Wednesday, December 17, 2014

Roh Kudus Menamakan Baptisan Itu Permandian Kelahiran Kembali


Roh Kudus Menamakan Baptisan Itu Permandian Kelahiran Kembali

(Oleh : Orlando Isgita Putra Ginting, S.T.)

Renungan Firman Tuhan diambil dari Titus 3:4-6 yang berbunyi demikian :

“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,” ( Titus 3:4-6 )

Maraknya kasus baptisan ulang dan kampanye baptis ulang yang dilakukan oleh pihak Kristen tertentu telah membawa perdebatan dan perselisihan diantara sesama orang Kristen sehingga diributkan yang mengakibatkan persekutuan menjadi kisruh.Melalui pengalaman penulis ketika melayani di kota Pematang Siantar dalam persekutuan doa, anak-anak persekutuan doa mengaku bahwa mereka telah dibaptis ulang oleh kakak rohaninya karena diyakinkan oleh doktrin pengajaran dari Kristen tertentu, padahal si putri ini telah dibaptis di gereja GKPS (baptisan anak ).

Mereka mengajarkan bahwa baptisan anak yang dilakukan oleh gereja-gereja protestan ( GBKP,HKBP,GPIB,GKPI,GKPS,dsb ) adalah salah/sesat dan tidak alkitabiah karena anak-anak belum percaya dan baptisan anak tidak ada dalam Alkitab dan yang ada adalah penyerahan anak kepada Tuhan kata mereka. Mereka mengajarkan bahwa baptisan yang syah (valid) dan menurut Alkitab adalah ketika seorang telah menjadi dewasa dan harus “diselamkan” ke dalam sungai, kolam, danau, bak air, dll

Dan yang paling ironisnya ada juga seorang ibu yang juga adalah pelayan Tuhan (Diaken/Penatua) di salah satu gereja protestan (GPIB) menyuruh dan merayu agar jemaat dibaptis ulang karena dia ternyata sudah dibaptis ulang oleh pendeta gereja pentakosta/kharismatik,padahal dia masih aktif melayani di GPIB yang jelas-jelas menolak akta baptis ulang.Demikian juga halnya ketika penulis melayani di kota Medan,kampanye baptis ulang juga datang menyerang keluarga penulis.Tetapi syukurlah bahwa adik penulis dan keluarganya mau mendengarkan pengajaran dan doktrin yang penulis sampaikan sehingga mereka membatalkan dan menolak baptisan ulang yang ditawarkan oleh aliran Kristen tertentu, karena mereka telah dibaptis di GBKP saat berumur 3 tahun ( baptis anak ).Penulis juga mendengar kesaksian dari seorang ibu dengan bangganya dia mengaku bahwa dia sudah dibaptis 4 kali.Pertama saat dia masih anak kecil dibaptis di HKPB,kedua dia  dibaptis ulang di gereja Bethel, ketiga dia dibaptis ulang lagi di gereja Tiberias Yesaya Pariadji, dan keempat dia dibaptis ulang lagi di gereja GKDI ( Gereja Kristus di Indonesia). Dan ibu ini mengatakan bahwa baptisannya yang ke 4 ini ( di GKDI ) membuat dia "damai dan tenang".

Perdebatan dan kontroversi di seputar baptisan telah menjadi berita yang sering didengar di kalangan umat Kristen sehingga banyak yang bingung,ragu dan bimbang.Pertanyaan-pertanyaan seperti : Baptisan mana yang benar selam atau percik ? Apakah baptisan anak alkitabiah ? Bahkan ada yang mengatakan bahwa : “mereka yang dibaptis anak tidak sah dan tidak memiliki Roh Kudus”, “baptisan yang sah harus diselam”. Melalui artikel ini penulis ingin memberikan penjelasan secara teologis dan alkitabiah yang diharapkan dapat meneguhkan iman semua warga gereja tentang nilai dan berkat yang dia terima melalui baptisan, dan dengan demikian tak seorangpun dari mereka jatuh kepada tipuan dan rayuan sesat yang meminta mereka menerima kembali baptisan berulang-ulang, hanya oleh karena ketidaktahuannya tentang makna baptisan ini.

Kata Baptisan berasal dari kata Yunani, yaitu bapto, atau baptizo yang memiliki arti membersihkan atau membenamkan atau mencelupkan yang artinya :
  1. to dip : mandi, masuk ke dalam air,mencedok air
  2. immerce : membenamkan, mencelupkan
  3. to cleance or purify by washing = membersihkan atau memurnikan melalui pembasuhan
Dari makna kata baptisan tersebut jelaslah kepada kita bahwa pembersihan adalah makna yang penting dari sakramen baptisan. Alkitab menggunakan istilah baptis” baik secara literal maupun secara figuratif. Sebagaimana yang dinyatakan dalam makna kiasan (metafora) di dalam Kisah Rasul 1:5, dimana dinyatakan kelimpahan dari anugerah yaitu Roh Kudus. Dan juga di dalam Lukas 12:50, dimana makna baptisan disini menyatakan penderitaan Kristus dalam kematian-Nya.

Sebaliknya di dalam Perjanjian Baru, pada pihak lain akar kata dari asal mula kata baptisan (etimologi baptisan) diambil kata baptizo, tidak menuntut selam, misalnya pembaptisan Roh juga digambarkan sebagai “pencurahan” (Kisah Rasul 2:33, bdk Yesaya 36:25,26). Dalam istilah gerejawi, bagaimanapun juga, ketika istilah baptis, baptisan digunakan tanpa kata yang bersyarat, adalah bermaksud menunjuk kepada sakrament pembersihan yang mana olehnya jiwa disucikan dari dosa dan pada saat yang sama air tersebut dicurahkan (dituangkan) kepada tubuh. Banyak istilah lain dari baptisan telah digunakan sebagai deskripsi sinonim untuk baptisan baik di dalam Alkitab dan umat Kristen mula-mula seperti permandian kelahiran kembali, pencerahan, tanda materai dari Allah, air Allah untuk hidup yang kekal, sakramen Trinitas, dan sebagainya. Di dalam bahasa Inggris, istilah Kristen adalah biasa digunakan untuk baptis. Maksudnya kata Kristen menunjuk hanya kepada akibat dari baptisan, yaitu menjadikan seseorang menjadi umat Kristen.

Dibaptis “Dalam nama Bapa” meneguhkan bahwa Allah mengikat perjanjian keselamatan dengan kita dan anak cucu kita turun-temurun,bahwa Allah menjadi Bapa kita,dan kita menjadi anak-anak-Nya serta sebagai ahli waris kerajaan-Nya.
Dibaptis “Dalam nama Anak” meneguhkan bahwa kita telah dipersatukan di dalam kematian dan kebangkitan Kristus serta mengalami pengampunan dosa dan hidup baru yang kekal.
Dibaptis “Dalam nama Roh Kudus” meneguhkan bahwa Roh Kudus berdiam di dalam diri kita dan memenuhi kita dengan karunia-karunia-Nya yang ajaib.Bahwa Roh Kudus juga membimbing dan menolong kita agar selalu hidup di dalam kebenaran,taat dan setia pada firman Tuhan dan berani bersaksi tentang Kristus serta melayani sesama.

Apakah berkat dan anugerah yang kita terima melalui baptisan (permandian lahiriah) yang dilaksanakan di dalam nama Tritunggal ( Bapa dan Anak dan Roh Kudus ) ?

Jawab : Alkitab menyaksikan dan memberitahukan kepada kita bahwa baptisan yang kita terima adalah materai,tanda,jaminan yang diberikan oleh Tuhan Allah terhadap iman seseorang (materai kebenaran berdasarkan iman)  atas penebusan oleh Yesus Kristus bagi dirinya yang disertai janji-janji Allah.Baptisan adalah materai penegasan dari Allah bahwa kita telah turut mati dalam kematian Kristus dan telah turut bangkit dalam kebangkitan Kristus ( Bdk Roma 6:1-11)

·         “Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” ( Roma 6:11 )


Berkat dan anugerah yang kita terima di dalam baptisan ialah janji-janji Allah yaitu :

  • 1.      Kita dipersatukan dengan Kristus ( di dalam kematian dan kebangkitan-Nya )
  • 2.      Pengampunan semua dosa kita dari Allah,berdasarkan rahmat,karena darah Kristus yang telah ditumpahkan-Nya bagi kita di atas kayu salib.( Bdk Kisah Rasul 2:38-39,1 Petrus 3:21,Roma 6:3-4)
  • 3.      Penebusan Dosa oleh darah-Nya ( Bdk.Kolose 1:14,Efesus 1:7 )
  • 4.      Karunia Roh Kudus yaitu pembaruan oleh Roh Kudus serta pengudusan oleh-Nya menjadi anggota tubuh Kristus ( Bdk.Kisah Rasul 2 :38, Efesus 4 : 1-6, Titus 3 : 4- 6 )
  • 5.      Kelahiran kembali oleh Roh Kudus ( Bdk. Titus 3:4-6,Galatia 3 : 27 )
  • 6.      Kelepasan dari cengkraman Iblis dan kuasa kegelapan (Bdk. Kolose 1:13-14 )
  • 7.      Kehidupan yang kekal ( Bdk Roma 8 :1-2 )



Pertanyaan  : Apakah baptisan anak ( baptisan bayi itu ) syah dan valid ? Jawab : Ya, baptisan anak (baptisan bayi) itu syah, valid dan 100 % alkitabiah, karena itu adalah perintah Allah yang tertulis dalam firman-Nya.Karena Tuhan Allah masih memberikan tanda perjanjian-Nya kepada orang percaya dan anak-anak mereka ( Bdk. Kisah Rasul 2: 38-39 ),sama seperti sunat dalam Perjanjian Lama kepada anak orang Yahudi (umat Israel) dan diganti dengan baptisan bagi gereja di seluruh dunia.

Pertanyaan : Apakah bila seseorang yang sudah menerima baptisan anak (baptisan bayi) saat dia beranjak dewasa harus dibaptis ulang lagi dengan cara selam seperti yang dianjurkan dan diajarkan oleh denominasi Kristen tertentu ? Jawab : Tidak perlu ! Karena Firman Allah menyatakan bahwa satu baptisan untuk pengampunan dosa ( Bdk. Efesus 4 :1-6 ).Baptisan dilayankan hanya 1 kali untuk selamanya karena Tuhan Yesus juga satu kali disalibkan,mati dan dibangkitkan dan hidup selama-lamanya.

Pertanyaan : Apakah baptisan siram/percik dimana air dituangkan/dipercik sebanyak 3 kali ke kepala/ketubuh si penerima dengan formula nama Allah Tritunggal adalah baptisan yang benar,sah dan alkitabiah ? Jawab : Ya, benar,sah,valid dan 100 % alkitabiah.Karena Roh Kudus menamakan baptisan itu adalah “permandian kelahiran kembali”.Kita menjadi milik Tuhan,Allah Tritunggal.

Pertanyaan : Manakah bukti di Alkitab ayat firman Tuhan yang mendukung dan meneguhkan bahwa baptisan siram/percik adalah 100 % alkitabiah ? Jawab : Roh Kudus menamakan baptisan itu adalah permandian kelahiran kembali ( Titus 3 : 5 ).Di dalam Perjanjian Lama ada tiga tradisi yang dapat kita kaitkan dengan Baptis Air, yang pertama adalah penahbisan Imam, yang kedua adalah pentahiran suku Lewi dan yang ketiga adalah pentahiran orang sakit kusta. Mari kita pelajari tradisi itu satu persatu.

Penahbisan Imam :
·         “Lalu kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah engkau membasuh mereka dengan air.” ( Keluaran 29:4 )
·         “Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.” (Keluaran 29:7)
·         “Haruslah kauambil sedikit dari darah yang ada di atas mezbah dan dari minyak urapan itu dan kaupercikkanlah kepada Harun dan kepada pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan pada pakaian anak-anaknya; maka ia akan kudus, ia dan pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya.” (Keluaran 29:21)


Dalam Keluaran 29:4 kata “membasuh” diterjemahkan dari kata “NAZAH” yang artinya memercik atau menyiram. Sedangkan dalam Keluaran 29:7 kata “kautuang” diterjemahkan dari kata “YATZAQ” sedangkan dalam Keluaran 29:21 kata “kaupercikkanlah” diterjemahkan dari kata “NAZAH”

Pentahiran Orang Lewi
·         “Ambillah orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel dan tahirkanlah mereka.”( Bilangan 8:6)
·         “Beginilah harus kaulakukan kepada mereka untuk mentahirkan mereka: percikkanlah kepada mereka air penghapus dosa, kemudian haruslah mereka mencukur seluruh tubuhnya dan mencuci pakaiannya dan dengan demikian mentahirkan dirinya.” (Bilangan 8:7)


Dalam Bilangan 8:7 kembali yang digunakan adalah kata NAZAH, yang berarti “dipercikkan atau disiramkan.”


Pentahiran Orang Sakit Kusta

·         “Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam,”( Imamat 14:2 )
·         “Kemudian ia harus memercik tujuh kali (darah burung) kepada orang yang akan ditahirkan dari kusta itu dan dengan demikian mentahirkan dia, lalu burung yang hidup itu haruslah dilepaskannya ke padang.”( Imamat 14:7)
·         “Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.” (Imamat 14:8)
·         “Imam harus mengambil sedikit dari darah tebusan salah itu dan harus membubuhnya pada cuping telinga kanan dari orang yang akan ditahirkan dan pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanannya.”( Imamat 14:14 )
·         “Dari minyak selebihnya imam harus membubuh sedikit pada cuping telinga kanan orang itu, pada ibu jari tangan kanannya dan pada ibu jari kaki kanannya, di tempat mana darah tebusan salah dibubuhkan.”( Imamat 14:17)
·         “Dan apa yang tinggal dari minyak itu haruslah dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN.”( Imamat 14:18 )


Dalam tradisi ini kita kembali melihat kisah Baptis Perjanjian Lama, pertama orang itu dipercik atau disiram dengan air, lalu dioles dengan darah dan terakhir disiram dengan minyak urapan, ketiganya dilakukan oleh Imam. Setelah melalui ketiga hal itu maka orang tersebut pun tahir dan berdamai dengan Allah. Yohanes pembaptis adalah anak Imam Zakharia (Imam di Bait Allah Yerusalem ), itu berarti sejak kecil dia dididik untuk menjadi seorang Imam pula. Sebagai seorang calon Imam mustahil Yohanes Pembaptis tidak memahami ajaran Perjanjian Lama, juga mustahil dia membaptis orang tanpa mengaitkannya dengan tradisi yang ada.
            Demikianlah penjelasan penulis tentang hakekat,makna dan berkat dari baptisan yang kita terima. Semoga artikel yang singkat ini dapat menjadi berkat bagi kita semua.

Soli Deo Gloria.



Thursday, December 27, 2012

Aku Selamat Dan Sentosa Hanya Oleh Darah Yesus Tuhanku



“Aku Selamat Dan Sentosa Hanya Oleh Darah Yesus Tuhanku”

Oleh : Orlando I P Ginting, S.T.


“Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” ( Matius 26:26-28)


Mengenal Allah Sang Pencipta dan misi-Nya bagi manusia ciptaan-Nya adalah sukacita dan kebahagiaan yang terbesar bagi orang percaya. Pada saat Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Allah bersekutu dengan manusia di taman Eden. Tujuan Allah menciptakan manusia adalah supaya adanya persekutuan yang kekal antara Allah dan manusia. Tetapi manusia melanggar yang diperintahkan dan dilarang Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Akhirnya kematian rohani masuk kedalam hidup manusia dan seluruh keturunannya.Dan manusia terpisah dari Allah. Tetapi oleh karena kasih-Nya, Allah tidak membiarkan manusia mengalami kehancuran rohani dan jasmani dalam hidupnya. Dia bertindak untuk menebus manusia ciptaan-Nya.

Manusia adalah ciptaan Allah, Allah adalah Tuhannya, dan manusia wajib menghormati serta memuji Allah. Dalam Firdaus manusia memang hidup dalam persahabatan dengan Allah ( Bdk  Kej 3:8a). Ketika manusia berdosa, hal itu tidak bisa tidak menyakiti hati Tuhan. Persahabatan itu berbalik menjadi permusuhan. Tetapi Tuhan sendiri bertindak, supaya perbuatan berdosa manusia ciptaan-Nya ditebus (Roma 3:25). Tindakan itu mahal sekali bagi diri-Nya. Maka Dia hanya berbuat demikian karena Dia tetap mengasihi manusia, meskipun manusia itu telah berdosa. Karena itu, pembenaran kita berarti persahabatan yang semula telah dipulihkan kembali. Bukan karena perbuatan kita, melainkan karena perbuatan Allah di dalam Yesus Kristus ( Oleh Karya Penebusan Kristus).

Misi Allah ini mula-mula Allah sendiri telah menyatakannya di Taman Firdaus dari Injil Yang Kudus ( Kej 3:15).Kemudian Dia menyuruh para bapa leluhur yaitu Abraham ( Kej 22:18) dan para nabi yang kudus mengabarkannya. ( Kisah Rasul 10:43). Dan memperlihatkan bayangannya melalui kurban-kurban dan upacara-upacara lain menurut hukum Taurat Allah ( Ibrani 10:1). Akhirnya Dia menggenapi-Nya melalui Anak-Nya yang tunggal ( Roma 10:4).



Penebusan (Redemption):

Galatia 3:13; 1Korintus 6:20; Efesus 1:7 dengan latar belakang Keluaran 21:30. Kata ini (penebusan) berarti pembayaran harga yang dituntut oleh Allah yang suci bagi kelepasan orang percaya dari penindasan, hukuman, dan perbudakan dosa. Konsep penebusan punya indikasi sebagai berikut: ada yang harus ditebus, ada oknum yang kepadanya tebusan tersebut dibayarkan, ada orang yang membayarkan tebusan tersebut, dan ada alat untuk membayar tebusan tersebut. Siapa atau apa yang harus ditebus? Setiap orang yang berdosa berada di bawah perbudakan dosa dan di bawah murka Allah. Perbudakan dosa dan murka Allah inilah yang membuat manusia menderita. Jadi, kita manusia yang berdosalah yang perlu ditebus (Kol. 2:14; Rm. 3:19). Siapa yang menerima tebusan tersebut ? Allahlah yang menerima tebusan tersebut (Ef 5:2; bdg. Kej. 8:20,21). Kita ditebus dari kutuk hukum Taurat yang notabene dibuat oleh Allah (Gal. 3:13). Jadi, kita ditebus dari dosa sebab kuasa dosa adalah Hukum Taurat dan dari kekuasaan iblis sebab iblis berkuasa atas maut (kematian).(Bdk. Ibr 4:12).

Ada dua istilah penting yang dapat menjelaskan konsep ini. Konsep pertama ialah "propitiation", yakni menenteramkan melalui mempersembahkan kurban. Murka Allah berbalik dari seseorang. Konsep berikutnya ialah "expiation", yakni perbuatan yang membebaskan dari konsekuensi dosa. Siapakah yang membayarkan tebusan tersebut? Hanya Kristus. Dalam konteks Perjanjian Lama, seorang yang berdosa harus membawa kurban penebus dosa kepada Imam yang berhak menghadap Allah di tabut perjanjian. Jika itu berkaitan dengan dosa semua orang, harus ada Imam yang betul-betul kudus karena Allah adalah kudus (hanya yang kudus dan tak bercacat yang boleh menghadap Allah). Tidak ada satu manusia pun yang tidak di bawa kepada kutuk hukum Taurat, karena itu Kristus harus menjadi manusia dan menjadi satu- satunya Imam yang layak mempersembahkan kurban di hadapan Allah. Apa alat pembayaran tebusan tersebut? Tubuh dan darah Kristus sendiri (Bdk Ef. 1:7; 1 Tim. 2:6; latar belakang Perjanjian Lama mengharuskan kurban sebagai penebus salah/dosa). Inilah yang menjadi dasar pengharapan; kita dapat bebas dari murka dan hukuman Allah. Kita bebas dari perbudakan dosa.

Pendamaian (Reconciliation):

Bdk. 2 Korintus 5:18-21; Roma 5:8-21; Kolose 1:20-22; Efesus 2:14-16. Kata pendamaian menunjukkan bahwa sebenarnya ada oknum-oknum yang bermusuhan dan biasanya juga ada juru damai di antara oknum yang bermusuhan tersebut. Allah yang suci tidak mungkin didekati oleh orang yang berdosa. Sebab dosa adalah tindakan melawan kehendak dan ketetapan Allah (Hukum-Hukum Allah Yang Suci) secara sengaja. Jadi, orang yang berdosa adalah seteru atau musuh Allah.


Allah dan manusia perlu didamaikan. Mengapa perlu didamaikan? Sebab manusia adalah bagian dari Allah, atau lebih jelasnya manusia diciptakan oleh Allah, milik Allah. Karena itu, Ia harus membawa kembali ciptaan-Nya itu ke dalam tangan-Nya. Alasan berikutnya, manusia sesungguhnya tidak dapat hidup tanpa Allah. Manusia perlu bersekutu dengan Allah karena manusia memiliki unsur roh yang dihembuskan dari Allah Pencipta (Kej. 2:7; Pkh. 12:7). Artinya, manusia sesungguhnya dapat dikatakan sebagai manusia yang sejati apabila ia bersekutu dengan Allah, Penciptanya. Dalam perspektif inilah dasar pengharapan Kristiani diletakkan, yakni kita boleh menghampiri dan bersekutu dengan Allah kembali karena pendamaian yang dilakukan oleh Kristus. Pendamaian ini menghapuskan segala aib dan dosa manusia karena semua itu telah ditanggung oleh juru damai yaitu, Yesus Kristus. Tuhan Kristus, Tuhan Kehidupan membuat kita berdamai dengan Allah oleh Injil.

Pemulihan :

Manusia adalah gambar dan rupa Allah. Manusia yang berdosa adalah gambar Allah yang rusak. Persekutuan dengan Allah memungkinkan pemulihan kembali gambar Allah yang rusak itu. Hidup kita disempurnakan dari hari ke hari, dan pada waktu Yesus datang kedua kali, kita dinyatakan sempurna. Inilah dasar pengharapan kita, yakni dengan kematian Kristus kita diubahkan semakin lama semakin sempurna, semakin lama semakin baik di hadapan Allah. Proses ini mengandung unsur providensia/pemeliharaan Allah terhadap umat-Nya ( Bdk. Yoh. 17:11; 1Tes. 5:23; 1Ptr 1:5).

            Berbicara tentang Penebusan, Pengampunan dosa,Pendamaian dan Pemulihan, itu berbicara tentang “ darah “. Dalam Perjanjian Lama imam Yahudi (umat Israel) yaitu Imam Besar mempersembahkan kurban penebusan dosa dan pendamaian dengan memerciki kitab,kemah bait suci,semua alat ibadah dan umat dengan darah. “Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,” ( Ibrani 9:19). Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa : “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” (Ibrani 9:22).Dan Tuhan Yesus Kristus datang untuk menggenapinya dengan menjadi tebusan dosa bagi umat-Nya dan dunia : “Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.” (Ibrani 13:12)
            Berbicara tentang darah, itu berbicara tentang “nyawa”. Nyawa mahluk ada di dalam darahnya.Sebab itu setiap mahluk hidup yang bernyawa dan memiliki darah,akan mati bila darahnya telah habis.”Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” ( Imamat 17:11 ).
            Berbicara tentang nyawa itu berbicara tentang “kasih Allah” yang sangat besar dan tiada terukur dan terselami. Karena kasih Kristus hanya kita pahami sedalam-dalamnya kalau kita mengenalnya sebagai kasih Allah sendiri. Dan hanya dalam kasih Kristus yang mengasihi kita sampai ke kayu salib itu, kasih Allah sungguh-sungguh menyatakan diri. Tuhan Yesus berkata : “ Akulah Gembala Yang Baik, Gembala Yang Baik memberikan nyawa-Nya kepada domba-domba-Nya” ( Yohanes 10: 11 ). Dan kemudian Tuhan berkata lagi : “ Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang memberikan nyawa-Nya untuk sahabat-sahabat-Nya ( Yohanes 15:13 )    

Apakah berkat,anugerah,keajaiban dan kuasa dari darah Tuhan Yesus yang telah ditumpahkan bagi kita ?

Alkitab Firman Allah melalui penulis kitab Ibrani memberitahukan dan menyaksikan kepada kita sbb : “betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” ( Ibrani 9:14)

Di dalam dan oleh darah Kristus jelas kita melihat karya agung Allah yang ajaib dan mulia yaitu : Penebusaan dosa,Pengampunan dosa,Pendamaian,Pembenaran, Pemulihan dan Kehidupan Yang Kekal.

Berkat,anugerah,keajaiban dan kuasa darah Tuhan Yesus adalah sebagai berikut :

  1. Darah Yesus mengampuni dosa-dosa kita ( Matius 26:26-28)
  2. Darah Yesus menebus yaitu membayar lunas seluruh hutang dosa-dosa kita ( 1 Petrus 1:18-19)
  3. Darah Yesus menyucikan segala dosa dan kejahatan kita ( 1 Yohanes 1:7-9)
  4. Darah Yesus menguduskan/mentahirkan tubuh,roh dan jiwa kita dari kenajisan,pencemaran jasmani dan rohani dan dosa-dosa kita ( Ibrani 13:12, Ibrani 9:13-14 )
  5. Darah Yesus menanggalkan yaitu melepaskan segala dosa-dosa dan kejahatan kita ( Wahyu 1:5 )
  6. Darah Yesus membenarkan kita di hadapan Allah ( Roma 5 :9 )
  7. Darah Yesus melepaskan dan menebus kita dari cengkraman Iblis dan kuasa kegelapan ( Kolose 1:13-14)
  8. Darah Yesus menebus kita dari kutuk Hukum Taurat  ( Galatia 3:13 )
  9. Darah Yesus menyelamatkan kita dari murka Allah ( Roma 5:9) 
  10. Darah Yesus menyucikan hati nurani kita ( Ibrani 9:14)
  11. Darah Yesus memberikan kita pengharapan di dunia ini dan mendekatkan diri kita kepada Allah Yang Hidup ( Efesus 2:12-13) 
  12. Darah Yesus adalah jalan pendamaian bagi kita dengan Allah ( Roma 3:25)



Apakah perbuatan baik (perbuatan amal) dan kesalehan kita dapat menyelamatkan kita,membenarkan kita di hadapan Allah dan membawa kita ke sorga ?

Jawab : Tidak ! Mengapa ? Karena segala perbuatan amal,perbuatan baik dan kesalehan kita seperti kain kotor di hadapan Allah. Perbuatan baik kita tidak dapat menjadi kebenaran kita di hadapan Allah karena perbuatan baik kita yang terbaik pun dalam hidup ini tidak sempurna dan tercemar oleh karena dosa.Kebenaran yang dapat bertahan di hadapan pengadilan Allah harus sungguh-sungguh sesuai dengan hukum Allah. Dan sementara perbuatan dosa dan kejahatan kita seperti lelehan kenajisan yang keluar dari mensturasi/haid bulanan wanita yang sangat menjijikan di hadapan Allah.
 “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.( Yesaya 64 : 6 a)
Perhatikan bahwa Yesaya bukan mengatakan ‘segala dosa kami seperti kain kotor’. Ia juga tidak mengatakan ‘sebagian kesalehan kami seperti kain kotor’. Yesaya mengatakan ‘segala kesalehan kami seperti kain kotor’.
Sekarang, kalau ‘segala kesalehan’ kita digambarkan seperti ‘kain kotor’ di hadapan Allah, bagaimana dengan ‘dosa’ kita? Perhatikan ayat di bawah ini.
“‘Hai anak manusia, waktu kaum Israel tinggal di tanah mereka, mereka menajiskannya dengan tingkah laku mereka; kelakuan mereka sama seperti cemar kain di hadapanKu”.( Yeh 36:17)
Dosa / kejahatan kita digambarkan seperti ‘cemar kain’. Apakah ‘cemar kain’ itu? NIV menterjemahkannya: ‘a woman’s monthly uncleanness’ (= kenajisan bulanan dari seorang perempuan).
Bandingkan juga dengan Imamat 15:20,24 - “(20) Segala sesuatu yang ditidurinya selama ia cemar kain menjadi najis. Dan segala sesuatu yang didudukinya menjadi najis juga. ... (24) Jikalau seorang laki-laki tidur dengan perempuan itu, dan ia kena cemar kain perempuan itu, maka ia menjadi najis selama tujuh hari, dan setiap tempat tidur yang ditidurinya menjadi najis juga”.
Untuk kata ‘cemar kain’ yang pertama (ay 20) NIV menterjemahkan ‘her period’ (= masa datang bulannya), sedangkan untuk kata ‘cemar kain’ yang kedua (ay 24) NIV menterjemahkan ‘her monthly flow’ (= aliran bulanannya).
Jadi kelihatannya yang dimaksudkan dengan ‘cemar kain’ itu adalah cairan darah yang dikeluarkan seorang perempuan pada saat datang bulan.
Dengan demikian Alkitab Fiman Allah menggambarkan segala kesalehan kita seperti kain kotor, dan sementara  dosa / kejahatan kita seperti cairan yang dikeluarkan oleh seorang perempuan pada saat mengalami datang bulan!
Merupakan suatu kemustahilan kalau kita berpikir bahwa dengan hal-hal menjijikkan itu kita bisa layak untuk masuk surga ! Satu saja dosa kita lakukan yaitu melanggar Hukum-Hukum Allah Yang Suci ( Keluaran 20 :1-17) sudah cukup untuk membawa kita ke Neraka ! Dan belum lagi dosa-dosa yang timbul di dalam hati dan pikiran kita yang tidak berkenan kepada Allah yang menajiskan diri kita dan juga menajiskan orang lain seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Markus 7:20-23. " Kata-Nya lagi : " Apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya,sebab dari dalam,dari hati orang,timbul segala pikiran jahat,percabulan,pencurian,pembunuhan,perzinahan,keserakahan,kejahatan,kelicikan,hawa nafsu,iri hati,hujat,kesombongan,kebebalan.Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang " ( Markus 7:20-23). 

Tetapi Alkitab menyaksikan bahwa setiap hari kita masih menambah hutang dosa-dosa kita kepada Allah :
  • “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.” ( Mazmur 130:3-4)
Dalam penyingkapan oleh Kitab Wahyu Tuhan Yesus, yang ditulis oleh Rasul Yohanes di Pulau Patmos memberitahukan kepada kita bahwa orang percaya yaitu umat Tuhan masuk sorga oleh kasih anugerah Allah melalui kurban pendamaian Kristus oleh darah-Nya (darah Anak Domba Allah) : "Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba" ( Wahyu 7:13-14)
Maksudnya adalah bahwa orang-orang yang selamat itu mereka masuk sorga bukan karena jasa-jasa mereka sendiri,sama seperti segala manusia,mereka adalah kotor oleh dosa-dosa mereka.Tetapi telah mencuci pakaian mereka dengan jalan menerima secara beriman kurban pendamaian Kristus.Demikianlah orang-orang percaya,yang sebagai orang berdosa telah mencuci jubah mereka yang cemar dengan jalan berlindung pada darah Yesus Kristus.Oleh karena itu mereka boleh berada di depan tahkta Allah di sorga.


Soli Deo Gloria

Doa : Bapa kami yang bertahta di dalam kerajaan Surga.Kami bersyukur buat kasih karunia dan anugerah keselamatan yang Engkau berikan di dalam Yesus Kristus Anak-Mu.Kami bersyukur bahwa di dalam Kristus kami beroleh penebusan yaitu pengampunan dosa oleh darah-Nya.Terimakasih buat Roh-Mu yang Kudus yang telah memerdekakan kami dari Hukum Dosa dan Hukum Maut,menyucikan dan menguduskan kami dan memberikan kami kehidupan yang kekal. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan bersyukur kepada-Mu..Amin.



Lagu Pujian Kidung Jemaat : No 36

“DIHAPUSKAN DOSAKU”



Di hapuskan dosaku
Hanya oleh darah Yesus
Aku pulih dan sembuh
Hanya oleh darah Yesus

                                                Refrein :
     Oh,darah Tuhanku
                                                                 Sumber Pembasuhku !
                                                                 Sucilah hidupku
                                                                 Hanya oleh darah Yesus


Pengampunan dosaku
Hanya oleh darah Yesus
Penyucian hidupku
Hanya oleh darah Yesus

Pendamaian bagiku
Hanya oleh darah Yesus
Bukan oleh amalku
Hanya oleh darah Yesus


Damai dan harapanku
Hanya oleh darah Yesus
Allah membenarkanku
Hanya oleh darah Yesus       




Tuesday, June 28, 2011

Makna Dan Tujuan Kebangkitan Dan Kenaikan Tuhan Yesus Al-Masih Ke Sorga

“Makna Dan Tujuan Kebangkitan Dan Kenaikan Tuhan Yesus Al-Masih Ke Sorga”

Oleh : Orlando I P Ginting, S.T.

Renungan Firman Tuhan : I Korintus  15:17 : “ Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu"



            Banyak orang yang berpendapat bahwa agama dan wahyu Tuhan yang benar adalah wahyu yang dapat diterima logika.Hal ini tidaklah benar karena agama Kristen bukanlah agama yang hanya disebut agama supranatural yang penuh dengan mujizat dan keajaiban, tetapi juga agama yang menggunakan akal budi,hati nurani,rasio,hikmat dan pengetahuan dalam beribadah kepada Tuhan.Dan tentunya sebagai orang percaya kita meyakini dan mengimani bahwa Alkitab adalah wahyu Tuhan Allah yang melampaui segala hikmat,filsafat dan pengetahuan manusia yang diinspirasikan oleh Roh Kudus.Firman Allah adalah sumber kebenaran yang tertinggi yang merupakan kebenaran Allah untuk keselamatan dan hidup yang kekal.

            Di dunia ini banyak sekali kita jumpai paham dan filsafat disekeliling kita yang menyangkali akan hakekat Allah yang berpribadi dan juga adanya kebangkitan orang mati.Manusia hanyalah sebuah eksistensi yang pada akhirnya akan lenyap dan musnah begitu saja.Paham tersebut mengajarkan bahwa manusia tidak memiliki roh dan jiwa yang kekal. Sehingga hakekat sorga ( tempat kebahagiaan yang kekal ) dan neraka ( tempat hukuman yang kekal ) tidak diyakini karena mereka menganggap bahwa Allah adalah kasih dan tidak mungkin Dia mengirimkan orang ke neraka.

Kota Korintus adalah sebuah kota kuno di Yunani yang kaya dan merupakan sebuah kota metropolitan pada jaman rasul Paulus.Kalau sekarang ini bisa kita bandingkan seperti : Jakarta,Singapura,Tokyo,New York,dsb. Kota Korintus  makmur secara materi dan masyarakatnya yang intelek (berpendidikan) tetapi angkuh dan sombong. Segala macam dosa merajalela di kota ini sehingga kota ini terkenal karena perbuatan cabul dan hawa nafsu.Begitu juga paham dan filsafat dunia ini memasuki kehidupan masyarakat kota Korintus. Sehingga kehidupan masyarakat kota Korintus berpusat pada materi dan mengejar kepuasan duniawi semata sehingga nilai-nilai moral Kristiani dan nilai-nilai kesucian hidup dianggap suatu momok dan penghalang dalam menjalani kehidupan.Rasul Paulus menulis suratnya kepada jemaat Korintus dan kepada para gembala sidang di gereja Korintus untuk memberikan prinsip rohani yang jelas dan kekal yang berisi pengajaran seperti : perjamuan kudus,perpecahan,karunia-karunia rohani, hidup membujang,pernikahan,nikah ulang,kebangkitan tubuh.

Iman Kristen berpusat pada karya Kristus yang bangkit mengalahkan kuasa dosa dan maut yaitu inkarnasi Firman Allah yang menjadi manusia,yang menderita,disalibkan,mati dan dibangkitkan.Semua manusia adalah keturunan Adam dan Hawa adalah manusia yang berdosa yang telah mewarisi dosa Adam.Manusia yang dilahirkan oleh Adam dan Hawa adalah manusia yang dikandung oleh dosa dan akan mengalami kematian jasmani dan rohani.Manusia tidak mampu untuk menyelamatkan dirinya dari murka dan hukuman Allah.Perbuatan baiknya tidak mampu untuk menyelamatkan dirinya dari kutukan dan murka Allah.Manusia berdosa akan binasa dan akan mengalami kematian jasmani dan rohani ibarat kapal yang perlahan-lahan tenggelam karam kedasar lautan. Tetapi oleh karena kasih anugerah Allah dan kasih karunia-Nya, Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal ( Firman Allah yaitu oknum ke 2 Allah Tritunggal yaitu Yesus Kristus ) menjadi manusia sebagai jalan pendamaian dan penebusan dosa kita manusia,sehingga barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.Kasih anugerah Allah ini telah dinyatakan di dalam Yesus Kristus. Sehingga di dalam Yesus Kristus, kita dilahirkan kembali oleh Roh Kudus dan Firman Allah.Di dalam Kristus kita beroleh penebusan dan pengampunan dosa oleh darah Kristus Anak Domba Allah. Di dalam Kristus kita beroleh keselamatan dan kehidupan yang kekal oleh Roh Kudus.

Alkitab menyaksikan bahwa sebagai orang percaya kita memiliki 2 warga negara di dunia ini  yaitu warga negara dimana kita berada (Indonesia,Malaysia,Singapura,dsb) dan juga sekaligus warga negara sorga.”Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,” ( Filipi 3:20 ).Kita bersyukur bahwa sekalipun kita hidup ditengah dunia yang penuh dengan penderitaan,pergumulan dan pencobaan ini,kita masih memiliki pengharapan.Firman Allah mengatakan bahwa pengharapan kita tidak mengecewakan.Tujuan hidup kita adalah sorga.Cepat atau lambat hidup kita yang fana ini akan segera berakhir dan kita  akan mengakhirinya.Tidak perduli apakah kita kaya,pintar (smart),terkenal,miskin,cantik,jelek,berpendidikan,bodoh,bangsawan,presiden,pejabat,dsb suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini dan akan hidup di dalam kekekalan.Hanya ada 2 tempat setelah mati yaitu : sorga atau neraka.

Oleh sebab itu melalui renungan ini biarlah kita diingatkan kembali bahwa kita memiliki pengharapan dan masa depan yang cerah  yaitu kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus.Tuhan Yesus berkata : “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” ( Yohanes 10:10 )

Tuhan Yesus telah menyelesaikannya bagi kita. Dia sudah naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan memerintah Alam Semesta ini. Dan pada hari kiamat Ia akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.Biarlah melalui renungan yang memaparkan makna dan tujuan kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ini membawa berkat bagi kita yaitu sukacita dan damai sejahtera.

Apakah makna dan tujuan kebangkitan Tuhan Yesus Al-Masih  bagi kita orang percaya ?


Makna dan tujuannya ialah : Kematian dan Kebangkitan Kristus menandai dan memaknai kemenangan Allah atas kuasa kegelapan (maut) dan kuasa dosa. Dalam Kematian Kristus Yesus, Allah masuk dan berperang melawan semua kuasa-kuasa yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, yang ada di dalam dunia nyata sekarang ini, maupun yang ada di dunia seberang sana. Perang Ilahi itu berakhir dalam KEBANGKITAN Kristus Yesus. Kebangkitan Kristus memproklamasikan kuasa Allah yang mampu menaklukkan kuasa kegelapan (maut) dan kuasa dosa. Itulah yang dirayakan sebagai hari kemenangan.

"Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." ( I Korintus 15:55-57 )



Apakah makna dan tujuan kenaikan Tuhan Yesus Al-Masih ke sorga bagi kita orang percaya ? 

Makna dan tujuannya ialah :


1) Untuk menyediakan tempat bagi kita di sorga yaitu di rumah Bapa Yang Mulia ( Yohanes 14:2)

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”( Yohanes 14:2 )


2) Duduk di sebelah kanan Allah menjadi Pembela bagi kita (Roma 8:34)

“Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” (Roma 8:34)


3) Untuk mengutus Roh Kudus yang akan dicurahkan bagi kita sebagai Penolong dan Penghibur bagi kita yang akan menyertai kita ( Yohanes 16:7)

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” ( Yohanes 16:7 )



4) Maknanya meskipun Yesus Al-Masih telah bangkit dan dimuliakan yaitu naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Dia tidak jauh dari kita. Justru karena Dia telah dimuliakan, Dia dapat menjadi Pengantara bagi kita yang sedang mengalami penderitaan.( Wahyu 1:17-18 )

Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” ( Wahyu 1:17-18)



Doa : Bapa surgawi,Bapa yang terkasih, ya Allah Abraham,Ishak dan Yakub,Allah Israel,Allah yang kami kenal dan kami sembah dan muliakan di dalam Kristus Yesus. Terimakasih ya Bapa bahwa Engkau telah memilih kami sebelum dunia ini dijadikan di dalam Kristus.Kami bersyukur bahwa Engkau telah menyediakan tempat bagi kami disorga melalui kebangkitan Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus yang telah mengalahkan kuasa dosa dan maut.Ajar dan bimbing kami untuk senantiasa bersyukur atas kasih karunia dan anugerah keselamatan yang Engkau beri. Bantu dan tolonglah kami untuk menjadi berkat di dunia ini dan bersaksi memberitakan keajaiban kasih-Mu.Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan bersyukur kepada-Mu…Amin. 



We Love Israel

We  Love Israel

Informasi Lowongan Kerja