Wednesday, April 22, 2009

Belajar Dari Hikmat "Bunga Bakung"


"BELAJAR DARI HIKMAT “BUNGA BAKUNG"
“Kata Yesus kepada murid-murid-Nya : Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu”. ( Matius 6:28-32)

Sebenarnya ketidakpastian ada pada setiap aspek hidup manusia. Karena sesungguhnya di dunia ini tidak ada hal yang pasti. Segala sesuatu dapat berubah dan sedang berubah. Kepastian hanya ada pada diri Allah dan Firman-Nya. Tuhan Yesus berkata : “ Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Mat 24:35)

Karena katidakpastian inilah manusia tidak dapat menebak dan apa yang akan terjadi di masa depannya- tahun depan, bulan depan, minggu depan, hari besok, satu jam lagi, bahkan satu menit atau satu detik kemudian. Masa depan hanyalah merupakan bayang-bayang rekaan atau suatu prediksi yang diproyeksikan dari kejadian dan pengalaman masa lalu. Tidak heran setiap kali memikirkan dan membayangkan masa depan, manusia seringkali jatuh dalam kekuatiran.

Siapa yang tidak pernah merasa khawatir? Rasanya tidak seorang pun di dunia ini yang tak pernah tidak khawatir. Kita juga merasa khawatir, apalagi dengan bertambahnya usia, bertambah pulalah kekhawatiran. Kita khawatir tentang keadaan fisik dan kondisi kesehatan yang menurun, ketidakpastian keuangan, keadaan anak, menantu, cucu dan yang lainnya. 

Secara psikologis, kekuatiran adalah keadaan emosi seseorang yang “sakit”, dan seringkali diikuti oleh ketegangan sistem urat syaraf, karena takut terhadap “bahaya” yang imajinatif atau bahaya yang tidak nyata sama sekali. Kekuatiran dapat menghasilkan beberapa gejala phisikal misalnya : tegang, jantung berdebar, sesak nafas, berkeringat terus, gemetaran, mulut kering, perubahan suara, pusing-pusing, atau bahkan pingsan/semaput. Orang yang kuatir sebenarnya sedang hidup dalam bayang-bayang ketakutan yang diciptakannya sendiri.Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kita merasa khawatir. Sayang banyak orang tidak menyadari bahwa kekhawatiran utamanya bukan disebabkan oleh sesuatu di luar diri kita, tetapi dari dalam pikiran atau hati kita. Buktinya, ada orang yang mempunyai banyak uang, tetapi tetap merasa khawatir, dan sebaliknya. 

Para ahli meyakini bahwa kekhawatiran bisa menyebabkan berbagai macam penyakit antara lain penyakit kardiovaskuler, gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, sakit kepala, gangguan kulit, dan sulit buang air besar. Namun, boleh dikatakan bahwa sakit fisik ini “masih ringan” sebab ada yang lebih serius, yaitu sakit spiritual. Ketika kita khawatir itu berarti kita tidak berserah, dan ini berarti kita tidak percaya akan pemeliharaan Tuhan (Matius 6:30).

Ada seorang ibu yang suka kuatir setiap kali memikirkan masa depannya dan berkonsultasi dengan seorang pendeta. Untuk menolongnya, sang pendeta memberikan sebuah kotak celengan yang diluarnya bertuliskan “ kekuatiran” dan berkata kepadanya : “Setiap kali ibu kuatir tentang sesuatu, tuliskanlah di sehelai kertas dan masukklah ke dalam kotak ini. Dan kalau sudah penuh bawahlah kotak ini kembali kepada saya”
Tiga bulan kemudian, sang ibu kembali menemui sang pendeta dengan kotak yang sudah penuh dengan kertas-kertas kekuatirannya. Sang pendeta mengajak sang ibu membuka kotak tersebut bersama-sama. Satu persatu kertas itu dibuka dan dibaca. Ternyata apa yang dikuatirkan oleh sang ibu yaitu : suami mungkin dipecat (PHK), anak mungkin sakit, tidak ada uang untuk makan, orang tua sakit keras atau akan mati, anak tidak bisa sekolah, kemungkinan kena kecelakaan, atau dirampok, tidak bisa bayar sewa rumah, dsb- tidak ada satu hal pun yang terjadi. Sang pendeta berkata dengan senyum : “ Nah ibu lihat sendiri kan, apa yang dikuatirkan ibu selama ini hanyalah bayangan yang ibu ciptakan sendiri. Berarti selama tiga bulan ini ibu telah mengisi waktu hidup yang diberikan Allah kepada ibu dengan hal yang sia-sia”. Sang ibu tiba-tiba tersadar dan berkata dengan suara girang…”Sekarang saya mengerti apa yang dikatakan Tuhan Yesus : “ Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambah sehasta saja jalan hidupnya ? Terimaksih pak pendeta. Mulai hari ini saya harus lebih percaya kepada pemeliharaan Allah yang baik dan setia”. Pulanglah, lakukanlah sesuai dengan imanmu, sahut sang pendeta setelah dia mendoakan sang ibu agar Tuhan menambahkan iman kepadanya.

Saudara, sesungguhnya secara teologis, kekuatiran adalah dosa. Karena di dalam kekuatiran itu kita meragukan atau bahkan melupakan Allah Yang Maha Baik dan Maha Memelihara. Kekuatiran itu bertolak belakang dengan iman. Barangsiapa kuatir, ia tidak beriman. Barang siapa beriman, dia akan mengalahkan kekuatiran. Kalau kita baca dan renungkan nats firman Tuhan dalam Mat 6:30-32, Tuhan Yesus menegur para murid yang kuatir sebagai “ orang yang kurang percaya” (tidak beriman), dan Dia menyamakannya dengan “ orang-orang yang tidak mengenal Allah” (kafir).

Apakah kuatir menyerang saudara ? Renungkan kembali kesia-siaan dalam kekuatiran dan berbaliklah kepada Allah dengan iman yang lebih teguh. Peganglah janji Firman-Nya dan yakinlah bahwa Allah Bapa tidak pernah meninggalkan dan membiarkan anak-anak-Nya.Tuhan Yesus meminta kita untuk tidak merasa khawatir dan memperhatikan bunga bakung di ladang (Matius 6:25-28). Bunga bakung saja yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal dipelihara-Nya dan didandani-Nya melebihi Raja Salomo (Raja Israel yang sangat dikasihi-Nya), apalagi kita. Dia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal menderita,mati, disalibkan dan dibangkitkan bagi kita untuk menebus dosa dan kejahatan kita.Obat manjur bagi rasa khawatir adalah berdoa dan bersyukur

“Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6).

Bersyukur dan berterima kasih membuat tubuh menjadi rileks dan pikiran menjadi tenang (Don Colbert, M.D.)

Soli Deo Gloria

Doa : Bapa…dalam perjalanan iman kami sebagai umat-Mu dan gereja-Mu yang sudah Engkau pilih dan Engkau kuduskan di dunia ini, kami sering diliputi rasa kuatir. Kami kuatir akan masa depan kami, keuangan kami,kesehatan kami, kami takut miskin dan tidak makan. Ampunilah kami. Teguhkan dan kuatkanlah iman percaya kami bahwa Engkau adalah Allah Yang Hidup yang akan memelihara, memenuhi dan mencukupi segala kebutuhan hidup kami menurut kekayaan dan kemuliaan-Mu di dalam Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus kami datang berdoa dan bersyukur kepada-Mu. AMIN


Thursday, April 16, 2009

Penglihatan Yang Membahagiakan




PENGLIHATAN YANG MEMBAHAGIAKAN

“dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka”
( Why 22:4)

Ini merupakan harapan tertinggi tentang sorga. Ini menggambarkan apa yang disebut teolog sebagai “penglihatan yang membahagiakan”. Penglihatan yang membahagiakan merupakan suatu pemandangan yang menimbulkan kegembiraan mendalam. Ini merupakan berkat dan kebahagiaan untuk setiap orang yang diciptakan. Kehampaan yang menghantui jiwa manusia akhirnya terisi.

“ Mereka akan melihat wajah-Nya”. Tidak ada lagi masalah yang lebih sulit menghampiri kehidupan iman selain dipanggil untuk melayani dan beribadah pada Allah yang sama sekali tidak terlihat. Peribahasa “ jauh dimata, jauh dihati” tidak terasa lagi artinya kalau berbicara tentang kasih sayang. Kita ingin memandikan mata kita dalam kemegahan kemuliaan-Nya. Kita menginginkan Dia untuk mengangkat cahaya wajah-Nya kepada kita. Kita merindukan Dia untuk mengerahkan wajah-Nya untuk bersinar terhadap kita.

Dalam Perjanjian Lama kita punya catatan tentang apa yang disebut teofani-teofani. Teofani adalah suatu wujud penglihatan tentang Allah yang tidak tampak. Musa melihat suatu semak yang terbakar tapi tidak musnah. Anak-anak Israel melihat tiang awan. Teofani-teofani ini masih mempertahankan suatu selubung pada wajah Allah. Dalam Surat Rasul Pertama Yohanes, rasul itu menulis,

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”
( 1 Yoh 3:1-2 )

Yohanes memperkenalkan penglihatannya yang membahagiakan. Dia menyatakan kekagumannya yang mendalam bahwa kita akan disebut anak-anak Allah. Sifat kasih yang penting itulah yang menggerakkan Bapa menyebut kita anak-anak-Nya. Kita sebenarnya tidak cukup berharga untuk mendapat sebutan seperti itu. Dasar-dasar untuk itu tidak dijumpai sedikitpun pada diri kita. Satu-satunya alasan yang memungkinkan kita disebut sebagai anak-anak Allah semata-mata hanya karena kasih Allah.

Yohanes selanjutnya mengakui bahwa kita belum tahu seperti apa bentuk kita nanti. Kaca masih gelap. Masa depan masih diliputi awan. Tetapi satu hal kita tahu pasti, bahwa kelak “ kita akan seperti Dia”.

Ironis bahwa sebagai mahluk-mahluk Allah kita diciptakan sesuai dengan gambar-Nya. Maksud ciptaan Allah terhadap manusia adalah agar kita menjadi cermin dan memantulkan sifat mendalam Allah. Tapi, dalam kenyataanya kita jatuh ke dalam dosa. Gambaran Allah itu telah di nodai. Sebagai gambar Allah kita menjadi gambar yang membohongi. Gambar itu dirusak. Tidak ada lagi yang lebih khas tentang manusia selain bahwa kita berbuat dosa. Dalam dosa kita memperlihatkan persis apa yang tidak dikehendaki Allah. Kalau dosa secara bersama hilang dari kita maka kita akan menjadi gambar otentik Allah kita. Kita akan seperti Dia.

Yohanes tidak mengatakan pada kita urutan persis peristiwa-peristiwa itu. Apakah mula-mula kita dimurnikan agar memungkinkan melihat Allah, ataukah penglihatan tentang Allah yang tidak terselubung akan merupakan pengalaman yang langsung memurnikan kita ? Saya tidak tahu pasti, mana yang duluan. Tapi, saya menduga yang pertamalah yang terjadi. Janji Yesus dalam kotbah di atas bukit adalah “ Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” ( Mat 5 :8). Prasyarat mutlak untuk melihat wajah Allah adalah pemurnian hati. Masalahnya bukan pada kedua mata kita, tapi pada hati kita. Hanya kalau kita dimuliakan di sorga maka kita layak untuk melihat Allah. Karena itu, saya berpendapat bahwa sebelum kita “melihat Dia sebagaimana Dia” maka sisa-sisa pengotoran harus dibersihkan sama sekali dari hati kita.

Melihat wajah Allah adalah pengharapan terakhir orang-orang Kristen. Kalau kita melihat wajah Allah maka semua kenangan kepahitan dan penderitaan akan lenyap. Jiwa kita akan disembuhkan.

Allah akan meletakkan nama-Nya di dahi kita. Bilangan anti Kristus tidak akan ada disana. Kita akan ditandai dengan sebuah nama yang tidak terhapuskan, yang akan mengidentifikasikan kita untuk selamanya sebagai anak-anak Allah.

“Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.Lalu Ia berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi." ( Why 22 : 5-6 )

Kata-kata ini merupakan puncak penglihatan Yohanes ke dalam kamar-kamar rahasia sorga. Sekali lagi dia menekankan lenyapnya semua kegelapan. Allah akan memandikan umat-Nya dalam cahaya untuk selamanya. Mereka yang merupakan milik-Nya akan menerima warisan penuh mereka. Mereka akan mendengar Dia mengatakan : “ Mari, yang Kukasihi, warisi kerajaan yang sudah disediakan bagimu dari sejak awal “.

Janji ini merupakan suatu janji yang menghilangkan semua keraguan tentang rasa sakit dan penderitaan kita sekarang. Janji inilah yang memberikan perbandingan bahwa penderitaan-penderitaan yang kita alami dalam kehidupan ini tidak ada artinya jika kita bandingkan dengan kemuliaan yang disediakan Allah bagi kita di sorga. Janji inilah yang dimeteraikan oleh sumpah Ilahi bahwa penderitaan kita tidak akan sia-sia.

Soli Deo Gloria

Saturday, April 11, 2009

Sungguh, Yesus Sudah Bangkit !


SUNGGUH, YESUS SUDAH BANGKIT !



“Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu. ( Markus 16:1-8)


Apa bukti Yesus sudah bangkit dari kematian ? kubur yang kosong ? Namun kalau hanya sebatas kubur kosong tentu banyak sanggahan bisa diberikan. Kubur itu kosong karena ada yang mencuri mayat Yesus dan menyembunyikannya, lalu meniupkan kabar bohong bahwa Yesus sudah bangkit. Atau bisa juga karena para wanita mengunjungi kubur yang salah, sebab mereka pergi waktu pagi-pagi buta, saat hari masih gelap. Kemungkinan lain, kubur itu kosong karena Yesus sebenarnya tidak mati, melainkan pingsan. Jadi tidak ada kebangkitan karena Yesus memang belum mati.

Kubur kosong memang tidak dengan serta merta membuktikan bahwa Yesus sudah bangkit. Namun pernyataan hamba Tuhan yaitu si malaikat yang berpenampakan anak muda itu, menjelaskan bahwa kubur itu kosong karena Yesus memang telah bangkit. Ini sesuai dengan nubuatan Perjanjian Lama ( PL) dalam Yes 53:10, 1 Kor 15:4, juga serasi dengan perkataan Tuhan Yesus sendiri kepada para murid-Nya. (Bdk Mrk 14:28). Catatan di pasal-pasal terakhir injil-injil menyatakan bahwa Yesus yang sudah bangkit itu menampakkan diri-Nya kepada para murid ( Bdk Mat 28:16-20, Luk 24:13-49 ). Maka perubahan sikap para murid, dari ketakutan sampai kemudian menjadi pengabar-pengabar Injil yang berani mati ke seluruh dunia adalah bukti kuat bahwa Tuhan mereka sungguh-sungguh sudah bangkit. Mereka mengimani sepenuhnya bahwa Yesus yang mereka beritakan memang sudah bangkit dari kematian dan mengalahkan kuasa maut.

Ada bukti yang lebih otentik lagi untuk menyatakan kebangkitan Tuhan, yaitu hidup orang Kristen yang Dia ubahkan. Keberanian memberitakan Injil, kasih kepada sesama, karakter yang semakin hari menyerupai Kristus merupakan kesaksian nyata yang kuat dan tidak terbantahkan dari para pengikut Yesus. Sebab itu, bila Anda mengaku percaya kepada Kristus yang sudah bangkit, tunjukkanlah itu dengan hidup Anda yang sudah dan sedang mengalami kuasa kebangkitan itu.


Lagu Pujian : Anak Allah Yesus nama-Nya

Menyucikan, menyembuhkan

Bahkan mati, tebus dosaku

Kubur kosong membuktikan Dia hidup


Sebab Dia hidup, ada hari esok

Sebab Dia hidup, ku tak gentar

Karena ku tahu Dia pegang hari esok

Hidup jadi berarti sebab Dia hidup


Doa : Bapa surgawi, kami bersyukur bahwa Tuhan Yesus telah bangkit mengalahkan kuasa maut. Kiranya kuasa kebangkitan Kristus boleh menguatkan,memberikan sukacita,pengharapan dan kemenangan bagi kami gereja-Mu yang telah Engkau pilih dan Engkau kuduskan di dunia ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami datang bersyukur dan berterimakasih kepada-Mu. Amin

Sunday, April 5, 2009

Salib Bukti Kasih Yesus


SALIB BUKTI KASIH YESUS


“Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak.Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya. Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing. Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan. Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: "Raja orang Yahudi". Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. [Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka."] Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!" Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga”. ( Markus 15-21-32)

Pada masa 2000 tahun yang lampau, salib adalah lambang penghukuman paling berat untuk penjahat paling kejam. Mati disalib berarti mati dalam penderitaan dahsyat dan kehinaan tiada tara. Itulah yang Yesus alami.Di dalam salib terjadi peristiwa yang paling kejam dan tidak adil dalam sejarah manusia, seorang yang tidak berdosa sama sekali harus menanggung hukuman mati. Tuhan Yang Maha Adil harus menanggung yang tidak adil. Ia disalibkan diantara dua penjahat, seolah olah Dia adalah penjahat. Tuhan Yang Maha kasih telah diperlakukan dengan kejam dan biadab. Di bawah salib begitu banyak orang yang mengejek dan menertawakan Dia, termasuk pemimpin agama Yahudi. Namun Dia tidak bersuara sama sekali. Anak Allah tetap tenang dan tidak bersuara, sepatah katapun tidak keluar dari mulut-Nya. 

Bukan karena Dia kalah melainkan karena Dia sedang menjalani kehendak Bapa demi keselamatan umat manusia. Yesus menyatakan kasih Bapa dan keselamatan dari Allah untuk umat manusia.Yaitu bagi mereka yang dibelenggu dosa, yang tidak memiliki jalan keluar selain daripada anugerah Allah. Juga bagi mereka yang menolak, tidak mempedulikan, dan membenci Dia. Itu yang membuat golgota begitu khusus, karena di sanalah dipancangkan salib sebagai bukti kasih Allah.

Dalam Minggu ini kita akan memperingati hari Jumat Agung, saat kita memperingati kematian Yesus yang menggantikan hukuman dosa kita. Mari siapkan hati kita untuk menyembah Dia, tersungkur di bawah kaki salib-Nya. Katakanlah, “ Tuhan aku tidak layak”. Aku seperti orang banyak yang ikut-ikutan menolak bahkan meyalibkan-Mu. Aku seperti para prajurit yang kejam memakukan tangan dan kaki-Mu. Aku seperti penjahat-penjahat yang lebih pantas berada di atas salib daripada Engkau. Aku seperti para pemuka agama yang munafik karena sengaja memvonis Engkau mati. Namun Engkau rela menanggung salib dan mati, demi aku menjadi milik-Mu dan Bapa. Terimakasih Tuhan atas anugerah yang begitu besar telah aku terima.

Doa : Bapa.. Aku bersyukur buat kasih karunia dan anugerah-Mu yang tiada terukur bagiku. Engkau mengaruniakan Anak-Mu yang tunggal menebus dosa dan kejahatanku. Aku orang berdosa dan malang,yang sudah terkutuk dan binasa, dari kekuasaan iblis, dari maut dan kerajaan maut.Aku yang sesat buta dan telanjang. Aku yang sudah dijatuhi hukuman kekal, terjual habis kepada dosa tidak ada pertolongan bagiku.Tetapi oleh karena kasih-Mu yang tiada terukur dan tiada terselami Tuhan, Engkau melihat penderitaanku , kesengsaraanku dan kemalanganku.Engkau turun dari sorga yang mulia dan inkarnasi menjadi manusia. Dan oleh karena penderitaan-Mu yang tidak bersalah Tuhan, Engkau disalibkan, mati dan dibangkitkan. Darah-Mu tercurah untuk melepaskanku dari cengkraman neraka, iblis, dosa, maut, murka Allah dan hukuman kekal. Dan Engkau menghalau semua penguasa yang kejam dan yang lalim itu ya Bapa yang telah memenjarakanku dan digantikan oleh Yesus Kristus Tuhanku dan menarik aku kembali kepada Allah sehingga Aku berada dalam anugerah, rahmat dan perlindungan dan pemeliharaan-Mu, ya Allah, ya Bapa, ya Tuhan. Terimakasih Tuhan Yesus, terimakasih Bapa yang baik..Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan bersyukur kepada-Mu..Amin.


Nyanyian Umat PKJ 179 : 1,2

1.       Kasih paling agung dari Tuhanku, kini kusadari di dalam hatiku 
                      Yesus Maha Kasih dan Mahakudus,korbankan diri-Nya agar ‘ku, ditebus 
                      Dia menaklukkan maut dan dosaku, Dia memberikan, s’galanya untukku !

2.      Ini ‘kan kuingat, s’lama hidupku. Takkan kulupakan sepanjang umurku 
                    ‘Kan kuberitakan sekelilingku,dan keujung dunia sejauh kuatku
                     Apapun terjadi atas diriku, takkan kulepaskan kasih-Mu, Tuhanku

                                       




We Love Israel

We  Love Israel

Informasi Lowongan Kerja