Sunday, August 2, 2015

Doa Bapa Kami



Doa Bapa Kami

Kata Yesus kepada murid-murid-Nya, karena itu berdoalah demikian :

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]” ( Matius 6 : 9-13 )


Mengapa doa perlu bagi orang Kristen ? 

Doa adalah bagian utama pemberian syukur yang Allah tuntut dari kita ( Bdk. Maz 50:14-15). Dan Allah hendak melimpahkan rahmat-Nya serta Roh Kudus hanya kepada mereka yang dengan berkeluh kesah dan dengan tiada henti-hentinya memohon rahmat serta Roh itu dari-Nya dan mengucap syukur atasnya ( Bdk Mat 7:7). Kita harus berseru dengan segenap hati hanya kepada Allah yang esa dan sejati, yang telah menyatakan diri-Nya kepada kita dalam Firman-Nya untuk memohon kepada-Nya segala sesuatu menurut perintah-Nya. Lagi pula, kita harus insaf benar akan kekurangan dan kesengsaraan kita, supaya kita merendahkan diri dihadapan kemuliaan-Nya.Allah pasti sudi mengabulkan doa kita,walau kita tidak layak,hanya oleh karena Tuhan Yesus Kristus sesuai dengan janji-Nya dalam firman-Nya. ( Bdk Yohanes 14:13,Matius 7:8 ).

Tuhan Allah memerintahkan agar kita memohon kepada-Nya segala kebutuhan rohani dan jasmani yang disimpulkan Tuhan Yesus Kristus dalam doa yang diajarkan-Nya sendiri kepada kita ( yaitu “Doa Bapa Kami”) : 

“Bapa Kami” : artinya : Supaya pada saat kita mulai berdoa di dalam hati kita segera Dia bangkitkan rasa takut dan percaya kepada Allah, sebagaimana seorang anak kecil terhadap bapaknya. Rasa takut dan percaya itu menjadi dasar doa kita. Allah telah menjadi Bapa kita karena Kristus, dan Dia jauh lebih sudi mengabulkan permohonan yang kita ajukan kepada-Nya dengan iman yang sungguh-sungguh daripada bapak kita jasmani sudi memberikan barang-barang dunia kepada kita.

“Yang Disorga” : artinya : Supaya kemuliaan Allah tidak kita bayangkan secara duniawi, dan supaya segala kebutuhan tubuh dan jiwa hanya kita harapkan dari kemahakuasaan-Nya saja.

“Dikuduskanlah Nama-Mu” : artinya : Berilah pertama-tama agar kami benar-benar mengenal Engkau karena segala perbuatan-Mu yang menyatakan kemahakuasaan, hikmat, kebaikan, keadilan, kemurahan, dan kebenaran-Mu.Selanjutnya berilah agar kami mengatur dan mengarahkan seluruh hidup, pikiran, perkataan dan perbuatan kami sedemikian, sehingga nama-Mu jangan dihujat, tetapi dipuji dan dihormati karena kami.

“Datanglah Kerajaan-Mu” : artinya : Perintahlah kami melalui Firman dan Roh-Mu sedemikian. Sehingga kami makin lama makin tunduk kepada-Mu. Pelihara dan kembangkanlah Gereja-Mu. Binasakanlah segala perbuatan iblis dan segala kekuasaan yang menentang Engkau, demikian pula segala maksud jahat, yang dirancangkan untuk melawan Firman-Mu yang kudus, sampai kerajaan-Mu datang dengan sempurna. Di dalamnya. Engkau akan menjadi semua di dalam semua.

“Jadilah Kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”: artinya : Berilah supaya kami dan sekalian manusia menyangkal kehendak sendiri, dan dengan tidak membantah, mematuhi kehendak-Mu, satu-satunya yang baik, supaya dengan demikian tiap-tiap orang memenuhi dan melaksanakan tugas panggilannya dengan kerelaan dan kesetiaan yang sama seperti malaikat-malaikat di sorga.

“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami secukupnya” : artinya : Kiranya Engkau memelihara kami dengan segala yang diperlukan oleh tubuh kami, supaya olehnya kami mengakui bahwa Engkaulah satu-satunya sumber segala kebaikan, dan bahwa baik usaha dan pekerjaan kami maupun pemberian-Mu tidak berfaedah bagi kami tanpa berkat-Mu, sehingga kami tidak lagi menaruh kepercayaan kepada mahluk apapun, tetapi kepada Engkau saja.

“Dan ampunilah kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”: artinya : Segala kesalahan dan kejahatan yang senantiasa melekat pada kami, orang berdosa yang malang ini, janganlah kiranya Kautanggungkan kepada kami, oleh karena darah Kristus, seperti juga kami dapati tanda anugerah-Mu dalam hati kami, yaitu bahwa kami berniat sungguh-sungguh akan mengampuni sesama kami dengan tulus.

“Dan janganlah membawa kami kedalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat “ artinya : Kami sendiri begitu lemah, sehingga kami tidak sanggup bertahan sesaat pun. Tambahan pula musuh kami turun-temurun yaitu Iblis, dunia yang jahat, dan daging kami sendiri , dengan tiada henti-hentinya menyerang kami. Maka sokong dan kuatkanlah kami dengan kuasa Roh-Mu yang Kudus, supaya kami tidak kalah dalam peperangan rohani ini, tetapi selalu melawan dengan sekuat tenaga, sampai kelak kami beroleh kemenangan akhir.

“Karena Engkaulah Yang empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai selama-lamanya” artinya : Semua ini kami mohon kepada-Mu, karena Engkau sebagai Raja kami dan Yang Mahakuasa, beritikad dan berkuasa mengaruniakan kepada kami segala hal yang baik, dan kami memohon semua ini supaya bukan kami, melainkan Nama-Mu yang kudus dipuji karenanya, untuk selama-lamanya.
“Aminartinya : Hal ini benar dan pasti. Karena Allah pasti telah mengabulkan doaku, jauh lebih pasti daripada perasaan hatiku bahwa hal itu kuinginkan dari-Nya.


Sumber : Buku Kathekismus Heidelberg : “Pengajaran Agama Kristen”

Lagu Pujian

“Kunaikkan Syukurku”

Kau Bapa Yang Baik
Selalu besertaku
Setiap detik,setiap waktu
Kau perhatikanku
            Kau Bapa Yang Setia
            Selalu menjagaku
            Kau angkatku bila ku jatuh
            Kau menopangku

Reff :              Ku’brikan syukurku
                        Buat kebaikan-Mu
                        Ku’brikan syukurku
                        Buat pertolongan-Mu
                        S’bab Kau jadikanku
                        Berharga di mata-Mu
                        Kau Bapa Yang baik
                        Ku mengasihi-Mu

Kau Bapa Yang setia
Selalu menjagaku
Kau angkatku bila ku jatuh
Kau menopangku


Wednesday, December 17, 2014

Roh Kudus Menamakan Baptisan Itu Permandian Kelahiran Kembali


Roh Kudus Menamakan Baptisan Itu Permandian Kelahiran Kembali

(Oleh : Orlando Isgita Putra Ginting, S.T.)

Renungan Firman Tuhan diambil dari Titus 3:4-6 yang berbunyi demikian :

“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,” ( Titus 3:4-6 )

Maraknya kasus baptisan ulang dan kampanye baptis ulang yang dilakukan oleh pihak Kristen tertentu telah membawa perdebatan dan perselisihan diantara sesama orang Kristen sehingga diributkan yang mengakibatkan persekutuan menjadi kisruh.Melalui pengalaman penulis ketika melayani di kota Pematang Siantar dalam persekutuan doa, anak-anak persekutuan doa mengaku bahwa mereka telah dibaptis ulang oleh kakak rohaninya karena diyakinkan oleh doktrin pengajaran dari Kristen tertentu, padahal si putri ini telah dibaptis di gereja GKPS (baptisan anak ).

Mereka mengajarkan bahwa baptisan anak yang dilakukan oleh gereja-gereja protestan ( GBKP,HKBP,GPIB,GKPI,GKPS,dsb ) adalah salah/sesat dan tidak alkitabiah karena anak-anak belum percaya dan baptisan anak tidak ada dalam Alkitab dan yang ada adalah penyerahan anak kepada Tuhan kata mereka. Mereka mengajarkan bahwa baptisan yang syah (valid) dan menurut Alkitab adalah ketika seorang telah menjadi dewasa dan harus “diselamkan” ke dalam sungai, kolam, danau, bak air, dll

Dan yang paling ironisnya ada juga seorang ibu yang juga adalah pelayan Tuhan (Diaken/Penatua) di salah satu gereja protestan (GPIB) menyuruh dan merayu agar jemaat dibaptis ulang karena dia ternyata sudah dibaptis ulang oleh pendeta gereja pentakosta/kharismatik,padahal dia masih aktif melayani di GPIB yang jelas-jelas menolak akta baptis ulang.Demikian juga halnya ketika penulis melayani di kota Medan,kampanye baptis ulang juga datang menyerang keluarga penulis.Tetapi syukurlah bahwa adik penulis dan keluarganya mau mendengarkan pengajaran dan doktrin yang penulis sampaikan sehingga mereka membatalkan dan menolak baptisan ulang yang ditawarkan oleh aliran Kristen tertentu, karena mereka telah dibaptis di GBKP saat berumur 3 tahun ( baptis anak ).Penulis juga mendengar kesaksian dari seorang ibu dengan bangganya dia mengaku bahwa dia sudah dibaptis 4 kali.Pertama saat dia masih anak kecil dibaptis di HKBP,kedua dia  dibaptis ulang di gereja Bethel, ketiga dia dibaptis ulang lagi di gereja Tiberias Yesaya Pariadji, dan keempat dia dibaptis ulang lagi di gereja GKDI ( Gereja Kristus di Indonesia). Dan ibu ini mengatakan bahwa baptisannya yang ke 4 ini ( di GKDI ) membuat dia "damai dan tenang".

Perdebatan dan kontroversi di seputar baptisan telah menjadi berita yang sering didengar di kalangan umat Kristen sehingga banyak yang bingung,ragu dan bimbang.Pertanyaan-pertanyaan seperti : Baptisan mana yang benar selam atau percik ? Apakah baptisan anak alkitabiah ? Bahkan ada yang mengatakan bahwa : “mereka yang dibaptis anak tidak sah dan tidak memiliki Roh Kudus”, “baptisan yang sah harus diselam”. Melalui artikel ini penulis ingin memberikan penjelasan secara teologis dan alkitabiah yang diharapkan dapat meneguhkan iman semua warga gereja tentang nilai dan berkat yang dia terima melalui baptisan, dan dengan demikian tak seorangpun dari mereka jatuh kepada tipuan dan rayuan sesat yang meminta mereka menerima kembali baptisan berulang-ulang, hanya oleh karena ketidaktahuannya tentang makna baptisan ini.

Kata Baptisan berasal dari kata Yunani, yaitu bapto, atau baptizo yang memiliki arti membersihkan atau membenamkan atau mencelupkan yang artinya :
  1. to dip : mandi, masuk ke dalam air,mencedok air
  2. immerce : membenamkan, mencelupkan
  3. to cleance or purify by washing = membersihkan atau memurnikan melalui pembasuhan
Dari makna kata baptisan tersebut jelaslah kepada kita bahwa pembersihan (a bath,washing,to cleance or purify by washing) adalah makna yang penting dari sakramen baptisan.Sebagaimana tubuh kita pasti dibasuh secara lahiriah oleh air yang biasa dipakai untuk menghilangkan kotoran tubuh,sepasti itu pula kita telah dibasuh dengan "darah dan Roh-Nya" dari kecemaran jiwa kita. Alkitab menggunakan istilah baptis” baik secara literal maupun secara figuratif. Sebagaimana yang dinyatakan dalam makna kiasan (metafora) di dalam Kisah Rasul 1:5, dimana dinyatakan kelimpahan dari anugerah yaitu Roh Kudus. Dan juga di dalam Lukas 12:50, dimana makna baptisan disini menyatakan penderitaan Kristus dalam kematian-Nya.

Sebaliknya di dalam Perjanjian Baru, pada pihak lain akar kata dari asal mula kata baptisan (etimologi baptisan) diambil kata baptizo, tidak menuntut selam, misalnya pembaptisan Roh juga digambarkan sebagai “pencurahan” (Kisah Rasul 2:33, bdk Yesaya 36:25,26). Dalam istilah gerejawi, bagaimanapun juga, ketika istilah baptis, baptisan digunakan tanpa kata yang bersyarat, adalah bermaksud menunjuk kepada sakrament pembersihan yang mana olehnya jiwa disucikan dari dosa dan pada saat yang sama air tersebut dicurahkan (dituangkan) kepada tubuh. Banyak istilah lain dari baptisan telah digunakan sebagai deskripsi sinonim untuk baptisan baik di dalam Alkitab dan umat Kristen mula-mula seperti permandian kelahiran kembali, pencerahan, tanda materai dari Allah, air Allah untuk hidup yang kekal, sakramen Trinitas, dan sebagainya. Di dalam bahasa Inggris, istilah Kristen adalah biasa digunakan untuk baptis. Maksudnya kata Kristen menunjuk hanya kepada akibat dari baptisan, yaitu menjadikan seseorang menjadi umat Kristen.

Dibaptis “Dalam nama Bapa” meneguhkan bahwa Allah mengikat perjanjian keselamatan dengan kita dan anak cucu kita turun-temurun,bahwa Allah menjadi Bapa kita,dan kita menjadi anak-anak-Nya serta sebagai ahli waris kerajaan-Nya.
Dibaptis “Dalam nama Anak” meneguhkan bahwa kita telah dipersatukan di dalam kematian dan kebangkitan Kristus serta mengalami pengampunan dosa dan hidup baru yang kekal.
Dibaptis “Dalam nama Roh Kudus” meneguhkan bahwa Roh Kudus berdiam di dalam diri kita dan memenuhi kita dengan karunia-karunia-Nya yang ajaib.Bahwa Roh Kudus juga membimbing dan menolong kita agar selalu hidup di dalam kebenaran,taat dan setia pada firman Tuhan dan berani bersaksi tentang Kristus serta melayani sesama.

Apakah berkat dan anugerah yang kita terima melalui baptisan (permandian lahiriah) yang dilaksanakan di dalam nama Tritunggal ( Bapa dan Anak dan Roh Kudus ) ?

Jawab : Alkitab menyaksikan dan memberitahukan kepada kita bahwa baptisan yang kita terima adalah materai,tanda,jaminan yang diberikan oleh Tuhan Allah terhadap iman seseorang (materai kebenaran berdasarkan iman)  atas penebusan oleh Yesus Kristus bagi dirinya yang disertai janji-janji Allah.Baptisan adalah materai penegasan dari Allah bahwa kita telah turut mati dalam kematian Kristus dan telah turut bangkit dalam kebangkitan Kristus ( Bdk Roma 6:1-11)

·         “Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” ( Roma 6:11 )


Berkat dan anugerah yang kita terima di dalam baptisan ialah janji-janji Allah yaitu :

  • 1.      Kita dipersatukan dengan Kristus ( di dalam kematian dan kebangkitan-Nya )
  • 2.      Pengampunan semua dosa kita dari Allah,berdasarkan rahmat,karena darah Kristus yang telah ditumpahkan-Nya bagi kita di atas kayu salib.( Bdk Kisah Rasul 2:38-39,1 Petrus 3:21,Roma 6:3-4)
  • 3.      Penebusan Dosa oleh darah-Nya ( Bdk.Kolose 1:14,Efesus 1:7 )
  • 4.      Karunia Roh Kudus yaitu pembaruan oleh Roh Kudus serta pengudusan oleh-Nya menjadi anggota tubuh Kristus ( Bdk.Kisah Rasul 2 :38, Efesus 4 : 1-6, Titus 3 : 4- 6 )
  • 5.      Kelahiran kembali oleh Roh Kudus ( Bdk. Titus 3:4-6,Galatia 3 : 27 )
  • 6.      Kelepasan dari cengkraman Iblis dan kuasa kegelapan (Bdk. Kolose 1:13-14 )
  • 7.      Kehidupan yang kekal ( Bdk Roma 8 :1-2 )



Pertanyaan  : Apakah baptisan anak ( baptisan bayi itu ) syah dan valid ? Jawab : Ya, baptisan anak (baptisan bayi) itu syah, valid dan 100 % alkitabiah, karena itu adalah perintah Allah yang tertulis dalam firman-Nya.Karena Tuhan Allah masih memberikan tanda perjanjian-Nya kepada orang percaya dan anak-anak mereka ( Bdk. Kisah Rasul 2: 38-39 ),sama seperti sunat dalam Perjanjian Lama kepada anak orang Yahudi (umat Israel) dan diganti dengan baptisan bagi gereja di seluruh dunia.

Pertanyaan : Apakah bila seseorang yang sudah menerima baptisan anak (baptisan bayi) saat dia beranjak dewasa harus dibaptis ulang lagi dengan cara selam seperti yang dianjurkan dan diajarkan oleh denominasi Kristen tertentu ? Jawab : Tidak perlu ! Karena Firman Allah menyatakan bahwa satu baptisan untuk pengampunan dosa ( Bdk. Efesus 4 :1-6 ).Baptisan dilayankan hanya 1 kali untuk selamanya karena Tuhan Yesus juga satu kali disalibkan,mati dan dibangkitkan dan hidup selama-lamanya.

Pertanyaan : Apakah baptisan siram/percik dimana air dituangkan/dipercik sebanyak 3 kali ke kepala/ketubuh si penerima dengan formula nama Allah Tritunggal adalah baptisan yang benar,sah dan alkitabiah ? Jawab : Ya, benar,sah,valid dan 100 % alkitabiah.Karena Roh Kudus menamakan baptisan itu adalah “permandian kelahiran kembali”.Kita menjadi milik Tuhan,Allah Tritunggal.

Pertanyaan : Manakah bukti di Alkitab ayat firman Tuhan yang mendukung dan meneguhkan bahwa baptisan siram/percik adalah 100 % alkitabiah ? Jawab : Roh Kudus menamakan baptisan itu adalah permandian kelahiran kembali ( Titus 3 : 5 ).Di dalam Perjanjian Lama ada tiga tradisi yang dapat kita kaitkan dengan Baptis Air, yang pertama adalah penahbisan Imam, yang kedua adalah pentahiran suku Lewi dan yang ketiga adalah pentahiran orang sakit kusta. Mari kita pelajari tradisi itu satu persatu.

Penahbisan Imam :
·         “Lalu kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah engkau membasuh mereka dengan air.” ( Keluaran 29:4 )
·         “Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.” (Keluaran 29:7)
·         “Haruslah kauambil sedikit dari darah yang ada di atas mezbah dan dari minyak urapan itu dan kaupercikkanlah kepada Harun dan kepada pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan pada pakaian anak-anaknya; maka ia akan kudus, ia dan pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya.” (Keluaran 29:21)


Dalam Keluaran 29:4 kata “membasuh” diterjemahkan dari kata “NAZAH” yang artinya memercik atau menyiram. Sedangkan dalam Keluaran 29:7 kata “kautuang” diterjemahkan dari kata “YATZAQ” sedangkan dalam Keluaran 29:21 kata “kaupercikkanlah” diterjemahkan dari kata “NAZAH”

Pentahiran Orang Lewi
·         “Ambillah orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel dan tahirkanlah mereka.”( Bilangan 8:6)
·         “Beginilah harus kaulakukan kepada mereka untuk mentahirkan mereka: percikkanlah kepada mereka air penghapus dosa, kemudian haruslah mereka mencukur seluruh tubuhnya dan mencuci pakaiannya dan dengan demikian mentahirkan dirinya.” (Bilangan 8:7)


Dalam Bilangan 8:7 kembali yang digunakan adalah kata NAZAH, yang berarti “dipercikkan atau disiramkan.”


Pentahiran Orang Sakit Kusta

·         “Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam,”( Imamat 14:2 )
·         “Kemudian ia harus memercik tujuh kali (darah burung) kepada orang yang akan ditahirkan dari kusta itu dan dengan demikian mentahirkan dia, lalu burung yang hidup itu haruslah dilepaskannya ke padang.”( Imamat 14:7)
·         “Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.” (Imamat 14:8)
·         “Imam harus mengambil sedikit dari darah tebusan salah itu dan harus membubuhnya pada cuping telinga kanan dari orang yang akan ditahirkan dan pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanannya.”( Imamat 14:14 )
·         “Dari minyak selebihnya imam harus membubuh sedikit pada cuping telinga kanan orang itu, pada ibu jari tangan kanannya dan pada ibu jari kaki kanannya, di tempat mana darah tebusan salah dibubuhkan.”( Imamat 14:17)
·         “Dan apa yang tinggal dari minyak itu haruslah dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN.”( Imamat 14:18 )


Dalam tradisi ini kita kembali melihat kisah Baptis Perjanjian Lama, pertama orang itu dipercik atau disiram dengan air, lalu dioles dengan darah dan terakhir disiram dengan minyak urapan, ketiganya dilakukan oleh Imam. Setelah melalui ketiga hal itu maka orang tersebut pun tahir dan berdamai dengan Allah. Yohanes pembaptis adalah anak Imam Zakharia (Imam di Bait Allah Yerusalem ), itu berarti sejak kecil dia dididik untuk menjadi seorang Imam pula. Sebagai seorang calon Imam mustahil Yohanes Pembaptis tidak memahami ajaran Perjanjian Lama, juga mustahil dia membaptis orang tanpa mengaitkannya dengan tradisi yang ada.


                                  Gambar : Yesus dibaptis oleh Yohanes pembaptis di sungai Yordan
                                  dengan cara percik/siram air dituangkan ke atas kepala/tubuh

Demikianlah penjelasan penulis tentang hakekat,makna dan berkat dari baptisan yang kita terima. Semoga artikel yang singkat ini dapat menjadi berkat bagi kita semua.

Soli Deo Gloria.



We Love Israel

We  Love Israel

Informasi Lowongan Kerja