Thursday, December 27, 2012

Aku Selamat Dan Sentosa Hanya Oleh Darah Yesus Tuhanku



“Aku Selamat Dan Sentosa Hanya Oleh Darah Yesus Tuhanku”

Oleh : Orlando I P Ginting, S.T.


“Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” ( Matius 26:26-28)


Mengenal Allah Sang Pencipta dan misi-Nya bagi manusia ciptaan-Nya adalah sukacita dan kebahagiaan yang terbesar bagi orang percaya. Pada saat Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Allah bersekutu dengan manusia di taman Eden. Tujuan Allah menciptakan manusia adalah supaya adanya persekutuan yang kekal antara Allah dan manusia. Tetapi manusia melanggar yang diperintahkan dan dilarang Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Akhirnya kematian rohani masuk kedalam hidup manusia dan seluruh keturunannya.Dan manusia terpisah dari Allah. Tetapi oleh karena kasih-Nya, Allah tidak membiarkan manusia mengalami kehancuran rohani dan jasmani dalam hidupnya. Dia bertindak untuk menebus manusia ciptaan-Nya.

Manusia adalah ciptaan Allah, Allah adalah Tuhannya, dan manusia wajib menghormati serta memuji Allah. Dalam Firdaus manusia memang hidup dalam persahabatan dengan Allah ( Bdk  Kej 3:8a). Ketika manusia berdosa, hal itu tidak bisa tidak menyakiti hati Tuhan. Persahabatan itu berbalik menjadi permusuhan. Tetapi Tuhan sendiri bertindak, supaya perbuatan berdosa manusia ciptaan-Nya ditebus (Roma 3:25). Tindakan itu mahal sekali bagi diri-Nya. Maka Dia hanya berbuat demikian karena Dia tetap mengasihi manusia, meskipun manusia itu telah berdosa. Karena itu, pembenaran kita berarti persahabatan yang semula telah dipulihkan kembali. Bukan karena perbuatan kita, melainkan karena perbuatan Allah di dalam Yesus Kristus ( Oleh Karya Penebusan Kristus).

Misi Allah ini mula-mula Allah sendiri telah menyatakannya di Taman Firdaus dari Injil Yang Kudus ( Kej 3:15).Kemudian Dia menyuruh para bapa leluhur yaitu Abraham ( Kej 22:18) dan para nabi yang kudus mengabarkannya. ( Kisah Rasul 10:43). Dan memperlihatkan bayangannya melalui kurban-kurban dan upacara-upacara lain menurut hukum Taurat Allah ( Ibrani 10:1). Akhirnya Dia menggenapi-Nya melalui Anak-Nya yang tunggal ( Roma 10:4).



Penebusan (Redemption):

Galatia 3:13; 1Korintus 6:20; Efesus 1:7 dengan latar belakang Keluaran 21:30. Kata ini berarti pembayaran harga yang dituntut oleh Allah yang suci bagi kelepasan orang percaya dari penindasan, hukuman, dan perbudakan dosa. Konsep penebusan punya indikasi sebagai berikut: ada yang harus ditebus, ada oknum yang kepadanya tebusan tersebut dibayarkan, ada orang yang membayarkan tebusan tersebut, dan ada alat untuk membayar tebusan tersebut. Siapa atau apa yang harus ditebus? Setiap orang yang berdosa berada di bawah perbudakan dosa dan di bawah murka Allah. Perbudakan dosa dan murka Allah inilah yang membuat manusia menderita. Jadi, kita manusia yang berdosalah yang perlu ditebus (Kol. 2:14; Rm. 3:19). Siapa yang menerima tebusan tersebut ? Allahlah yang menerima tebusan tersebut (Ef 5:2; bdg. Kej. 8:20,21). Kita ditebus dari kutuk hukum Taurat yang notabene dibuat oleh Allah (Gal. 3:13). Jadi, kita ditebus dari dosa sebab kuasa dosa adalah Hukum Taurat dan dari kekuasaan iblis sebab iblis berkuasa atas maut (kematian).(Bdk. Ibr 4:12).

Ada dua istilah penting yang dapat menjelaskan konsep ini. Konsep pertama ialah "propitiation", yakni menenteramkan melalui mempersembahkan kurban. Murka Allah berbalik dari seseorang. Konsep berikutnya ialah "expiation", yakni perbuatan yang membebaskan dari konsekuensi dosa. Siapakah yang membayarkan tebusan tersebut? Hanya Kristus. Dalam konteks Perjanjian Lama, seorang yang berdosa harus membawa kurban penebus dosa kepada Imam yang berhak menghadap Allah di tabut perjanjian. Jika itu berkaitan dengan dosa semua orang, harus ada Imam yang betul-betul kudus karena Allah adalah kudus (hanya yang kudus dan tak bercacat yang boleh menghadap Allah). Tidak ada satu manusia pun yang tidak di bawa kepada kutuk hukum Taurat, karena itu Kristus harus menjadi manusia dan menjadi satu- satunya Imam yang layak mempersembahkan kurban di hadapan Allah. Apa alat pembayaran tebusan tersebut? Tubuh dan darah Kristus sendiri (Bdk Ef. 1:7; 1 Tim. 2:6; latar belakang Perjanjian Lama mengharuskan kurban sebagai penebus salah/dosa). Inilah yang menjadi dasar pengharapan; kita dapat bebas dari murka dan hukuman Allah. Kita bebas dari perbudakan dosa.

Pendamaian (Reconciliation):

Bdk. 2 Korintus 5:18-21; Roma 5:8-21; Kolose 1:20-22; Efesus 2:14-16. Kata pendamaian menunjukkan bahwa sebenarnya ada oknum-oknum yang bermusuhan dan biasanya juga ada juru damai di antara oknum yang bermusuhan tersebut. Allah yang suci tidak mungkin didekati oleh orang yang berdosa. Sebab dosa adalah tindakan melawan kehendak dan ketetapan Allah (Hukum-Hukum Allah Yang Suci) secara sengaja. Jadi, orang yang berdosa adalah seteru atau musuh Allah.


Allah dan manusia perlu didamaikan. Mengapa perlu didamaikan? Sebab manusia adalah bagian dari Allah, atau lebih jelasnya manusia diciptakan oleh Allah, milik Allah. Karena itu, Ia harus membawa kembali ciptaan-Nya itu ke dalam tangan-Nya. Alasan berikutnya, manusia sesungguhnya tidak dapat hidup tanpa Allah. Manusia perlu bersekutu dengan Allah karena manusia memiliki unsur roh yang dihembuskan dari Allah Pencipta (Kej. 2:7; Pkh. 12:7). Artinya, manusia sesungguhnya dapat dikatakan sebagai manusia yang sejati apabila ia bersekutu dengan Allah, Penciptanya. Dalam perspektif inilah dasar pengharapan Kristiani diletakkan, yakni kita boleh menghampiri dan bersekutu dengan Allah kembali karena pendamaian yang dilakukan oleh Kristus. Pendamaian ini menghapuskan segala aib dan dosa manusia karena semua itu telah ditanggung oleh juru damai yaitu, Yesus Kristus. Tuhan Kristus, Tuhan Kehidupan membuat kita berdamai dengan Allah oleh Injil.

Pemulihan :

Manusia adalah gambar dan rupa Allah. Manusia yang berdosa adalah gambar Allah yang rusak. Persekutuan dengan Allah memungkinkan pemulihan kembali gambar Allah yang rusak itu. Hidup kita disempurnakan dari hari ke hari, dan pada waktu Yesus datang kedua kali, kita dinyatakan sempurna. Inilah dasar pengharapan kita, yakni dengan kematian Kristus kita diubahkan semakin lama semakin sempurna, semakin lama semakin baik di hadapan Allah. Proses ini mengandung unsur providensia/pemeliharaan Allah terhadap umat-Nya ( Bdk. Yoh. 17:11; 1Tes. 5:23; 1Ptr 1:5).

            Berbicara tentang Penebusan, Pengampunan dosa,Pendamaian dan Pemulihan, itu berbicara tentang “ darah “. Dalam Perjanjian Lama imam Yahudi (umat Israel) yaitu Imam Besar mempersembahkan kurban penebusan dosa dan pendamaian dengan memerciki kitab,kemah bait suci,semua alat ibadah dan umat dengan darah. “Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,” ( Ibrani 9:19). Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa : “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” (Ibrani 9:22).Dan Tuhan Yesus Kristus datang untuk menggenapinya dengan menjadi tebusan dosa bagi umat-Nya dan dunia : “Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.” (Ibrani 13:12)
            Berbicara tentang darah, itu berbicara tentang “nyawa”. Nyawa mahluk ada di dalam darahnya.Sebab itu setiap mahluk hidup yang bernyawa dan memiliki darah,akan mati bila darahnya telah habis.”Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” ( Imamat 17:11 ).
            Berbicara tentang nyawa itu berbicara tentang “kasih Allah” yang sangat besar dan tiada terukur dan terselami. Karena kasih Kristus hanya kita pahami sedalam-dalamnya kalau kita mengenalnya sebagai kasih Allah sendiri. Dan hanya dalam kasih Kristus yang mengasihi kita sampai ke kayu salib itu, kasih Allah sungguh-sungguh menyatakan diri. Tuhan Yesus berkata : “ Akulah Gembala Yang Baik, Gembala Yang Baik memberikan nyawa-Nya kepada domba-domba-Nya” ( Yohanes 10: 11 ). Dan kemudian Tuhan berkata lagi : “ Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang memberikan nyawa-Nya untuk sahabat-sahabat-Nya ( Yohanes 15:13 )    

Apakah berkat,anugerah,keajaiban dan kuasa dari darah Tuhan Yesus yang telah ditumpahkan bagi kita ?

Alkitab Firman Allah melalui penulis kitab Ibrani memberitahukan dan menyaksikan kepada kita sbb : “betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” ( Ibrani 9:14)

Di dalam dan oleh darah Kristus jelas kita melihat karya agung Allah yang ajaib dan mulia yaitu : Penebusaan dosa,Pengampunan dosa,Pendamaian,Pembenaran, Pemulihan dan Kehidupan Yang Kekal.

Berkat,anugerah,keajaiban dan kuasa darah Tuhan Yesus adalah sebagai berikut :

  1. Darah Yesus mengampuni dosa-dosa kita ( Matius 26:26-28)
  2. Darah Yesus menebus yaitu membayar lunas seluruh hutang dosa-dosa kita ( 1 Petrus 1:18-19)
  3. Darah Yesus menyucikan segala dosa dan kejahatan kita ( 1 Yohanes 1:7-9)
  4. Darah Yesus menguduskan/mentahirkan tubuh,roh dan jiwa kita dari kenajisan,pencemaran jasmani dan rohani dan dosa-dosa kita ( Ibrani 13:12, Ibrani 9:13-14 )
  5. Darah Yesus menanggalkan yaitu melepaskan segala dosa-dosa dan kejahatan kita ( Wahyu 1:5 )
  6. Darah Yesus membenarkan kita di hadapan Allah ( Roma 5 :9 )
  7. Darah Yesus melepaskan dan menebus kita dari cengkraman Iblis dan kuasa kegelapan ( Kolose 1:13-14)
  8. Darah Yesus menebus kita dari kutuk Hukum Taurat  ( Galatia 3:13 )
  9. Darah Yesus menyelamatkan kita dari murka Allah ( Roma 5:9) 
  10. Darah Yesus menyucikan hati nurani kita ( Ibrani 9:14)
  11. Darah Yesus memberikan kita pengharapan di dunia ini dan mendekatkan diri kita kepada Allah Yang Hidup ( Efesus 2:12-13) 
  12. Darah Yesus adalah jalan pendamaian bagi kita dengan Allah ( Roma 3:25)



Apakah perbuatan baik (perbuatan amal) dan kesalehan kita dapat menyelamatkan kita,membenarkan kita di hadapan Allah dan membawa kita ke sorga ?

Jawab : Tidak ! Mengapa ? Karena segala perbuatan amal,perbuatan baik dan kesalehan kita seperti kain kotor di hadapan Allah. Dan sementara perbuatan dosa dan kejahatan kita seperti lelehan kenajisan yang keluar dari mensturasi/haid bulanan wanita yang sangat menjijikan di hadapan Allah.
 “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.( Yesaya 64 : 6 a)
Perhatikan bahwa Yesaya bukan mengatakan ‘segala dosa kami seperti kain kotor’. Ia juga tidak mengatakan ‘sebagian kesalehan kami seperti kain kotor’. Yesaya mengatakan ‘segala kesalehan kami seperti kain kotor’.
Sekarang, kalau ‘segala kesalehan’ kita digambarkan seperti ‘kain kotor’ di hadapan Allah, bagaimana dengan ‘dosa’ kita? Perhatikan ayat di bawah ini.
“‘Hai anak manusia, waktu kaum Israel tinggal di tanah mereka, mereka menajiskannya dengan tingkah laku mereka; kelakuan mereka sama seperti cemar kain di hadapanKu”.( Yeh 36:17)
Dosa / kejahatan kita digambarkan seperti ‘cemar kain’. Apakah ‘cemar kain’ itu? NIV menterjemahkannya: ‘a woman’s monthly uncleanness’ (= kenajisan bulanan dari seorang perempuan).
Bandingkan juga dengan Imamat 15:20,24 - “(20) Segala sesuatu yang ditidurinya selama ia cemar kain menjadi najis. Dan segala sesuatu yang didudukinya menjadi najis juga. ... (24) Jikalau seorang laki-laki tidur dengan perempuan itu, dan ia kena cemar kain perempuan itu, maka ia menjadi najis selama tujuh hari, dan setiap tempat tidur yang ditidurinya menjadi najis juga”.
Untuk kata ‘cemar kain’ yang pertama (ay 20) NIV menterjemahkan ‘her period’ (= masa datang bulannya), sedangkan untuk kata ‘cemar kain’ yang kedua (ay 24) NIV menterjemahkan ‘her monthly flow’ (= aliran bulanannya).
Jadi kelihatannya yang dimaksudkan dengan ‘cemar kain’ itu adalah cairan darah yang dikeluarkan seorang perempuan pada saat datang bulan.
Dengan demikian Alkitab Fiman Allah menggambarkan segala kesalehan kita seperti kain kotor, dan sementara  dosa / kejahatan kita seperti cairan yang dikeluarkan oleh seorang perempuan pada saat mengalami datang bulan!
Merupakan suatu kemustahilan kalau kita berpikir bahwa dengan hal-hal menjijikkan itu kita bisa layak untuk masuk surga ! Satu saja dosa kita lakukan yaitu melanggar Hukum-Hukum Allah Yang Suci ( Keluaran 20 :1-17) sudah cukup untuk membawa kita ke Neraka ! Dan belum lagi dosa-dosa yang timbul di dalam hati dan pikiran kita yang tidak berkenan kepada Allah yang menajiskan diri kita dan juga menajiskan orang lain seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Markus 7:20-23. " Kata-Nya lagi : " Apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya,sebab dari dalam,dari hati orang,timbul segala pikiran jahat,percabulan,pencurian,pembunuhan,perzinahan,keserakahan,kejahatan,kelicikan,hawa nafsu,iri hati,hujat,kesombongan,kebebalan.Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang " ( Markus 7:20-23). 

Tetapi Alkitab menyaksikan bahwa setiap hari kita masih menambah hutang dosa-dosa kita kepada Allah :
  • “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.” ( Mazmur 130:3-4)
Dalam penyingkapan oleh Kitab Wahyu Tuhan Yesus, yang ditulis oleh Rasul Yohanes di Pulau Patmos memberitahukan kepada kita bahwa orang percaya yaitu umat Tuhan masuk sorga oleh kasih anugerah Allah melalui kurban pendamaian Kristus oleh darah-Nya (darah Anak Domba Allah) : "Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba" ( Wahyu 7:13-14)
Maksudnya adalah bahwa orang-orang yang selamat itu mereka masuk sorga bukan karena jasa-jasa mereka sendiri,sama seperti segala manusia,mereka adalah kotor oleh dosa-dosa mereka.Tetapi telah mencuci pakaian mereka dengan jalan menerima secara beriman kurban pendamaian Kristus.Demikianlah orang-orang percaya,yang sebagai orang berdosa telah mencuci jubah mereka yang cemar dengan jalan berlindung pada darah Yesus Kristus.Oleh karena itu mereka boleh berada di depan tahkta Allah di sorga.


Soli Deo Gloria

Doa : Bapa kami yang bertahta di dalam kerajaan Surga.Kami bersyukur buat kasih karunia dan anugerah keselamatan yang Engkau berikan di dalam Yesus Kristus Anak-Mu.Kami bersyukur bahwa di dalam Kristus kami beroleh penebusan yaitu pengampunan dosa oleh darah-Nya.Terimakasih buat Roh-Mu yang Kudus yang telah memerdekakan kami dari Hukum Dosa dan Hukum Maut,menyucikan dan menguduskan kami dan memberikan kami kehidupan yang kekal. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan bersyukur kepada-Mu..Amin.



Lagu Pujian Kidung Jemaat : No 36

“DIHAPUSKAN DOSAKU”



Di hapuskan dosaku
Hanya oleh darah Yesus
Aku pulih dan sembuh
Hanya oleh darah Yesus

                                                Refrein :
     Oh,darah Tuhanku
                                                                 Sumber Pembasuhku !
                                                                 Sucilah hidupku
                                                                 Hanya oleh darah Yesus


Pengampunan dosaku
Hanya oleh darah Yesus
Penyucian hidupku
Hanya oleh darah Yesus

Pendamaian bagiku
Hanya oleh darah Yesus
Bukan oleh amalku
Hanya oleh darah Yesus


Damai dan harapanku
Hanya oleh darah Yesus
Allah membenarkanku
Hanya oleh darah Yesus       




Sunday, February 13, 2011

Lagu Pujian : " Yang Lemah Dikuatkan "

Lagu Pujian 

“Yang Lemah Dikuatkan” 




Yang lemah dikuatkan
Yang miskin diperkaya            (2X )
Yang buta pun melihat
S’mua Dia buat bagiku


Ada bagian di dalam hidup kita yang tidak mampu kita lakukan tetapi Allah memampukan. Dan ada hal-hal dalam hidup kita yang tidak mungkin tetapi Allah memungkinkan. Oleh sebab itu justru di dalam kelemahan kita…Kuasa Allah menjadi nyata.


Reff:

Hosana… Hosana
Yesus mati bagiku
Hosana… Hosana
Dia bangkit bagiku

Oleh darah Anak Domba
Dihapuskan dosaku
Oleh anugrah Allah
Kau jadikanku anakMu


S’karang tenang jiwaku
Aman dalam tanganMu
Keslamatan pujianku
Yesus Kristus Pembebasku




Sunday, October 24, 2010

Alkitab Dan Ilmu Pengetahuan


Alkitab Dan Ilmu Pengetahuan

“Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah." ( Daniel 12:4 )

            Keyakinan kita kepada sesuatu haruslah mempunyai dasar yang kuat. Demikian juga keyakinan terhadap Alkitab. Bila kita mempercayai Alkitab sebagai buku yang berasal dari Tuhan ( Wahyu Allah yang diinspirasikan oleh Roh Kudus ), sudah selayaknya kita mempercayainya dengan jelas, apa yang kita percayai dan mengapa kita mempercayainya. Salah satu bukti mengapa kita mempercayai Alkitab ialah oleh karena Alkitab telah mendahului ilmu pengetahuan.
            Pengetahuan manusia makin lama makin bertambah. Kemajuan teknologi yang serba canggih bertambah dari waktu ke waktu. Apakah mungkin Alkitab telah mendahului ilmu pengetahuan sehingga kita dapat meyakini bahwa Alkitab benar berasal dari Allah ( Wahyu Allah ) ? Renungan kita hari ini akan membahas masalah ini. Pengetahuan apa yang telah didahului oleh Alkitab ? Banyak ! Kita boleh berbicara mengenai geofisika, astronomi, kesehatan, meteorologi, sejarah, ilmu sosial, bahkan beberapa cabang ilmu biologi seperti genetika, botani, fisiologi dsb. Banyak buku yang dapat ditulis untuk menunjukkan bagaimana Alkitab telah mendahului ilmu pengetahuan dalam berbagai ilmu tersebut. Untuk artikel yang sederhana ini, penulis memberikan contoh yang diambil dari Geofisika dan Astronomi.

I.                   Geofisika

Ilmu Geofisika ialah ilmu fisika yang mempelajari gejala-gejala geologis termasuk bidang-bidang seperti meteorologi dan oseanologi, serta berhubungan juga dengan bentuk, struktur dan sistem kekuatan bumi. Bagaimana pandangan para Ilmuwan Geofisika sehubungan dengan bentuk bumi ?

I.1.       Alkitab Telah Berbicara Tentang Kebulatan Bumi.

Selama puluhan abad, manusia meyakini bahwa bumi ini bentuknya datar seperti meja. Orang-orang Yunani memiliki pemikiran demikian. Oleh karena itu tidak heran, banyak yang khawatir berlayar terlalu jauh, sebab suatu waktu kapal akan terjatuh dari ujung meja dunia, serta musnah. Pada pihak lain orang Mesir kuno percaya bahwa seluruh dunia ini bentuknya seperti kotak, dan bumi adalah dasarnya. Orang Persia kuno juga menganggap dunia ini datar seperti perisai perang, sementara orang Amerika Tengah beranggapan bahwa bumi kita ini seperti sebuah balok yang besar.
Banyak juga keyakinan lain yang aneh yang dipercayai oleh manusia kuno, misalnya pemikiran yang berasal dari India, yang mengatakan bahwa dunia ini didukung oleh empat gajah, sedangkan gajah tersebut didukung oleh kura-kura besar yang berenang diantara bulatan kristal angkasa. Sebagian ahli perbintangan kuno Yunani mempercayai bahwa bumi ini berdiri di atas tiang, yang terletak pada bahu seorang raksasa yang dikenal dengan nama Atlas.
Dari semua pemikiran diatas, tidak terdapat gagasan yang mengatakan bahwa bumi ini bulat. Seorang yang akhirnya mengatakan bahwa bumi ini bulat ialah Colombus. Kapan Colombus membuktikan teorinya tentang kebulatan bumi ? Ia  membuktikannya pada tahun 1492 dengan ditemukannya benua Amerika, lebih kurang 500 tahun yang lalu. Namun yang apa yang dikatakan Alkitab jauh sebelum itu ? Nabi Yesaya ( Yesaya 40:22 ) menulis sebagai berikut :

  • “Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!” ( Yesaya 40:22 )

Walaupun dalam bahasa Inggris kata “bulat” disebut “circle”, yang umumnya diartikan “lingkaran”, ternyata sesuai dengan bahasa aslinya, yaitu bahasa Ibrani, kata yang digunakan ialah kata “khug”, yang artinya “bulat”. Dengan demikian Nabi Yesaya telah menyebutkan bahwa bumi ini bulat. Kapankah buku kitab Yesaya ini ditulis ? Sesuai dengan berbagai penelitian, dinyatakan bahwa buku tersebut ditulis sekitar tahun 660 Sebelum Masehi (SM), atau lebih dari 2600 tahun yang lalu. Fakta ini jelas menunjukkan bahwa Alkitab telah mendahului Ilmu Pengetahuan.

I.2.       Bumi Bergantung Di Tempat Hampa (Alkitab Telah Berbicara Tentang Gaya Gravitasi).

Alkitab juga berkata bahwa :  “ Allah membentangkan Utara di atas kekosongan dan menggantungkan bumi pada kehampaan” ( Ayub 26:7 ). Ini merupakan salah satu bukti lain dari Ilmu Pengetahuan abad ke 20. Sekarang ini diketahui Hukum Gravitasi Newton yang menjelaskan bagaimana setiap benda di jagad raya saling mempunyai daya tarik satu sama lain, sehingga terjadi keseimbangan di gugusan tata surya kita. Bumi kita berotasi pada porosnya dan juga berevolusi pada garis edarnya (orbitalnya). Namun adanya kekuatan gravitasi akibat daya tarik bumi terhadap matahari itu, sama sekali tidak ada yang dapat menjelaskan. Semuanya hanya pendefenisian saja. Sebab tidak seorangpun mengetahui bagaimana gravitasi itu bekerja. Bagaimana sesuatu yang misterius, yakni adanya “ aksi dari kejauhan” yang dapat memelihara bumi yang jaraknya 93 juta mil, dari matahari, sama sekali tidak diketahui. Tidak ada satu penjelasan yang lebih tepat daripada Alkitab yang mengatakan : “ Ia (Allah)….menggantungkan bumi pada kehampaan…..” Alkitab telah mengatakannya pada tahun 1445 sebelum masehi (SM), sekitar 3500 tahun yang lalu…Puji Tuhan.! Haleluya.

II.                Astronomi

Berbicara tentang Astronomi atau Ilmu Perbintangan, manusia telah menaruh perhatian kepada perbintangan sejak puluhan abad yang lalu.  Dalam hal apa saja Alkitab mendahului Ilmu Pengetahuan di bidang Astronomi ?


II.1.     Berapakah Jumlah Bintang Di Langit Alam Semesta Kita ? Dan Berapakah Luasnya Alam Semesta Kita ?

Untuk mengukur luas langit para ahli astronomi menggunakan satuan cahaya. Kecepatan cahaya dalam 1 detik adalah 300.000 km. Jarak dari bumi ke bulan 450.000 km ditempuh cahaya dalam waktu 1,5 detik. Jarak dari bumi ke matahari 149.juta km di tempuh cahaya dalam waktu 8 menit. Perhitungan kecepatan cahaya yang digunakan untuk mengukur luas langit atau alam semesta kita ini adalah seperti pada data dibawah ini. Konon menurut para ahli astronomi jarak bintang terjauh yang dapat dilihat dengan peneropong bintang Huble dewasa ini adalah 14 milyar tahun cahaya. Sulit bagi kita untuk membayangkannya. Cahaya yang memiliki kecepatan 300.000 km /detik jika dipancarkan dari bumi ini diperkirakan baru sampai ketepian alam semesta setelah 14 milyar tahun.


Perhitungan Kecepatan Cahaya


Kecepatan Cahaya Dalam Ruang Hampa : 300.000 km/detik
Jarak Tempuh 1 Menit Cahaya : 300.000x 60 = 18.000.000 km
Jarak Tempuh 1 jam Cahaya =  60x 18.000.000 = 1.080.000.000 km
Jarak Tempuh 1 Hari Cahaya = 24x 1.080.000.000 = 25.920.000.000 km
Jarak Tempuh 1 Tahun Cahaya = 360x 25.920.000.000 = 9.331.200.000.000 km

Jarak Tempuh 1 Tahun Cahaya adalah : 9,3312 triliun km
Bintang Terdekat Ke Bumi berjarak : 4,3 tahun cahaya
Bintang Terjauh Yang Dapat Dideteksi Telescope Huble : 14 milyar tahun cahaya.

Ilmu astronomi menggambarkan struktur bintang dilangit sebagai berikut. Matahari adalah bintang terdekat kepada kita. Matahari dikelilingi oleh 9 buah planet yang berkeliling disekitar matahari. Sembilan planet berikut asteroid dan komet yang beredar disekitar matahari termasuk dalam keluarga matahari. Keluarga matahari bersama 200 milyar bintang lainnya yang setara atau bahkan lebih besar dari matahari berkumpul dalam suatu keluarga yang disebut Galaksi. Matahari kita ini berada dalam salah satu dari lengan Galaksi Bima sakti (Milkyway). Galaksi Bima sakti dengan beberapa Galaksi lain diantaranya Galaksi Andromeda membentuk sebuah kelompok Galaksi yang disebut Cluster. Ribuan cluster ini akan membentuk satu kelompok yang disebut super cluster. Super cluster yang berisi ribuan cluster ini bertebaran di alam semesta membentuk jagat raya yang maha luas.
Menurut Ilmuwan, Bumi kita dibandingkan dengan jumlah bintang dilangit hanya bagaikan sebutir debu yang sangat halus ditengah Gurun pasir Sahara. Jumlah bintang dilangit yang setara dan lebih besar dari matahari sangat banyak dan sulit dihitung dengan angka. Alkitab telah berkata, :

  • “…Seperti tentara langit tidak terbilang….” ( Yeremia 33:22 )

  • “Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." ( Kejadian 15:5 )
  • “maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. ( Kejadian 22:17 )

Ini menujukkan bahwa bintang-bintang di langit adalah perkara yang tidak dapat dihitung yang juga benar-benar dapat merefleksikan sebutan “ seperti pasir di tepi laut”.
Tahukah anda berapa luas alam semesta kita ? Menurut ilmuwan NASA luasnya tidak dapat dihitung ( Maha Luas ). Jumlah bintang-bintangnya pun sulit dihitung dengan angka ( tidak terhitung ). Jika dihitung semua pasir yang ada di seluruh pantai, gurun dan permukaan bumi ini,maka jumlah bintang dilangit jauh lebih banyak dari itu. Maha Besar Allah di dalam  Yesus Kristus Tuhan kita. ( Kolose 1 :15-19 ).


II.2.     Tata Surya

            Dalam mempelajari tata surya yang kita miliki, banyak orang menyalahkan Alkitab sehubungan dengan Mazmur 19. Berbicara tentang matahari, pemazmur berkata, : “ Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain ; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya “ ( Mazmur 19 : 7 ). Banyak pengkritik yang mengatakan bahwa ayat ini berdasarkan pengertian yang tidak ilmiah, sebab pada dasarnya bukanlah matahari yang mengelilingi bumi, melainkan bumilah yang mengelilingi matahari.
            Dalam pengertian praktis sekarang ini, kita tetap menggunakan istilah “ matahari terbit” atau “matahari terbenam”, sebab itulah yang kita lihat pada pagi hari dan petang hari. Namun dalam fakta yang sebenarnya, kata-kata pemazmur ini lebih ilmiah daripada yang banyak diketahui orang sekarang ini. Penelitian dari para ahli perbintangan modern menunjukkan bahwa memang matahari benar-benar berotasi dan berevolusi. Matahari berputar mengelilingi porosnya (sumbunya) dan juga berevolusi bergerak mengelilingi pusat Bima Sakti ( MilkWay) di dalam suatu orbital raksasa yang memerlukan waktu 2 juta abad untuk menyelesaikannya, dengan kecepatan tinggi, yaitu 900.000 km/jam. Lebih lanjut sekarang ini sudah diketahui bahwa galaksi kita ( galaksi Bima Sakti) bergerak menuju galaksi lainnya. Dengan demikian adalah benar bahwa matahari bergerak dari satu ujung langit menuju langit lainnya, yang mana menujukkan kebenaran Alkitab telah mendahului Ilmu Pengetahuan. ( Maha Benar Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan kita).
            Beberapa hal yang telah disebutkan di atas hanya merupakan contoh dari begitu banyak prinsip penting yang menujukkan bahwa Alkitab benar-benar telah mendahului berbagai cabang Ilmu Pengetahuan. Dengan demikian, sudah selayaknya kita berpaling kepada Sumber Alkitab yang merupakan Sumber Ilmu Pengetahuan, yaitu Allah Pencipta Langit dan Bumi.

Soli Deo Gloria
          

Friday, September 24, 2010

Mahluk Apapun Tidak Dapat Memisahkan Kita Dari Kasih Allah


Mahluk Apapun Tidak Dapat Memisahkan Kita
 Dari Kasih Allah


“ Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”. ( Roma 8 : 38-39 )

            Bapak  saya adalah seorang pengajar di Universitas dengan jurusan Sastra Inggris. Beliau termasuk salah satu pengajar/dosen yang cerdas karena pernah ada tawaran untuk bekerja di perusahaan asing Mobile Oil (Perusahaan Pertambangan Minyak Luar Negri). Tetapi dia memilih untuk tetap mengajar di Universitas Negri. Banyak buku-buku pelajaran bahasa Inggris dalam tingkat mahasiswa yang ditulisnya. Saya juga bangga punya orang tua seperti beliau sebagai pengajar dan pendidik yang pintar. Dalam perjalanan hidupnya orang tua saya itu bukanlah orang yang aktif di gereja. Tetapi pada masa mudanya dulu saya dengar cerita dari orang sekampungnya dan adik-adiknya bahwa dia sering membawa dan mengajak orang untuk pergi ke gereja setelah Injil (Kabar Sukacita) masuk ke Tanah Karo. Bapak saya di baptis dan jemaat di GBKP ( Gereja Batak Karo Protestan). Tetapi kita memang tidak bisa menjengkal keimanan seseorang. Dan memang ketika bapak saya ini sakit, dia sangat kecewa sama Tuhan karena sakitnya tidak kunjung sembuh. Sudah banyak KKR ( Kebaktian Kebangunan Rohani ) dikunjungi dan berobat ke dokter. Bahkan dia pernah berkata bahwa Tuhan Yesuslah yang membuat penyakitnya. Dan setelah saya renungkan kembali perjalanan hidupnya, karena saya orang yang sering mendoakan beliau ketika saya pulang dari luar kota, saya melihat bahwa Allah masih terus memelihara iman percayanya. Buktinya waktu dia sakit, dokter di rumah sakit Angkatan Udara Medan yang beragama Islam, meminta dia untuk tidak berdoa kepada Tuhan Yesus dan hanya kepada Allah saja. Akibatnya orang tua saya itu tidak mau lagi berobat kesana dan dia putuskan untuk berhenti. Penyakitnya adalah tidak dapat tidur, jantung berdebar-debar, sering cemas dan ada penyakit diabetes. Dia tidak dapat tidur setelah giginya dicabut oleh dokter gigi. Dan harus dibantu oleh obat tidur selama bertahun-tahun agar dia dapat tidur. Pernah juga dia ditawarkan oleh pihak Universitas tempat dimana dia mengajar untuk menjadi Dekan Fakultas Sastra Inggris di Universitas Islam asalkan dia mau mengganti kepercayaannya dan masuk Islam. Tetapi dia menolak semua itu dan bapak saya tetap seorang beriman sampai akhir hidupnya.
Saya merasakan penderitaan hidup yang dialaminya adalah bagian dari proses pendewasaan iman yang Allah kerjakan untuk keselamatannya sehingga dia pernah berkata bahwa dia yakin suatu saat nanti “Tuhan Yesus” akan menyembuhkannya. Saya selalu membawa bapak saya dalam doa saat teduh dan doa syafaat untuk keselamatan dan kesembuhannya. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Bapak saya menderita sakit selama kurang lebih 14 tahun. Dan menurut kesaksian ibu saya, dan adik-adik saya di rumah saat dia mau pergi meninggalkan kami selamanya, dia sempat muntah darah. Bahkan dia (bapak saya) yang menguatkan kami supaya jangan takut. Puji Tuhan setelah beberapa hari bapak saya meninggal dunia, Tuhan memberikan suatu visi penglihatan kepada adik saya yang paling kecil. Dimana dia melihat bapak saya dijemput dan dikawal para malaikat yang sangat terang seperti matahari. Malaikatnya banyak berkeliling dan besar-besar pakai jubah putih serta bersayap yang sayapnya berkepak-kepak siap terbang dan mengawal serta membawa bapak saya ke surga.Bapak saya dalam penglihatan yang diberikan Allah kepada adik saya terlihat sangat sukacita sekali, tertawa dan wajahnya sehat sekali, bersinar/bercahaya, seperti muda dan memakai jubah putih sampai kelantai. Dalam penglihatan itu seakan-akan ada suara yang berkata “ baik-baik ya kamu Sri (nama adik saya), nanti kamu juga akan kesini “. Lalu terbangunlah adik saya dari mimpi penglihatan yang begitu nyata. Ketika saya menerima kesaksian ini dari adik saya, saya sangat sukacita sekali dan menangis atas kebaikan Allah yang memelihara iman percaya bapak saya sampai maut/kematian menjemputnya. Dalam pengalaman mimpi penglihatan tersebut saya menangkap maksud Tuhan Allah kepada kami. Dia berkomunukasi kepada kami melalui mimpi penglihatan itu bahwa orang tua kami (bapak saya) aman dalam perlindungan dan kasih-Nya yang kekal dan sekarang sudah ada bersama dengan Dia di sorga yang mulia.
Kasih kita kepada Allah mungkin goncang, dan memang sering demikian, oleh karena  kasih kita bergantung pada gairah dan keadaan yang berubah. Tetapi kasih Allah kepada kita senantiasa tetap. Tidak ada satupun dalam jagad raya ini yang dapat memisahkan kita daripada-Nya ! Maka sekedar untuk meyakinkan bahwa kita memahami kebenaran yang besar ini, Rasul Paulus mengatakan “….aku yakin….” sering kali disebutkan Rasul Paulus dalam surat-suratnya ( Roma 14:14, Roma 15:14, 2 Timotius 1:5,12 ) dimana kata-kata ini menunjukkan keyakinan yang teguh, kepastian yang penuh percaya ( Terjemahan Baru (TB) “saya percaya sekali”), yang hanya berdasarkan kasih Allah, yang ada dalam Yesus Kristus. Dan untuk menemukan hal ini lebih jauh, Rasul Paulus membuat daftar musuh-musuh yang  mungkin mencoba memutuskan kita (umat Kristen) dari kasih Allah. Ia menyebut : “ kesusahan, malapetaka, kemiskinan, bahaya, kelaparan, penderitaan fisik yang mengerikan (penyakit), bahkan pedang yang mengacu pada penganiayaan yang tertinggi dan terakhir, yaitu pembunuhan atas diri orang Kristen”. Kita diberitahu bahwa itu semua tidak berkuasa menyangkal kasih Allah.
Dan sebagaimana halnya penderitaan fisik tidak dapat memutuskan kita dari kasih Allah, demikian pula kuasa-kuasa roh. “ Kuasa-kuasa, baik yang ada di atas, baik yang ada di bawah, ataupun sesuatu mahluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah” ( Roma 8:39). “ Malaikat-malaikat “ dan “pemerintah-pemerintah”  adalah kuasa-kuasa yang berkali-kali disebut Rasul Paulus dalam surat-suratnya. Nama-nama itu terkenal dalam agama Yahudi zaman itu sebagai golongan malaikat.  Dalam surat-surat Paulus kadang-kadang artinya positif ( Kolose 1:16, Kolose 2:10 ) atau netral ( Efesus 1:21 ), sebagai sebutan pelayan-pelayan Tuhan yang melaksanakan tugas yang telah mereka terima dari-Nya dalam mengatur alam semesta ini. Tetapi peranannya sering juga negatif ( 1 Kor 15:24, Efesus 6:12 ) sehingga mereka digambarkan sebagai kuasa-kuasa jahat yang harus ditolak oleh orang Kristen yaitu Iblis dan malaikat-malaikatnya yang membrontak kepada Allah ( Wahyu 12:9 ). Iblis dan malaikat-malaikatnya adalah roh-roh yang berkuasa, tetapi tidak Maha Kuasa. Ia sama sekali tidak berdaya merenggut anak-anak Allah dari pada-Nya. Rasul Paulus katakan : “…Tidak ada kuasa atau sesuatu mahluk yang namanya masih ciptaan yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah”.
Karena itu, mahluk apapun yang namanya masih ciptaan Allah, tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Artinya, mahluk apapun tidak mampu membawa kita kembali ke dalam cengkraman dosa dan maut ( Roma 5:12-21), ke bawah hukuman Allah (Roma 3:9-20). Sebab Allah, Yang Maha Kuasa di dalam Kristus telah menyelamatkan kita darinya. Karena kasih Kristus hanya kita pahami sedalam-dalamnya kalau kita mengenalnya sebagai kasih Allah sendiri. Dan hanya dalam kasih Kristus yang mengasihi kita sampai ke kayu salib itu, kasih Allah sungguh-sungguh menyatakan diri.
Yesus Kristus adalah tempat kasih Allah, bagi orang berdosa menyatakan diri. Di dalam Dia kasih itu telah mengalahkan semua kuasa yang ingin menghukum manusia dan yang menyia-nyiakan seluruh ciptaan. Kalau orang percaya berada “dalam Yesus Kristus”, di situ mereka menemukan dan menikmati kasih itu.

Kasih Allah jauh lebih banyak.
Daripada yang lidah atau pena dapat ceritakan.
Ia melampaui bintang yang tertinggi
Dan mencapai neraka yang paling dalam

Meskipun Kristus telah bangkit dan dimuliakan, Dia tidak jauh dari kita. Justru karena Dia telah dimuliakan, Dia dapat menjadi Pengantara bagi kita yang sedang mengalami penderitaan. Maka seorang Kristen tidak usah putus asa, tidak juga perlu mengucilkan diri dari kenyataan di sekitarnya dengan maksud memelihara ketentraman batin. Ia dapat memuji Allah di tengah penderitaan dunia ini sambil turut merasakan dan menanggung penderitaan itu.

Dari Dia yang begitu mengasihiku sekarang,
Tak satu kuasa pun dapat memisahkan jiwaku.
Akankah hidup atau maut, atau dunia atau neraka ?
Tidak, aku adalah milik-Nya selama-lamanya !


Doa :  Terimakasih Tuhan Yesus atas kasih-Mu yang abadi. Amin.


Renungan dan Kesaksian oleh : Orlando I P Ginting, S.T.


Lagu Pujian ( Kidung Jemaat No. 410 )

TENANGLAH KINI HATIKU



Tenanglah kini hatiku.
Tuhan memimpin langkahku.
Ditiap saat dan kerja
Tetap kurasa tangan-Nya.

Refrein : Tuhanlah yang membimbingku.
                Tanganku dipegang teguh.
                Hatiku berserah penuh
                Tanganku dipegang teguh

Tak kusesalkan hidupku
Betapa juga nasibku
Sebab Engkau tetap dekat
Tangan-Mu kupegang erat

Pabila tamat tugasku
Kaub’rikan kemenangan-Mu
Tak kutakuti maut seram
Sebab tanganku Kau genggam



Thursday, August 5, 2010

Memulai Setiap Hari Dengan Sujud Kepada Tuhan


Memulai Setiap Hari Dengan Sujud Kepada Tuhan

“Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku. Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu. Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau”. ( Mazmur 5:8-11 )


            Menjalani kehidupan di hari baru tidak selalu mudah. Apalagi, banyak tugas  menanti serta banyak tantangan dan seteru siap menghadang. Oleh sebab itu kita butuhkan kekuatan khusus agar mampu menjalani dan menghadapi semuanya.
            Untuk memperoleh kekuatan khusus tersebut maka kita harus membiasakan diri memulai kehidupan kita di hari baru setiap pagi, dengan masuk hadirat Tuhan dan menyembah serta berdoa syukur dan memohon kepada-Nya.
            Kita berdoa mengucap syukur karena Tuhan dengan kasih setia-Nya yang besar telah menjaga, bahkan memberkati kita pada saat istirahat tidur kita di malam hari sampai dibangunkan di pagi hari. Ingat Firman Tuhan ini, kasih setia Tuhan selalu baru setiap pagi.

  • “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” ( Ratapan 3:22-23 )

Dan Firman-Nya lagi, Tuhan memberi berkat kepada kita yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

  • “ Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah -- sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur”. ( Mazmur 127:2 )

Kita berdoa memohon di pagi hari agar setiap langkah kita menjalani kehidupan sepanjang hari dituntun oleh Tuhan dengan keadilan-Nya. Artinya, Tuhan akan berbuat adil kepada kita dengan menghalau orang-orang yang ingin berbuat tidak adil kepada kita. Kita juga memohon agar Tuhan berjalan di depan daan meratakan jalan untuk kita. Sehingga kita akan selalu berjalan di jalan yang rata, dan tidak termakan rayuan kebohongan orang-orang yang ingin membelokkan jalan kita dari mengikuti Tuhan di jalan yang telah diratakan-Nya.
Begitulah cara pemazmur memulai hari-hari hidupnya ketika menyadari kasih Tuhan yang besar saat ia bangun di pagi hari. Dengan cara memulai setiap pagi hari dalam sikap sujud menyembah dan berdoa kepada Tuhan di pagi hari maka kita akan mengalami kekuatan yang luar biasa, yang memampukan kita melakukan semua aktifitas kita tanpa takut terhadap seteru yang mau mencelakakan kita. Maka jadikanlah ruang tidur kita, hadirat Tuhan, agar setiap kita bangun, khusus di pagi hari, kita sujud menyembah dan berdoa kepada Tuhan.

Doa :   Bapa surgawi, ajar dan bimbinglah kami anak-anak-Mu senantiasa untuk memulai hari-hari hidup kami setiap pagi dengan datang ke hadirat Tuhan, mengucap syukur, berdoa, memuji dan menyembah-Mu oleh karena kasih setia-Mu dan rahmat-Mu yang besar. Di dalam nama Tuhan Yesus Firman Yang Hidup, kami berdoa dan memohon kepada-Mu, Amin.






Tuesday, June 8, 2010

Hikmat Untuk Menerima Ketetapan Allah


Hikmat Untuk Menerima Ketetapan Allah

“Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh. Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu. Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari. Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya. Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya? Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.” ( Pengkhotbah 7:8-14 )

            Pernakah saudara mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan ketika sakit, mengalami kegagalan dalam studi atau bisnis ? Sangat jarang orang mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan ketika dirinya sakit dan mengalami kegagalan, entah itu studi, pekerjaan, dll. Biasanya orang mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan ketika mereka sembuh dari sakit atau berhasil dalam studi, bisnis atau karier. Sebagai orang-orang beriman seharusnya kita menerima dengan ucapan syukur semua yang Tuhan kehendaki terjadi dalam hidup kita, baik itu keberhasilan maupun kegagalan.
            Dalam pelayanannya sebagai seorang pemberita Injil, Rasul Paulus mengalami banyak kesukaran dan penderitaan. Penderitaan Paulus begitu berat sehingga membuat dirinya merasa bahwa ajalnya sudah sangat dekat. Rasul Paulus menerima penderitaannya itu sebagai bagian dari rencana Tuhan bagi dirinya. Karena itu sekalipun sangat menderita, Paulus masih mampu mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan.
  • “Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” ( 2 Korintus 1:8-9 )

Ketika Allah menghendaki “sesuatu” terjadi dalam hidup kita, kita tidak bisa mengatakan kepada-Nya, “ Saya tidak mau Tuhan !” atau “Jangan Tuhan…” atau “ Saya belum siap Tuhan”.  Mau tidak mahu, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, kita harus menerimanya, sekalipun itu adalah sebuah penderitaan atau beban hidup yang sangat berat. Pengkhotbah berkata : “ Perhatikanlah pekerjaan Allah ! Siapakah yang dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya ?” ( Pengkhotbah 7:13 ). Kita tidak dapat mengubah atau membatalkan rencana Tuhan. Kita harus menerimanya sebagai sebuah realita yang tidak dapat dihindari. Maka yang harus kita lakukan adalah seperti Rasul Paulus lakukan : “Mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan”, karena percaya bahwa dibalik penderitaan, ada sukacita yang Tuhan siapkan bagi kita. Untuk itu kita harus berdoa memohon hikmat dari Tuhan.



Soli Deo Gloria

Doa : 

Bapa surgawi ajarlah kami ya Tuhan agar selalu mempercayakan-Mu dalam mengatur hidup kami. Mampukan kami untuk dapat menerima ketetapan-Mu dan rencana-Mu sehingga hidup kami sesuai dengan rencana dan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami dan berdoa dan bersyukur kepada-Mu. Amin

Sumber :  Sabda Bina Umat ( Renungan Pagi Dan Malam ) GPIB



We Love Israel

We  Love Israel

Informasi Lowongan Kerja