Thursday, December 27, 2012

Aku Selamat Dan Sentosa Hanya Oleh Darah Yesus Tuhanku



“Aku Selamat Dan Sentosa Hanya Oleh Darah Yesus Tuhanku”

Oleh : Orlando I P Ginting, S.T.


“Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” ( Matius 26:26-28)


Mengenal Allah Sang Pencipta dan misi-Nya bagi manusia ciptaan-Nya adalah sukacita dan kebahagiaan yang terbesar bagi orang percaya. Pada saat Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Allah bersekutu dengan manusia di taman Eden. Tujuan Allah menciptakan manusia adalah supaya adanya persekutuan yang kekal antara Allah dan manusia. Tetapi manusia melanggar yang diperintahkan dan dilarang Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Akhirnya kematian rohani masuk kedalam hidup manusia dan seluruh keturunannya.Dan manusia terpisah dari Allah. Tetapi oleh karena kasih-Nya, Allah tidak membiarkan manusia mengalami kehancuran rohani dan jasmani dalam hidupnya. Dia bertindak untuk menebus manusia ciptaan-Nya.

Manusia adalah ciptaan Allah, Allah adalah Tuhannya, dan manusia wajib menghormati serta memuji Allah. Dalam Firdaus manusia memang hidup dalam persahabatan dengan Allah ( Bdk  Kej 3:8a). Ketika manusia berdosa, hal itu tidak bisa tidak menyakiti hati Tuhan. Persahabatan itu berbalik menjadi permusuhan. Tetapi Tuhan sendiri bertindak, supaya perbuatan berdosa manusia ciptaan-Nya ditebus (Roma 3:25). Tindakan itu mahal sekali bagi diri-Nya. Maka Dia hanya berbuat demikian karena Dia tetap mengasihi manusia, meskipun manusia itu telah berdosa. Karena itu, pembenaran kita berarti persahabatan yang semula telah dipulihkan kembali. Bukan karena perbuatan kita, melainkan karena perbuatan Allah di dalam Yesus Kristus ( Oleh Karya Penebusan Kristus).

Misi Allah ini mula-mula Allah sendiri telah menyatakannya di Taman Firdaus dari Injil Yang Kudus ( Kej 3:15).Kemudian Dia menyuruh para bapa leluhur yaitu Abraham ( Kej 22:18) dan para nabi yang kudus mengabarkannya. ( Kisah Rasul 10:43). Dan memperlihatkan bayangannya melalui kurban-kurban dan upacara-upacara lain menurut hukum Taurat Allah ( Ibrani 10:1). Akhirnya Dia menggenapi-Nya melalui Anak-Nya yang tunggal ( Roma 10:4).



Penebusan (Redemption):

Galatia 3:13; 1Korintus 6:20; Efesus 1:7 dengan latar belakang Keluaran 21:30. Kata ini (penebusan) berarti pembayaran harga yang dituntut oleh Allah yang suci bagi kelepasan orang percaya dari penindasan, hukuman, dan perbudakan dosa. Konsep penebusan punya indikasi sebagai berikut: ada yang harus ditebus, ada oknum yang kepadanya tebusan tersebut dibayarkan, ada orang yang membayarkan tebusan tersebut, dan ada alat untuk membayar tebusan tersebut. Siapa atau apa yang harus ditebus? Setiap orang yang berdosa berada di bawah perbudakan dosa dan di bawah murka Allah. Perbudakan dosa dan murka Allah inilah yang membuat manusia menderita. Jadi, kita manusia yang berdosalah yang perlu ditebus (Kol. 2:14; Rm. 3:19). Siapa yang menerima tebusan tersebut ? Allahlah yang menerima tebusan tersebut (Ef 5:2; bdg. Kej. 8:20,21). Kita ditebus dari kutuk hukum Taurat yang notabene dibuat oleh Allah (Gal. 3:13). Jadi, kita ditebus dari dosa sebab kuasa dosa adalah Hukum Taurat dan dari kekuasaan iblis sebab iblis berkuasa atas maut (kematian).(Bdk. Ibr 4:12).

Ada dua istilah penting yang dapat menjelaskan konsep ini. Konsep pertama ialah "propitiation", yakni menenteramkan melalui mempersembahkan kurban. Murka Allah berbalik dari seseorang. Konsep berikutnya ialah "expiation", yakni perbuatan yang membebaskan dari konsekuensi dosa. Siapakah yang membayarkan tebusan tersebut? Hanya Kristus. Dalam konteks Perjanjian Lama, seorang yang berdosa harus membawa kurban penebus dosa kepada Imam yang berhak menghadap Allah di tabut perjanjian. Jika itu berkaitan dengan dosa semua orang, harus ada Imam yang betul-betul kudus karena Allah adalah kudus (hanya yang kudus dan tak bercacat yang boleh menghadap Allah). Tidak ada satu manusia pun yang tidak di bawa kepada kutuk hukum Taurat, karena itu Kristus harus menjadi manusia dan menjadi satu- satunya Imam yang layak mempersembahkan kurban di hadapan Allah. Apa alat pembayaran tebusan tersebut? Tubuh dan darah Kristus sendiri (Bdk Ef. 1:7; 1 Tim. 2:6; latar belakang Perjanjian Lama mengharuskan kurban sebagai penebus salah/dosa). Inilah yang menjadi dasar pengharapan; kita dapat bebas dari murka dan hukuman Allah. Kita bebas dari perbudakan dosa.

Pendamaian (Reconciliation):

Bdk. 2 Korintus 5:18-21; Roma 5:8-21; Kolose 1:20-22; Efesus 2:14-16. Kata pendamaian menunjukkan bahwa sebenarnya ada oknum-oknum yang bermusuhan dan biasanya juga ada juru damai di antara oknum yang bermusuhan tersebut. Allah yang suci tidak mungkin didekati oleh orang yang berdosa. Sebab dosa adalah tindakan melawan kehendak dan ketetapan Allah (Hukum-Hukum Allah Yang Suci) secara sengaja. Jadi, orang yang berdosa adalah seteru atau musuh Allah.


Allah dan manusia perlu didamaikan. Mengapa perlu didamaikan? Sebab manusia adalah bagian dari Allah, atau lebih jelasnya manusia diciptakan oleh Allah, milik Allah. Karena itu, Ia harus membawa kembali ciptaan-Nya itu ke dalam tangan-Nya. Alasan berikutnya, manusia sesungguhnya tidak dapat hidup tanpa Allah. Manusia perlu bersekutu dengan Allah karena manusia memiliki unsur roh yang dihembuskan dari Allah Pencipta (Kej. 2:7; Pkh. 12:7). Artinya, manusia sesungguhnya dapat dikatakan sebagai manusia yang sejati apabila ia bersekutu dengan Allah, Penciptanya. Dalam perspektif inilah dasar pengharapan Kristiani diletakkan, yakni kita boleh menghampiri dan bersekutu dengan Allah kembali karena pendamaian yang dilakukan oleh Kristus. Pendamaian ini menghapuskan segala aib dan dosa manusia karena semua itu telah ditanggung oleh juru damai yaitu, Yesus Kristus. Tuhan Kristus, Tuhan Kehidupan membuat kita berdamai dengan Allah oleh Injil.

Pemulihan :

Manusia adalah gambar dan rupa Allah. Manusia yang berdosa adalah gambar Allah yang rusak. Persekutuan dengan Allah memungkinkan pemulihan kembali gambar Allah yang rusak itu. Hidup kita disempurnakan dari hari ke hari, dan pada waktu Yesus datang kedua kali, kita dinyatakan sempurna. Inilah dasar pengharapan kita, yakni dengan kematian Kristus kita diubahkan semakin lama semakin sempurna, semakin lama semakin baik di hadapan Allah. Proses ini mengandung unsur providensia/pemeliharaan Allah terhadap umat-Nya ( Bdk. Yoh. 17:11; 1Tes. 5:23; 1Ptr 1:5).

            Berbicara tentang Penebusan, Pengampunan dosa,Pendamaian dan Pemulihan, itu berbicara tentang “ darah “. Dalam Perjanjian Lama imam Yahudi (umat Israel) yaitu Imam Besar mempersembahkan kurban penebusan dosa dan pendamaian dengan memerciki kitab,kemah bait suci,semua alat ibadah dan umat dengan darah. “Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,” ( Ibrani 9:19). Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa : “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” (Ibrani 9:22).Dan Tuhan Yesus Kristus datang untuk menggenapinya dengan menjadi tebusan dosa bagi umat-Nya dan dunia : “Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.” (Ibrani 13:12)
            Berbicara tentang darah, itu berbicara tentang “nyawa”. Nyawa mahluk ada di dalam darahnya.Sebab itu setiap mahluk hidup yang bernyawa dan memiliki darah,akan mati bila darahnya telah habis.”Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” ( Imamat 17:11 ).
            Berbicara tentang nyawa itu berbicara tentang “kasih Allah” yang sangat besar dan tiada terukur dan terselami. Karena kasih Kristus hanya kita pahami sedalam-dalamnya kalau kita mengenalnya sebagai kasih Allah sendiri. Dan hanya dalam kasih Kristus yang mengasihi kita sampai ke kayu salib itu, kasih Allah sungguh-sungguh menyatakan diri. Tuhan Yesus berkata : “ Akulah Gembala Yang Baik, Gembala Yang Baik memberikan nyawa-Nya kepada domba-domba-Nya” ( Yohanes 10: 11 ). Dan kemudian Tuhan berkata lagi : “ Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang memberikan nyawa-Nya untuk sahabat-sahabat-Nya ( Yohanes 15:13 )    

Apakah berkat,anugerah,keajaiban dan kuasa dari darah Tuhan Yesus yang telah ditumpahkan bagi kita ?

Alkitab Firman Allah melalui penulis kitab Ibrani memberitahukan dan menyaksikan kepada kita sbb : “betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” ( Ibrani 9:14)

Di dalam dan oleh darah Kristus jelas kita melihat karya agung Allah yang ajaib dan mulia yaitu : Penebusaan dosa,Pengampunan dosa,Pendamaian,Pembenaran, Pemulihan dan Kehidupan Yang Kekal.

Berkat,anugerah,keajaiban dan kuasa darah Tuhan Yesus adalah sebagai berikut :

  1. Darah Yesus mengampuni dosa-dosa kita ( Matius 26:26-28)
  2. Darah Yesus menebus yaitu membayar lunas seluruh hutang dosa-dosa kita ( 1 Petrus 1:18-19)
  3. Darah Yesus menyucikan segala dosa dan kejahatan kita ( 1 Yohanes 1:7-9)
  4. Darah Yesus menguduskan/mentahirkan tubuh,roh dan jiwa kita dari kenajisan,pencemaran jasmani dan rohani dan dosa-dosa kita ( Ibrani 13:12, Ibrani 9:13-14 )
  5. Darah Yesus menanggalkan yaitu melepaskan segala dosa-dosa dan kejahatan kita ( Wahyu 1:5 )
  6. Darah Yesus membenarkan kita di hadapan Allah ( Roma 5 :9 )
  7. Darah Yesus melepaskan dan menebus kita dari cengkraman Iblis dan kuasa kegelapan ( Kolose 1:13-14)
  8. Darah Yesus menebus kita dari kutuk Hukum Taurat  ( Galatia 3:13 )
  9. Darah Yesus menyelamatkan kita dari murka Allah ( Roma 5:9) 
  10. Darah Yesus menyucikan hati nurani kita ( Ibrani 9:14)
  11. Darah Yesus memberikan kita pengharapan di dunia ini dan mendekatkan diri kita kepada Allah Yang Hidup ( Efesus 2:12-13) 
  12. Darah Yesus adalah jalan pendamaian bagi kita dengan Allah ( Roma 3:25)



Apakah perbuatan baik (perbuatan amal) dan kesalehan kita dapat menyelamatkan kita,membenarkan kita di hadapan Allah dan membawa kita ke sorga ?

Jawab : Tidak ! Mengapa ? Karena segala perbuatan amal,perbuatan baik dan kesalehan kita seperti kain kotor di hadapan Allah. Perbuatan baik kita tidak dapat menjadi kebenaran kita di hadapan Allah karena perbuatan baik kita yang terbaik pun dalam hidup ini tidak sempurna dan tercemar oleh karena dosa.Kebenaran yang dapat bertahan di hadapan pengadilan Allah harus sungguh-sungguh sesuai dengan hukum Allah. Dan sementara perbuatan dosa dan kejahatan kita seperti lelehan kenajisan yang keluar dari mensturasi/haid bulanan wanita yang sangat menjijikan di hadapan Allah.
 “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.( Yesaya 64 : 6 a)
Perhatikan bahwa Yesaya bukan mengatakan ‘segala dosa kami seperti kain kotor’. Ia juga tidak mengatakan ‘sebagian kesalehan kami seperti kain kotor’. Yesaya mengatakan ‘segala kesalehan kami seperti kain kotor’.
Sekarang, kalau ‘segala kesalehan’ kita digambarkan seperti ‘kain kotor’ di hadapan Allah, bagaimana dengan ‘dosa’ kita? Perhatikan ayat di bawah ini.
“‘Hai anak manusia, waktu kaum Israel tinggal di tanah mereka, mereka menajiskannya dengan tingkah laku mereka; kelakuan mereka sama seperti cemar kain di hadapanKu”.( Yeh 36:17)
Dosa / kejahatan kita digambarkan seperti ‘cemar kain’. Apakah ‘cemar kain’ itu? NIV menterjemahkannya: ‘a woman’s monthly uncleanness’ (= kenajisan bulanan dari seorang perempuan).
Bandingkan juga dengan Imamat 15:20,24 - “(20) Segala sesuatu yang ditidurinya selama ia cemar kain menjadi najis. Dan segala sesuatu yang didudukinya menjadi najis juga. ... (24) Jikalau seorang laki-laki tidur dengan perempuan itu, dan ia kena cemar kain perempuan itu, maka ia menjadi najis selama tujuh hari, dan setiap tempat tidur yang ditidurinya menjadi najis juga”.
Untuk kata ‘cemar kain’ yang pertama (ay 20) NIV menterjemahkan ‘her period’ (= masa datang bulannya), sedangkan untuk kata ‘cemar kain’ yang kedua (ay 24) NIV menterjemahkan ‘her monthly flow’ (= aliran bulanannya).
Jadi kelihatannya yang dimaksudkan dengan ‘cemar kain’ itu adalah cairan darah yang dikeluarkan seorang perempuan pada saat datang bulan.
Dengan demikian Alkitab Fiman Allah menggambarkan segala kesalehan kita seperti kain kotor, dan sementara  dosa / kejahatan kita seperti cairan yang dikeluarkan oleh seorang perempuan pada saat mengalami datang bulan!
Merupakan suatu kemustahilan kalau kita berpikir bahwa dengan hal-hal menjijikkan itu kita bisa layak untuk masuk surga ! Satu saja dosa kita lakukan yaitu melanggar Hukum-Hukum Allah Yang Suci ( Keluaran 20 :1-17) sudah cukup untuk membawa kita ke Neraka ! Dan belum lagi dosa-dosa yang timbul di dalam hati dan pikiran kita yang tidak berkenan kepada Allah yang menajiskan diri kita dan juga menajiskan orang lain seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Markus 7:20-23. " Kata-Nya lagi : " Apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya,sebab dari dalam,dari hati orang,timbul segala pikiran jahat,percabulan,pencurian,pembunuhan,perzinahan,keserakahan,kejahatan,kelicikan,hawa nafsu,iri hati,hujat,kesombongan,kebebalan.Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang " ( Markus 7:20-23). 

Tetapi Alkitab menyaksikan bahwa setiap hari kita masih menambah hutang dosa-dosa kita kepada Allah :
  • “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.” ( Mazmur 130:3-4)
Dalam penyingkapan oleh Kitab Wahyu Tuhan Yesus, yang ditulis oleh Rasul Yohanes di Pulau Patmos memberitahukan kepada kita bahwa orang percaya yaitu umat Tuhan masuk sorga oleh kasih anugerah Allah melalui kurban pendamaian Kristus oleh darah-Nya (darah Anak Domba Allah) : "Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba" ( Wahyu 7:13-14)
Maksudnya adalah bahwa orang-orang yang selamat itu mereka masuk sorga bukan karena jasa-jasa mereka sendiri,sama seperti segala manusia,mereka adalah kotor oleh dosa-dosa mereka.Tetapi telah mencuci pakaian mereka dengan jalan menerima secara beriman kurban pendamaian Kristus.Demikianlah orang-orang percaya,yang sebagai orang berdosa telah mencuci jubah mereka yang cemar dengan jalan berlindung pada darah Yesus Kristus.Oleh karena itu mereka boleh berada di depan tahkta Allah di sorga.


Soli Deo Gloria

Doa : Bapa kami yang bertahta di dalam kerajaan Surga.Kami bersyukur buat kasih karunia dan anugerah keselamatan yang Engkau berikan di dalam Yesus Kristus Anak-Mu.Kami bersyukur bahwa di dalam Kristus kami beroleh penebusan yaitu pengampunan dosa oleh darah-Nya.Terimakasih buat Roh-Mu yang Kudus yang telah memerdekakan kami dari Hukum Dosa dan Hukum Maut,menyucikan dan menguduskan kami dan memberikan kami kehidupan yang kekal. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan bersyukur kepada-Mu..Amin.



Lagu Pujian Kidung Jemaat : No 36

“DIHAPUSKAN DOSAKU”



Di hapuskan dosaku
Hanya oleh darah Yesus
Aku pulih dan sembuh
Hanya oleh darah Yesus

                                                Refrein :
     Oh,darah Tuhanku
                                                                 Sumber Pembasuhku !
                                                                 Sucilah hidupku
                                                                 Hanya oleh darah Yesus


Pengampunan dosaku
Hanya oleh darah Yesus
Penyucian hidupku
Hanya oleh darah Yesus

Pendamaian bagiku
Hanya oleh darah Yesus
Bukan oleh amalku
Hanya oleh darah Yesus


Damai dan harapanku
Hanya oleh darah Yesus
Allah membenarkanku
Hanya oleh darah Yesus       




Tuesday, June 28, 2011

Makna Dan Tujuan Kebangkitan Dan Kenaikan Tuhan Yesus Al-Masih Ke Sorga

“Makna Dan Tujuan Kebangkitan Dan Kenaikan Tuhan Yesus Al-Masih Ke Sorga”

Oleh : Orlando I P Ginting, S.T.

Renungan Firman Tuhan : I Korintus  15:17 : “ Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu"



            Banyak orang yang berpendapat bahwa agama dan wahyu Tuhan yang benar adalah wahyu yang dapat diterima logika.Hal ini tidaklah benar karena agama Kristen bukanlah agama yang hanya disebut agama supranatural yang penuh dengan mujizat dan keajaiban, tetapi juga agama yang menggunakan akal budi,hati nurani,rasio,hikmat dan pengetahuan dalam beribadah kepada Tuhan.Dan tentunya sebagai orang percaya kita meyakini dan mengimani bahwa Alkitab adalah wahyu Tuhan Allah yang melampaui segala hikmat,filsafat dan pengetahuan manusia yang diinspirasikan oleh Roh Kudus.Firman Allah adalah sumber kebenaran yang tertinggi yang merupakan kebenaran Allah untuk keselamatan dan hidup yang kekal.

            Di dunia ini banyak sekali kita jumpai paham dan filsafat disekeliling kita yang menyangkali akan hakekat Allah yang berpribadi dan juga adanya kebangkitan orang mati.Manusia hanyalah sebuah eksistensi yang pada akhirnya akan lenyap dan musnah begitu saja.Paham tersebut mengajarkan bahwa manusia tidak memiliki roh dan jiwa yang kekal. Sehingga hakekat sorga ( tempat kebahagiaan yang kekal ) dan neraka ( tempat hukuman yang kekal ) tidak diyakini karena mereka menganggap bahwa Allah adalah kasih dan tidak mungkin Dia mengirimkan orang ke neraka.

Kota Korintus adalah sebuah kota kuno di Yunani yang kaya dan merupakan sebuah kota metropolitan pada jaman rasul Paulus.Kalau sekarang ini bisa kita bandingkan seperti : Jakarta,Singapura,Tokyo,New York,dsb. Kota Korintus  makmur secara materi dan masyarakatnya yang intelek (berpendidikan) tetapi angkuh dan sombong. Segala macam dosa merajalela di kota ini sehingga kota ini terkenal karena perbuatan cabul dan hawa nafsu.Begitu juga paham dan filsafat dunia ini memasuki kehidupan masyarakat kota Korintus. Sehingga kehidupan masyarakat kota Korintus berpusat pada materi dan mengejar kepuasan duniawi semata sehingga nilai-nilai moral Kristiani dan nilai-nilai kesucian hidup dianggap suatu momok dan penghalang dalam menjalani kehidupan.Rasul Paulus menulis suratnya kepada jemaat Korintus dan kepada para gembala sidang di gereja Korintus untuk memberikan prinsip rohani yang jelas dan kekal yang berisi pengajaran seperti : perjamuan kudus,perpecahan,karunia-karunia rohani, hidup membujang,pernikahan,nikah ulang,kebangkitan tubuh.

Iman Kristen berpusat pada karya Kristus yang bangkit mengalahkan kuasa dosa dan maut yaitu inkarnasi Firman Allah yang menjadi manusia,yang menderita,disalibkan,mati dan dibangkitkan.Semua manusia adalah keturunan Adam dan Hawa adalah manusia yang berdosa yang telah mewarisi dosa Adam.Manusia yang dilahirkan oleh Adam dan Hawa adalah manusia yang dikandung oleh dosa dan akan mengalami kematian jasmani dan rohani.Manusia tidak mampu untuk menyelamatkan dirinya dari murka dan hukuman Allah.Perbuatan baiknya tidak mampu untuk menyelamatkan dirinya dari kutukan dan murka Allah.Manusia berdosa akan binasa dan akan mengalami kematian jasmani dan rohani ibarat kapal yang perlahan-lahan tenggelam karam kedasar lautan. Tetapi oleh karena kasih anugerah Allah dan kasih karunia-Nya, Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal ( Firman Allah yaitu oknum ke 2 Allah Tritunggal yaitu Yesus Kristus ) menjadi manusia sebagai jalan pendamaian dan penebusan dosa kita manusia,sehingga barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.Kasih anugerah Allah ini telah dinyatakan di dalam Yesus Kristus. Sehingga di dalam Yesus Kristus, kita dilahirkan kembali oleh Roh Kudus dan Firman Allah.Di dalam Kristus kita beroleh penebusan dan pengampunan dosa oleh darah Kristus Anak Domba Allah. Di dalam Kristus kita beroleh keselamatan dan kehidupan yang kekal oleh Roh Kudus.

Alkitab menyaksikan bahwa sebagai orang percaya kita memiliki 2 warga negara di dunia ini  yaitu warga negara dimana kita berada (Indonesia,Malaysia,Singapura,dsb) dan juga sekaligus warga negara sorga.”Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,” ( Filipi 3:20 ).Kita bersyukur bahwa sekalipun kita hidup ditengah dunia yang penuh dengan penderitaan,pergumulan dan pencobaan ini,kita masih memiliki pengharapan.Firman Allah mengatakan bahwa pengharapan kita tidak mengecewakan.Tujuan hidup kita adalah sorga.Cepat atau lambat hidup kita yang fana ini akan segera berakhir dan kita  akan mengakhirinya.Tidak perduli apakah kita kaya,pintar (smart),terkenal,miskin,cantik,jelek,berpendidikan,bodoh,bangsawan,presiden,pejabat,dsb suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini dan akan hidup di dalam kekekalan.Hanya ada 2 tempat setelah mati yaitu : sorga atau neraka.

Oleh sebab itu melalui renungan ini biarlah kita diingatkan kembali bahwa kita memiliki pengharapan dan masa depan yang cerah  yaitu kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus.Tuhan Yesus berkata : “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” ( Yohanes 10:10 )

Tuhan Yesus telah menyelesaikannya bagi kita. Dia sudah naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan memerintah Alam Semesta ini. Dan pada hari kiamat Ia akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.Biarlah melalui renungan yang memaparkan makna dan tujuan kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ini membawa berkat bagi kita yaitu sukacita dan damai sejahtera.

Apakah makna dan tujuan kebangkitan Tuhan Yesus Al-Masih  bagi kita orang percaya ?


Makna dan tujuannya ialah : Kematian dan Kebangkitan Kristus menandai dan memaknai kemenangan Allah atas kuasa kegelapan (maut) dan kuasa dosa. Dalam Kematian Kristus Yesus, Allah masuk dan berperang melawan semua kuasa-kuasa yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, yang ada di dalam dunia nyata sekarang ini, maupun yang ada di dunia seberang sana. Perang Ilahi itu berakhir dalam KEBANGKITAN Kristus Yesus. Kebangkitan Kristus memproklamasikan kuasa Allah yang mampu menaklukkan kuasa kegelapan (maut) dan kuasa dosa. Itulah yang dirayakan sebagai hari kemenangan.

"Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." ( I Korintus 15:55-57 )



Apakah makna dan tujuan kenaikan Tuhan Yesus Al-Masih ke sorga bagi kita orang percaya ? 

Makna dan tujuannya ialah :


1) Untuk menyediakan tempat bagi kita di sorga yaitu di rumah Bapa Yang Mulia ( Yohanes 14:2)

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”( Yohanes 14:2 )


2) Duduk di sebelah kanan Allah menjadi Pembela bagi kita (Roma 8:34)

“Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” (Roma 8:34)


3) Untuk mengutus Roh Kudus yang akan dicurahkan bagi kita sebagai Penolong dan Penghibur bagi kita yang akan menyertai kita ( Yohanes 16:7)

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” ( Yohanes 16:7 )



4) Maknanya meskipun Yesus Al-Masih telah bangkit dan dimuliakan yaitu naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Dia tidak jauh dari kita. Justru karena Dia telah dimuliakan, Dia dapat menjadi Pengantara bagi kita yang sedang mengalami penderitaan.( Wahyu 1:17-18 )

Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” ( Wahyu 1:17-18)



Doa : Bapa surgawi,Bapa yang terkasih, ya Allah Abraham,Ishak dan Yakub,Allah Israel,Allah yang kami kenal dan kami sembah dan muliakan di dalam Kristus Yesus. Terimakasih ya Bapa bahwa Engkau telah memilih kami sebelum dunia ini dijadikan di dalam Kristus.Kami bersyukur bahwa Engkau telah menyediakan tempat bagi kami disorga melalui kebangkitan Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus yang telah mengalahkan kuasa dosa dan maut.Ajar dan bimbing kami untuk senantiasa bersyukur atas kasih karunia dan anugerah keselamatan yang Engkau beri. Bantu dan tolonglah kami untuk menjadi berkat di dunia ini dan bersaksi memberitakan keajaiban kasih-Mu.Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan bersyukur kepada-Mu…Amin. 



Dalam Rumah Bapaku - Herlin Pirena - NKB 172

Sunday, February 13, 2011

Lagu Pujian : " Yang Lemah Dikuatkan "

Lagu Pujian 

“Yang Lemah Dikuatkan” 




Yang lemah dikuatkan
Yang miskin diperkaya            (2X )
Yang buta pun melihat
S’mua Dia buat bagiku


Ada bagian di dalam hidup kita yang tidak mampu kita lakukan tetapi Allah memampukan. Dan ada hal-hal dalam hidup kita yang tidak mungkin tetapi Allah memungkinkan. Oleh sebab itu justru di dalam kelemahan kita…Kuasa Allah menjadi nyata.


Reff:

Hosana… Hosana
Yesus mati bagiku
Hosana… Hosana
Dia bangkit bagiku

Oleh darah Anak Domba
Dihapuskan dosaku
Oleh anugrah Allah
Kau jadikanku anakMu


S’karang tenang jiwaku
Aman dalam tanganMu
Keslamatan pujianku
Yesus Kristus Pembebasku




Sunday, October 24, 2010

Alkitab Dan Ilmu Pengetahuan


Alkitab Dan Ilmu Pengetahuan

“Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah." ( Daniel 12:4 )

            Keyakinan kita kepada sesuatu haruslah mempunyai dasar yang kuat. Demikian juga keyakinan terhadap Alkitab. Bila kita mempercayai Alkitab sebagai buku yang berasal dari Tuhan ( Wahyu Allah yang diinspirasikan oleh Roh Kudus ), sudah selayaknya kita mempercayainya dengan jelas, apa yang kita percayai dan mengapa kita mempercayainya. Salah satu bukti mengapa kita mempercayai Alkitab ialah oleh karena Alkitab telah mendahului ilmu pengetahuan.
            Pengetahuan manusia makin lama makin bertambah. Kemajuan teknologi yang serba canggih bertambah dari waktu ke waktu. Apakah mungkin Alkitab telah mendahului ilmu pengetahuan sehingga kita dapat meyakini bahwa Alkitab benar berasal dari Allah ( Wahyu Allah ) ? Renungan kita hari ini akan membahas masalah ini. Pengetahuan apa yang telah didahului oleh Alkitab ? Banyak ! Kita boleh berbicara mengenai geofisika, astronomi, kesehatan, meteorologi, sejarah, ilmu sosial, bahkan beberapa cabang ilmu biologi seperti genetika, botani, fisiologi dsb. Banyak buku yang dapat ditulis untuk menunjukkan bagaimana Alkitab telah mendahului ilmu pengetahuan dalam berbagai ilmu tersebut. Untuk artikel yang sederhana ini, penulis memberikan contoh yang diambil dari Geofisika dan Astronomi.

I.                   Geofisika

Ilmu Geofisika ialah ilmu fisika yang mempelajari gejala-gejala geologis termasuk bidang-bidang seperti meteorologi dan oseanologi, serta berhubungan juga dengan bentuk, struktur dan sistem kekuatan bumi. Bagaimana pandangan para Ilmuwan Geofisika sehubungan dengan bentuk bumi ?

I.1.       Alkitab Telah Berbicara Tentang Kebulatan Bumi.

Selama puluhan abad, manusia meyakini bahwa bumi ini bentuknya datar seperti meja. Orang-orang Yunani memiliki pemikiran demikian. Oleh karena itu tidak heran, banyak yang khawatir berlayar terlalu jauh, sebab suatu waktu kapal akan terjatuh dari ujung meja dunia, serta musnah. Pada pihak lain orang Mesir kuno percaya bahwa seluruh dunia ini bentuknya seperti kotak, dan bumi adalah dasarnya. Orang Persia kuno juga menganggap dunia ini datar seperti perisai perang, sementara orang Amerika Tengah beranggapan bahwa bumi kita ini seperti sebuah balok yang besar.
Banyak juga keyakinan lain yang aneh yang dipercayai oleh manusia kuno, misalnya pemikiran yang berasal dari India, yang mengatakan bahwa dunia ini didukung oleh empat gajah, sedangkan gajah tersebut didukung oleh kura-kura besar yang berenang diantara bulatan kristal angkasa. Sebagian ahli perbintangan kuno Yunani mempercayai bahwa bumi ini berdiri di atas tiang, yang terletak pada bahu seorang raksasa yang dikenal dengan nama Atlas.
Dari semua pemikiran diatas, tidak terdapat gagasan yang mengatakan bahwa bumi ini bulat. Seorang yang akhirnya mengatakan bahwa bumi ini bulat ialah Colombus. Kapan Colombus membuktikan teorinya tentang kebulatan bumi ? Ia  membuktikannya pada tahun 1492 dengan ditemukannya benua Amerika, lebih kurang 500 tahun yang lalu. Namun yang apa yang dikatakan Alkitab jauh sebelum itu ? Nabi Yesaya ( Yesaya 40:22 ) menulis sebagai berikut :

  • “Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!” ( Yesaya 40:22 )

Walaupun dalam bahasa Inggris kata “bulat” disebut “circle”, yang umumnya diartikan “lingkaran”, ternyata sesuai dengan bahasa aslinya, yaitu bahasa Ibrani, kata yang digunakan ialah kata “khug”, yang artinya “bulat”. Dengan demikian Nabi Yesaya telah menyebutkan bahwa bumi ini bulat. Kapankah buku kitab Yesaya ini ditulis ? Sesuai dengan berbagai penelitian, dinyatakan bahwa buku tersebut ditulis sekitar tahun 660 Sebelum Masehi (SM), atau lebih dari 2600 tahun yang lalu. Fakta ini jelas menunjukkan bahwa Alkitab telah mendahului Ilmu Pengetahuan.

I.2.       Bumi Bergantung Di Tempat Hampa (Alkitab Telah Berbicara Tentang Gaya Gravitasi).

Alkitab juga berkata bahwa :  “ Allah membentangkan Utara di atas kekosongan dan menggantungkan bumi pada kehampaan” ( Ayub 26:7 ). Ini merupakan salah satu bukti lain dari Ilmu Pengetahuan abad ke 20. Sekarang ini diketahui Hukum Gravitasi Newton yang menjelaskan bagaimana setiap benda di jagad raya saling mempunyai daya tarik satu sama lain, sehingga terjadi keseimbangan di gugusan tata surya kita. Bumi kita berotasi pada porosnya dan juga berevolusi pada garis edarnya (orbitalnya). Namun adanya kekuatan gravitasi akibat daya tarik bumi terhadap matahari itu, sama sekali tidak ada yang dapat menjelaskan. Semuanya hanya pendefenisian saja. Sebab tidak seorangpun mengetahui bagaimana gravitasi itu bekerja. Bagaimana sesuatu yang misterius, yakni adanya “ aksi dari kejauhan” yang dapat memelihara bumi yang jaraknya 93 juta mil, dari matahari, sama sekali tidak diketahui. Tidak ada satu penjelasan yang lebih tepat daripada Alkitab yang mengatakan : “ Ia (Allah)….menggantungkan bumi pada kehampaan…..” Alkitab telah mengatakannya pada tahun 1445 sebelum masehi (SM), sekitar 3500 tahun yang lalu…Puji Tuhan.! Haleluya.

II.                Astronomi

Berbicara tentang Astronomi atau Ilmu Perbintangan, manusia telah menaruh perhatian kepada perbintangan sejak puluhan abad yang lalu.  Dalam hal apa saja Alkitab mendahului Ilmu Pengetahuan di bidang Astronomi ?


II.1.     Berapakah Jumlah Bintang Di Langit Alam Semesta Kita ? Dan Berapakah Luasnya Alam Semesta Kita ?

Untuk mengukur luas langit para ahli astronomi menggunakan satuan cahaya. Kecepatan cahaya dalam 1 detik adalah 300.000 km. Jarak dari bumi ke bulan 450.000 km ditempuh cahaya dalam waktu 1,5 detik. Jarak dari bumi ke matahari 149.juta km di tempuh cahaya dalam waktu 8 menit. Perhitungan kecepatan cahaya yang digunakan untuk mengukur luas langit atau alam semesta kita ini adalah seperti pada data dibawah ini. Konon menurut para ahli astronomi jarak bintang terjauh yang dapat dilihat dengan peneropong bintang Huble dewasa ini adalah 14 milyar tahun cahaya. Sulit bagi kita untuk membayangkannya. Cahaya yang memiliki kecepatan 300.000 km /detik jika dipancarkan dari bumi ini diperkirakan baru sampai ketepian alam semesta setelah 14 milyar tahun.


Perhitungan Kecepatan Cahaya


Kecepatan Cahaya Dalam Ruang Hampa : 300.000 km/detik
Jarak Tempuh 1 Menit Cahaya : 300.000x 60 = 18.000.000 km
Jarak Tempuh 1 jam Cahaya =  60x 18.000.000 = 1.080.000.000 km
Jarak Tempuh 1 Hari Cahaya = 24x 1.080.000.000 = 25.920.000.000 km
Jarak Tempuh 1 Tahun Cahaya = 360x 25.920.000.000 = 9.331.200.000.000 km

Jarak Tempuh 1 Tahun Cahaya adalah : 9,3312 triliun km
Bintang Terdekat Ke Bumi berjarak : 4,3 tahun cahaya
Bintang Terjauh Yang Dapat Dideteksi Telescope Huble : 14 milyar tahun cahaya.

Ilmu astronomi menggambarkan struktur bintang dilangit sebagai berikut. Matahari adalah bintang terdekat kepada kita. Matahari dikelilingi oleh 9 buah planet yang berkeliling disekitar matahari. Sembilan planet berikut asteroid dan komet yang beredar disekitar matahari termasuk dalam keluarga matahari. Keluarga matahari bersama 200 milyar bintang lainnya yang setara atau bahkan lebih besar dari matahari berkumpul dalam suatu keluarga yang disebut Galaksi. Matahari kita ini berada dalam salah satu dari lengan Galaksi Bima sakti (Milkyway). Galaksi Bima sakti dengan beberapa Galaksi lain diantaranya Galaksi Andromeda membentuk sebuah kelompok Galaksi yang disebut Cluster. Ribuan cluster ini akan membentuk satu kelompok yang disebut super cluster. Super cluster yang berisi ribuan cluster ini bertebaran di alam semesta membentuk jagat raya yang maha luas.
Menurut Ilmuwan, Bumi kita dibandingkan dengan jumlah bintang dilangit hanya bagaikan sebutir debu yang sangat halus ditengah Gurun pasir Sahara. Jumlah bintang dilangit yang setara dan lebih besar dari matahari sangat banyak dan sulit dihitung dengan angka. Alkitab telah berkata, :

  • “…Seperti tentara langit tidak terbilang….” ( Yeremia 33:22 )

  • “Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." ( Kejadian 15:5 )
  • “maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. ( Kejadian 22:17 )

Ini menujukkan bahwa bintang-bintang di langit adalah perkara yang tidak dapat dihitung yang juga benar-benar dapat merefleksikan sebutan “ seperti pasir di tepi laut”.
Tahukah anda berapa luas alam semesta kita ? Menurut ilmuwan NASA luasnya tidak dapat dihitung ( Maha Luas ). Jumlah bintang-bintangnya pun sulit dihitung dengan angka ( tidak terhitung ). Jika dihitung semua pasir yang ada di seluruh pantai, gurun dan permukaan bumi ini,maka jumlah bintang dilangit jauh lebih banyak dari itu. Maha Besar Allah di dalam  Yesus Kristus Tuhan kita. ( Kolose 1 :15-19 ).


II.2.     Tata Surya

            Dalam mempelajari tata surya yang kita miliki, banyak orang menyalahkan Alkitab sehubungan dengan Mazmur 19. Berbicara tentang matahari, pemazmur berkata, : “ Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain ; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya “ ( Mazmur 19 : 7 ). Banyak pengkritik yang mengatakan bahwa ayat ini berdasarkan pengertian yang tidak ilmiah, sebab pada dasarnya bukanlah matahari yang mengelilingi bumi, melainkan bumilah yang mengelilingi matahari.
            Dalam pengertian praktis sekarang ini, kita tetap menggunakan istilah “ matahari terbit” atau “matahari terbenam”, sebab itulah yang kita lihat pada pagi hari dan petang hari. Namun dalam fakta yang sebenarnya, kata-kata pemazmur ini lebih ilmiah daripada yang banyak diketahui orang sekarang ini. Penelitian dari para ahli perbintangan modern menunjukkan bahwa memang matahari benar-benar berotasi dan berevolusi. Matahari berputar mengelilingi porosnya (sumbunya) dan juga berevolusi bergerak mengelilingi pusat Bima Sakti ( MilkWay) di dalam suatu orbital raksasa yang memerlukan waktu 2 juta abad untuk menyelesaikannya, dengan kecepatan tinggi, yaitu 900.000 km/jam. Lebih lanjut sekarang ini sudah diketahui bahwa galaksi kita ( galaksi Bima Sakti) bergerak menuju galaksi lainnya. Dengan demikian adalah benar bahwa matahari bergerak dari satu ujung langit menuju langit lainnya, yang mana menujukkan kebenaran Alkitab telah mendahului Ilmu Pengetahuan. ( Maha Benar Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan kita).
            Beberapa hal yang telah disebutkan di atas hanya merupakan contoh dari begitu banyak prinsip penting yang menujukkan bahwa Alkitab benar-benar telah mendahului berbagai cabang Ilmu Pengetahuan. Dengan demikian, sudah selayaknya kita berpaling kepada Sumber Alkitab yang merupakan Sumber Ilmu Pengetahuan, yaitu Allah Pencipta Langit dan Bumi.

Soli Deo Gloria
          

We Love Israel

We  Love Israel

Informasi Lowongan Kerja