi air bah. Seperti kesetiaan Tuhan tidak berubah atas umat-Nya di masa lalu, demikian pula di masa sekarang ( Yes 54:10). Kita memiliki Kristus Yesus yang sudah menerima cawan murka Allah atas dosa, kejahatan, kesesatan, pembrontakan, kefasikan dan kesalahan kita dan telah membayarnya lunas oleh kematian-Nya di atas kayu salib ( Bdk. Yes 53, 1 Kor 6 : 20, 1 Pet 1:18-19 ). Kita yang percaya kepada Kristus akan menerima belas kasih dan ampunan serta dihisapkan kembali menjadi milik kekasih hati Allah. Mari kita jalani hidup ini sebagai umat yang yang telah ditebus oleh darah-Nya , menghormati dan melayani Dia yaitu Tuhan Yesus Kristus Juruselamat dan kekasih jiwa kita dengan sepenuh hati.

Soli Deo Gloria




Lagu Pujian

THINK ABOUT HIS LOVE

Ingat Kasih-Nya

Ingat Kebaikan-Nya

Dan anug’rah-Nya

S’lamatkanku

S’bab kasih-Nya setinggi langit

Kasih setia Allah pada kita

Besar kasih Allah pada kita

Reff    :  Ku takkan lupa kasih-Nya

              Ku takkan lupa anugrah-Nya

              Dia sembuhkan, Dia pulihkan

              Dia s’lamatkan hidupku

              Besar kasih Allah pada kita



                                                                            
PKJ 138 - Setiamu, Tuhanku, Tiada Bertara

1.      SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara,
di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.
Reff:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.

2.  Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setiaMu tak bercela.

Reff:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.

3.  Ampunan dosaku, damai abadi,
kehadiranMu dan bimbinganMu,
kini kekuatan dan besok harapan:
Hujan berkat Kau beri padaku.
Reff:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.



No comments:

Post a Comment

We Love Israel

We  Love Israel

Informasi Lowongan Kerja