Saturday, March 28, 2009

Renungan & Kesaksian : "Allah Memakai Kita Untuk Pekerjaan Mulia "



ALLAH MEMAKAI KITA
UNTUK PEKERJAAN MULIA

“Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia”.( 2 Timotius 2 : 20-21)                

                               Gambar : Perabotan emas murni yaitu : ceret emas dan cangkir emas

Sebelum saya menikah, kurang lebih lima tahun lamanya saya telah melayani Tuhan di kota Pematangsiantar. Pelayanan yang saya lakukan adalah melayani Tuhan lewat profesi dan sebagai pengkotbah pada persekutuan doa di pos-pos Perkabaran Injil Gereja Misi Injili Indonesia (GMII). Sebelum saya terjun sebagai pengkotbah dan pelayan Tuhan, saya terlebih dahulu sudah dikujungi Tuhan dengan menerima penglihatan yang sadar melihat Tuhan turun dari sorga berjubah putih dan memakai kain lennan seperti orang Yahudi yang lagi sembahyang.Dia menatap saya face to face. Dan saat itu roh saya langsung menyembah Tuhan dan saya berkata : “ Inikan Tuhan Yesus..lalu saya menyembah-Nya dan berkata “ Tuhan ku, Allah ku dan Raja-ku”.





                                                                      

Setelah penglihatan itu beberapa hari kemudian entah di luar tubuh atau di dalam tubuh saya tidak tahu. Hanya Allahlah yang tahu. Roh saya sekejap diangkat Tuhan ke suatu tempat yang damai sekali. Saya merasakan damai sekali. Dan saat saya di Siantar saya memang sering sakit-sakitan. Bahkan saya memiliki sakit yang serius yaitu gangguan di saluran kandungan kemih (kencing), dan apabila buang air kecil keluar darah dari air seni saya. Saya juga mengalami gangguan di bagian syaraf otak. Kepala saya sering terasa pusing-pusing (seperti ditusuk-tusuk rasanya) sehingga apabila kumat terasa sakit sekali. Dan saya langsung memukul-mukul kepala saya. Apabila saya stress dan banyak pergumulan, maka penyakit kepala saya akan segera datang. Dan Tuhan katakan.."anak-Ku engkau akan sembuh".

 Dan dalam suatu penglihatan yang lain saya melihat darah menetes dari surga, yaitu darah Tuhan Yesus, murni sekali, cemerlang seperti emas, tidak ada duanya di dunia ini setelah saya bandingkan dengan darah manusia di rumah sakit. Warna merahnyapun lain daripada yang lain. Dan setelah penglihatan tersebut, saya sukacita sekali tetapi disertai tanda tanya apakah maksud penglihatan tersebut ?


Waktu berjalan terus dan saya mengalami banyak pencobaan. Orang tua saya yaitu bapak saya dipanggil Tuhan (meninggal dunia karena sakit). Dan sayapun keluar dari pekerjaan saya oleh karena saya ingin mengambil keputusan menjadi hamba Tuhan. Saya pindah ke Medan . Kemudian di Medan sayapun jatuh sakit dan saya putuskan untuk membatalkan sekolah Alkitab ke Institut Injil Indonesia Batu Malang. Saya mulai putus asa karena sudah tidak bekerja lagi dan menjadi beban bagi keluarga. Semua family dan saudari saya dan termasuk orang tua saya yaitu ibu saya menghakimi saya atas keputusan yang saya ambil dimana saya selama ini melalui gaji yang saya terima dari bekerja di perusahaan Telekomunikasi Selluler ( PT. Telkomsel ) dapat membantu kehidupan keluarga. Dan saya membaca di koran SIB ada persekutuan doa yaitu Christian Reformed Center ( CRC Reformed) yaitu sekolah pendalaman Alkitab yang dibawa oleh : Ev. Benny Pardosi, SE, M.Div.

Dan setelah satu tahun saya ikuti, sayapun bertumbuh dalam iman. Dan saya bersyukur rupanya Tuhan sudah mempersiapkan seorang teman hidup bagi saya. Dan sayapun mendapat pekerjaan kembali, penyakit sayapun disembuhkan Tuhan. Setelah saya di Medan saya diberikan penglihatan lagi, jelas sekali saat saya tidur antara sadar dan tidak. Dalam penglihatan itu saya melihat perabotan rumah tangga yaitu ceret minuman yang terbuat dari emas murni, London murni, cantik sekali dan juga piala emas murni. Saya bertanya-tanya apa maksud penglihatan itu ya… Tuhan? Aku tidak tahu Tuhan. Tolonglah aku.Dalam proses waktu yang cukup panjang akhirnya saya belajar melalui buku untuk membuat blog pribadi (blog pelayanan rohani Kristen) di internet yaitu setelah saya menikah. Dan akhirnya terciptalah “Blog Bunga Bakung” yang berisi artikel, kesaksian, renungan yang online di internet. Saya bersyukur dipakai-Nya untuk pekerjaan yang mulia melalui “ Blog Bunga Bakung” ini. Demikianlah sekilas pengalaman spiritual saya bersama Tuhan Yesus.

                                                              Gambar :  piala emas murni

Dalam nats firman Tuhan diatas, Rasul Paulus menuliskan surat penggembalaannya untuk menugaskan anak rohaninya Timotius sebagai gembala jemaat di kota Efesus untuk tetap setia tanpa berkompromi terhadap Injil, memelihara kebenaran dengan tekun, jangan malu,beritakanlah Firman, menderita bagi Injil-Nya, peganglah ajaran yang sehat, jadilah kuat oleh kasih karunia,lakukanlah pekerjaan pemberitaan Injil, tunaikanlah tugas pelayananmu. Mereka yang setia yang ingin berguna bagi Tuhan harus memisahkan diri dari semua kepercayaan dan orang yang menganjurkan ajaran yang bertentangan dengan Alkitab.

Allah oleh karena kasih karunia-Nya memakai kita untuk pekerjaan mulia dan menjadikan kita seorang pekerja yang berkenan kepada-Nya. Mungkin sebagai staf, manager/pimpinan di kantor, sebagai perawat, sebagai mahasiswa, sebagai pekerja di gereja, sebagai dokter, sebagai penginjil, sebagai diaken, sebagai pendoa syafaat..dsb. Kita harus tetap menjaga relasi pribadi kita dengan Allah karena Dia ingin memakai kita menjadi benda yang mulia untuk menyalurkan berkat dan rahmat-Nya di dalam kerajaan-Nya. Karena Dia sumber berkat dan kasih karunia yang tak habis habisnya.Karena Dia sumber kesucian dan kekudusan kita. Biarlah kita senantiasa rindu disucikan dan dikuduskan oleh Firman dan Roh-Nya dari pencemaran jasmani dan rohani. Sebab Allah ingin memakai kita untuk pekerjaan mulia. Bagaimana dengan saudara ? Kiranya Roh Kudus menolong kita dalam mewujudkan kemuliaan Allah dalam hidup dan pelayanan kita.

Doa : Bapa…, kami bersyukur bahwa Engkau memakai kami menjadi benda yang mulia di dalam kerajaan-Mu. Sucikan dan kuduskanlah kami supaya kami layak di hadapan-Mu. Kiranya kasih karunia-Mu menyucikan, menguatkan, memampukan dan menolong kami menjadi benda yang mulia yang Engkau pakai di dalam kerajaan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan bersyukur kepada-Mu. AMIN

( Renungan,kesaksian & Refleksi diri, oleh : Orlando I P Ginting, S.T .)

Thursday, March 26, 2009

Cara Tuhan Menjawab Doa-Doa Kita


"CARA TUHAN MENJAWAB DOA-DOA KITA"

"Dan Yesuspun berbicara kata-Nya : "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan”. ( Matius 7 : 7-8)



Beberapa bentuk jawaban Tuhan atas doa-doa kita yaitu:

1. SAAT TUHAN menjawab "ya" ,

terhadap permohonan doa kita. Respon dari orang yang mengalami jawaban ya, terhadap doanya, berikut ini kita mengikuti pengalaman Fanny Crosby saat doanya dijawab langsung oleh Tuhan.
Fanny Crosby, penulis lagu yang matanya buta, suatu saat sangat membutuhkan uang $ 5 berlutut di hadapan Tuhan dan membawa pergumulannya kepada Tuhan di dalam doanya, Uang $ 5 terasa amat besar baginya sebab sebuah tulisan lagunya hanya dihargai $ 3 waktu itu. Setelah ia selesai berdoa beberapa saat kemudian pintu rumahnya diketuk oleh seorang laki-laki yang tidak dikenalnya dan menyerahkan sumbangan sebesar $ 5 tanpa ia tahu kenapa ia harus memberikan itu kepada Fanny Crosby. Pengalaman yang menakjubkan tersebut kemudian membuat Fanny Crosby mengekspresikan respon imannya melalui lagu:
All The way my Savior leads me

All the way my Savior leads me
what have I to ask beside?
Can I doubt His tender mercy
who through life has been my Guide? Heavenly peace, devinest comfort
here by faith in Him to dwell
for I know, whate'er befall me
Jesus doeth all things well.

Melalui lagu yang dikarangnya tersebut Fanny Crosby menyaksikan kepada banyak orang betapa Tuhan yang dipercayainya adalah Tuhan yang tidak pernah meninggalkannya. Dengan pengalaman doa yang seperti itu, ia menjadi makin diperkaya dengan ungkapan iman melalui lagu-lagunya yang meneguhkan hati banyak orang. Fanny Crosby justru sangat kreatif dengan karya-karyanya. Jawaban doa yang langsung yang dialaminya tidak membuat dia berpangku tangan dan memanfaatkan kasih sayang Tuhan untuk keuntungan dan kenikmatan dirinya. Setiap jawaban doa selalu mengajar kita untuk mengenal Dia secara lebih mendalam dan lebih mengucap syukur akan kebajikan-Nya dalam hidup kita.

2. SAAT TUHAN menjawab "tidak"

Apakah Tuhan bisa menjawab tidak pada permohonan anak-anakNya? Ya. Ia bisa menjawab tidak. Kenapa Tuhan menjawab tidak? Kita mempercayai bahwa jawaban tidak terhadap permohonan kita diberikan Tuhan karena kasih sayang-Nya terhadap kita. Ia mengenal apa yang terbaik untuk kita. Ia mendidik kita untuk memahami sudut pandang Allah dan bukan sudut pandang manusia.
Beberapa contoh berikut ini akan memperjelas pemahaman kita tentang saat Tuhan menjawab : “Tidak".
Daud memohon agar anak yang dilahirkan Batsyeba bisa bertahan hidup, memohon sambil berpuasa dan berkain kabung. la begitu sedih dan terus memohon agar anak ini selamat. Pada saat anak ini ternyata meninggal, Daud membuka kain kabungnya dan makan. Ia menerima jawaban Tuhan atas doanya dan ia menyikapinya dengan sikap iman.
Jawaban "tidak" dari Tuhan membuat Daud tidak kecewa melainkan sebuah kerelaan untuk menyadari jawaban doa sebagai yang baik menurut pandangan Tuhan. Iman Daud tidak ditentukan dan diukur dari jawaban doa, tetapi justru memperkaya hubungannya dengan Tuhan.
Saat Paulus memohon dengan sungguh-sunggh (ungkapan 3x menyatakan kesungguhan hatinya) agar penyakitnya dicabut dari dirinya, ia mendapat jawaban tidak dari Tuhan. "Berkat-Ku cukup untukmu." (Bdk. 2 Kor. 12: 8-9)
Dan dengan jawaban ini Paulus mengimani bahwa dalam kelemahan seperti inipun Tuhan akan terus menjadikannya kuat karena kasih dan kesetiaan Tuhan sendiri. Dengan jawaban "tidak" dari Tuhan, Paulus makin rendah hati dan menyadari bahwa sumber kekuatannya bukan dari apa yang ia pikirkan (tubuh yang sehat) tetapi dalam perjalanan bersama dengan Tuhan dan pendampingan-Nya. Jawaban tidak dari Tuhan bukan berarti Ia tidak menyayangi kita, juga tidak selalu berarti permohonan kita salah/tidak layak, tetapi untuk membangun sikap beriman kita kepada Tuhan. Sebab setiap jawaban Tuhan bukankah untuk mengukur siapa Tuhan, tetapi untuk makin mengenali lebih dalam maksud dan rancangan-Nya yang baik dalam hidup kita. Percaya bahwa apa yang belum kita lihat kemudian akan menjadi jelas dalam proses perjalanan kehidupan beriman kepada-Nya. Seperti seorang anak yang permohonannya ditolak oleh ayahnya, maka bukan berarti bapaknya jahat dan tak berperasaan, tetapi bapaknya tahu apa yang terbaik bagi dirinya. Terbaik bisa saja berisi pendidikan, terbaik bisa juga memuat pencegahan untuk anaknya berjalan pada jalan yang keliru, terbaik seringkali ditemukan ketika kita mempercayai penolakan itu sebagai latihan yang lebih baik lagi untuk sesuatu yang bahkan mungkin belum kita mengerti.

3. SAAT TUHAN menjawab "tunggu/belum saatnya."

Dalam menjawab doa-doa kita, kadang Tuhan meminta kita untuk bersabar sampai segala sesuatu indah pada waktunya. Masalahnya kita sering tidak sabar untuk menjalani waktu Tuhan. Hanna merupakan seorang yang mendapatkan jawaban yang panjang dari doanya kepada Tuhan sebelum Samuel dianugerahkan kepadanya .Ada banyak air mata dan kebingungan dalam diri Hanna ketika ia terus bertahan dengan permohonan doanya. Ketika Samuel akhirnya hadir sebagai jawaban doa dari Tuhan, maka Hanna membawa anak ini menjadi pelayan Tuhan seumur hidupnya sebagai ungkapan syukurnya. Apa yang membuat Hanna melakukan ini? Bersama panjangnya waktu dari pengabulan doanya, Hanna sampai pada pemahaman yang indah tentang anak sebagai anugerah Tuhan. Ia tidak memperlakukan Samuel sebagai pemuas dari kerinduan hatinya tetapi ia sungguh memahami anak itu sebagai anugerah yang dipercayakan Tuhan dalam hidupnya dan ia mengarahkannya untuk menjadi berharga bagi Tuhan.

4. SAAT TUHAN mengganti permohonan kita dengan bentuk yang lain.

Tidak tertutup kemungkinan ketika menjawab doa, Tuhan mengubah permohonan kita dengan hal yang sama sekali tidak/ belum terpikirkan oleh kita. Dan kita hanya bisa terkagum ketika kemudian menyadari bahwa yang tidak kita lihat ternyata Tuhan cermati dan kemudian menjadi syukur sepanjang hidup kita.
Kadang kita meminta hal, barang dunia, posisi, keinginan hati yang kita rasa sebagai hal yang terbaik yang kita ingini. Ketika kemudian kita menerima yang berbeda, apa yang kita pelajari di sana? Jawaban doa selalu merupakan sebuah dialog timbal-balik dengan Tuhan dan kita menjadi diperkaya secara rohani melaluinya.

Doa : Bapa.., kami bersyukur buat Roh-Mu yang Kudus yang mengajari kami berdoa, serta berdoa untuk keluhan dan permohonan kami kepada-Mu. Ajar kami bahwa Engkau sudi mendengarkan dan mengabulkan doa kami oleh karena perintah dan janji-Mu.Ajar kami bahwa kehendak dan rencana-Mu adalah baik dan sempurna bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. AMIN

Dosa Telah Menjadi Tuan Atas Manusia


DOSA TELAH MENJADI TUAN ATAS MANUSIA


PERTOBATAN menjadi sesuatu yang penting bagi manusia berdosa. Tetapi sebelum melanjutkan pembahasan, kita membicarakan dulu tentang manusia berdosa. Seperti apa atau bagaimana keadaan manusia berdosa itu? Keberdosaan telah meluluhlantakkan seluruh kehidupan manusia, sehingga dalam Roma 3 : 10-11 dikatakan “tiada seorang pun yang benar, tiada seorang pun berakal budi, tiada seorang pun yang mencari Allah....”

Kondisi manusia berdosa adalah kondisi yang terpisah dari Allah. Kondisi yang terpisah dari Allah membuat manusia hidup hanya oleh dan untuk dirinya. Sehingga ketika manusia itu diukur dari ukuran-ukuran Allah, maka tidak ada yang benar, tidak ada yang baik. Itu sebab dalam Alkitab secara konsisten dikatakan Allah-lah yang mencari kita. Kristus-lah yang datang ke dunia meninggalkan surga, bukan kita yang meninggalkan bumi datang ke surga. Bukan kita mencari Allah, tetapi Allah mencari kita. Jadi dalam hal ini kita melihat manusia berdosa tidak lagi memiliki modal apa pun dalam hidupnya, untuk mencari Allah. Dia tidak lagi mempunyai bekal apa pun untuk tampil menjadi orang yang menyenangkan Allah, karena seorang pun tidak ada yang benar. Oleh karena itu semua orang Kristen harus menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa yang tanpa pengharapan, namun kemu-dian ditolong oleh kasih dan karunia Allah. Bagaimana keadaan manusia berdosa? Manusia berdosa secara positif tidak lagi mampu berbuat baik. Ketika manusia berkata bahwa dia mampu berbuat baik, itu berdasarkan ukurannya. Contoh, jika di tengah malam yang gelap gulita dinyalakan sebuah lilin, maka akan muncul terang. Lalu kita simpul-kan bahwa lilin yang menyala itu memberi terang. Tetapi jika kita menyalakan lilin di bawah terik matahari apakah lilin menambah terang? Tidak! Lilin itu menyala tetapi tidak menambah terang. Api lilin itu memang panas, tetapi soal terang dia tidak berperan sama sekali. Dia ditimpa oleh besarnya terang matahari. Kalau begitu, lilin itu sebenarnya memberi terang atau tidak? Jawabnya, “ya” kalau gelap gulita, tetapi “tidak” kalau terang.

Begitulah kita dengan Tuhan. Kita merasa baik, tetapi “tidak” kalau dilihat dari kebaikan Tuhan. Kita merasa benar, namun “tidak” jika dilihat dari kebenaran Tuhan. Kita cuma baik dan benar di dalam kegelapan hidup dunia, di dalam keberdosaan manusia. Dalam pergaulan masyarakat kita punya nilai-nilai, tetapi seluruh yang kita kerjakan, seluruh yang kita punya, jika diukur berdasarkan ukuran Allah, itu jauh dari apa yang Allah tetapkan sebagai standar benar dan baik.

Kebenaran Allah

Saudara, jangan ukur dirimu dengan orang lain, tetapi dengan kebenaran Allah. Ukurlah dirimu dengan Kristus. Tetapi ingat, di dalam semangat hidupnya, manusia memang tidak mau mencari Allah. Pencarian manusia hanya untuk memuaskan dirinya, untuk membenarkan dirinya. Padahal tanpa Allah dia bukan apa-apa. Jadi, secara positif manusia tidak mampu berbuat baik. Secara positif tidak ada kekuatan untuk itu. Lalu secara negatif, manusia tidak mampu me-nolak dosa. Maka seluruh dosa yang datang menyerbu menjadi bagian dari hidupnya. Ketika ia menutupi satu tembok—katakanlah dia tidak mencuri—tetapi dia tidak bisa menghindar dari sifat iri hati, misalnya. Artinya ia tidak mampu menolak dosa.

Jadi, semua kembali diukur pada Allah. Sesuatu yang tidak tepat pada ketetapan Allah, itu sudah menjadi dosa. Nah kalau sudah begini siapa manusia yang tidak berdosa? Seluruh manusia sudah berdosa. Manusia tidak mampu menolak dosa, karena dosa telah menjadi tuan atas manusia. Karena dosa sudah menjadi majikan yang berkuasa atas hidup manusia. Dosa mempermainkan manusia. Jadi, di dalam pemahaman yang seperti inilah kita belajar membangun suatu pemahaman yang utuh, supaya kita sungguh-sungguh hidup dalam terang Tuhan.

Manusia berdosa yang tidak mampu berbuat baik, sekaligus tidak mampu menolak dosa, adalah manusia yang rusak total di hadapan Allah. Kerusakan manusia yang tanpa ampun, sangat mengerikan. Kerusakan yang karenanya wujud awal tidak bisa lagi dikenali. Kerusakan yang karenanya model awal tidak lagi bisa dikenali. Kerusakan yang karenanya, model awal tidak lagi bisa dimengerti, tidak lagi memberi ciri-ciri. Begitulah ketika manusia sudah jatuh ke dalam dosa. Ciri-ciri kesucian manusia tidak lagi ada. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka menjadi malu karena telanjang, padahal hanya mereka berdua yang ada di sana. Dosa sudah menggu-gurkan kemuliaan dan kesucian yang hidup pada mereka.

Jadi, keadaan manusia berdosa menjadi sebuah lukisan yang tidak berpengharapan, tepat seperti apa yang dikatakan Roma 3 : 12-13, “Semua orang sudah me-nyeleweng, tidak ada yang ber-guna. Kerongkongan mereka se-perti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa…” Kalaupun mereka menampilkan pola hidup yang kelihatannya terhormat, tetapi di balik semua itu ada motivasi yang tidak terkendali. Ada keinginan batin yang dalam, yang tidak mampu dikendalikan. Dosa kasar, halus, besar maupun kecil, di mata Allah tetap dosa.

Jadi saudara, manusia berdosa adalah manusia yang tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri. Sehingga ketika pun dia menjadi baik di kemudian hari, itu hanyalah anugerah Allah: solagracia. Sebagai orang Kristen kita harus bersyukur dan mendemonstrasikan kerendahan hati, karena kita telah ditolong oleh-Nya sehingga kita berpindah dari kehidupan yang penuh keberdosaan ke hidup yang penuh kebahagiaan bersama dengan Tuhan.

Soli Deo Gloria

Doa : Bapa,,,Aku bersyukur buat anugerah dan kasih karunia-Mu. Aku yang sudah terkutuk dan binasa,dari kekuasaan iblis,dari maut dan kerajaan maut, buta dan sesat serta terjual habis kepada dosa. Aku yang sudah dijatuhi hukuman kekal tidak ada pertolongan bagiku. Tetapi oleh karena kasih-Mu TUHAN yang tiada terukur dan tiada terselami, Engkau rela datang dari surga yang mulia. Dan oleh karena penderitaan dan kematian-Mu yang tidak bersalah Tuhan ,Engkau disalibkan, mati dan dibangkitkan. Dan darah-Mu tercurah melepaskanku dari cengkraman neraka, dan menarik Aku kembali kepada Allah sehingga aku berada dalam perlindungan-Mu, anugerah-Mu dan rahmat-Mu..ya..Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus aku bersyukur kepada-Mu. AMIN

(Diringkas dari kaset Khotbah Populer oleh Hans P.Tan)

Sunday, March 22, 2009

Menjadi Anak-Anak Allah


MENJADI ANAK-ANAK ALLAH


“Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia”. ( Roma 8:12-17)

Orang yang dibaptis, percaya kepada Allah dan menerima karya Kristus diatas kayu salib telah mengalami pengampunan dosa dan diberi kuasa menjadi anak-anak Allah ( Yoh 1:12). Kita menjadi anak-anak Allah berdasarkan pengangkatan dari Allah sendiri oleh karena karya Anak sulung Allah, yaitu Kristus ( Roma 8:23).

Apa yang menjadi bukti bahwa kita adalah anak-anak Allah ? Roh Kudus akan memberi kesaksian di dalam hati kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Roh Allah menolong kita untuk mampu dan berani menyapa Allah sebagai Bapa kita. Kita tidak takut lagi karena dosa-dosa kita sudah diampuni.

Sebagai anak-anak Allah, kita mengetahui bahwa kita adalah ahli waris Allah, yaitu orang-orang yang berhak menerima segala janji Allah. Janji apa sajakah itu? Yaitu satu hari kelak kita akan menikmati kemuliaan bersama dengan Kristus di surga, walaupun saaat di dunia yang fana ini kita masih mengalami berbagai penderitaan. Kita dikuatkan dan dimampukan untuk berani menghadapi kesengsaraan hidup dalam kefanaan tubuh karena keyakinan kita pada janji Allah bahwa suatu hari kelak kita akan dibebaskan dari belenggu penderitaan yang memenjara tubuh kita. Dalam situasi yang sangat sulit, Roh Kudus akan menolong kita mengungkapkan keluhan yang tak terucapkan di dalam doa.Roh Kudus akan berdoa kepada Allah atas keluhan-keluhan yang tidak terucapkan ( Bdk Roma 8:26).

Semua ini merupakan bukti bahwa Allah telah memilih dan menetapkan kita sebagai anak-anak-Nya. Tidak ada hal apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, yang luput dari kendali Allah. Justru sebenarnya lewat berbagai pengalaman yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, kita belajar mengalami dan menikmati karya Allah serta mencicipi kemuliaan-Nya. Cicipan kemuliaan itu semakin terasa saat kita bersekutu dengan sesama anak Allah. Di dalam persekutuan itu iman kita semakin diteguhkan, pengharapan kita semakin fokus ke depan, dan kasih kita makin mewujud dalam keseharian kita.


Doa : Bapa, kami bersyukur bahwa melalui kematian dan kebangkitan Kristus, kami diangkat menjadi anak-anak Allah dan kami menjadi ahli waris kerajaan sorga.Bapa kiranya Engkau menolong kami dalam mewujudkan kemuliaan Allah dalam hidup,pekerjaan dan pelayanan kami di dunia ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin

Tuesday, March 10, 2009

Mazmur Perjalanan


MAZMUR PERJALANAN

Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus. (Keluaran 15:13)

Apa yang kita baca di atas adalah bagian dari mazmur atau nyanyian doa Musa setelah umat Israel sampai ke seberang Laut Merah dengan selamat, sementara tentara Firaun yang mengejar mereka tenggelam ditelan laut itu. Mereka telah melewati satu tahap namun perjalanan masih sangat panjang menuju tanah dijanjikan Tuhan Allah. Musa dari keyakinannya yang terdalam mengajak umat itu berhenti sejenak untuk merenungkan dan memuji-muji kasih setia Tuhan yang sedang menuntun mereka ke tempat kediamanNya yang kudus.

Hidup kita juga bagaikan perjalanan umat Israel menuju Tanah yang dijanjikan. Tahap demi tahap Tuhan menunjukkan kuasaNya menolong dan melindungi kita. Kita belum sampai ke ujung perjalanan kita. Masalah, tantangan dan ancaman, juga godaan, masih sangat banyak. Namun marilah kita berhenti sejenak merenungkan berbagai perbuatan Tuhan menolong kita. Persis seperti yang dilakukan umat Israel dipimpin Musa di seberang Laut Merah.

Baiklah kita bersyukur dan memuji Tuhan atas kebaikanNya yang kita terima. Namun bukan hanya itu. Marilah kita bersyukur dan memuji Tuhan atas kasih setiaNya. Hari ini dan besok, sampai akhirnya, Dia akan menyertai perjalanan kehidupan ini dan menunjukkan kuasaNya yang penuh kasih dan rahmat itu. Dia setia bersama kita. Itulah yang membuat kita melangkah ke masa depan dengan penuh semangat dan sukacita.

Doa:
Terima kasih, ya Allah, atas penyertaanMu yang abadi dalam perjalanan hidup kami. Engkau sungguh hadir dalam suka dan duka kami. Perjalanan kami masih sangat panjang, Tuhan. Kuatkanlah kami. Ingatkanlah kami agar tidak menyimpang atau mundur. Biarlah tubuh jiwa kami selalu sehat, dan hati kami selalu gembira serta semangat. Dalam Kristus kami akan meneruskan perjalanan kami. AMIN.

Oleh : Pdt Daniel T.A. Harahap

Wednesday, March 4, 2009

Peperangan Rohani ( Spiritual Battle)


“SPIRITUAL BATTLE” (PEPERANGAN ROHANI)

“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu”. ( Efesus 6: 12-13)
       Gambar : Perlengkapan Perang serdadu ( tentara Romawi)                                                          
                                                                           

Rasul Paulus ketika berada di penjara oleh bimbingan Roh Tuhan (Roh Kudus) , ia menuliskan suratnya kepada jemaat Efesus tentang perlengkapan senjata Allah. Orang-orang Kristen yang sudah dilahir barukan oleh Roh Kudus mau tidak mau,suka atau tidak suka akan terlibat dalam peperangan rohani (spiritual battle). Dan Rasul Paulus mendapat hikmat dari Roh Kudus untuk melihat perlengkapan perang serdadu (tentara) Romawi. Mengapa mereka bisa selalu menang dalam pertempuran (dalam peperangan)? Rasul Paulus menuliskan ada 7 (tujuh) perlengkapan senjata Allah untuk mengalahkan semua kuasa kegelapan.


Salah satu kata yang paling ditakuti oleh setiap insan di bumi adalah “perang” atau “peperangan”. Sebab itu umat manusia di seluruh dunia selalu berusaha untuk menghindari akan adanya perang dengan berbagai cara. Manusia telah berupaya sekuat tenaga untuk menciptakan perdamaian di dunia. Badan internasional Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dibentuk dengan tujuan untuk mewujudkan dunia yang damai dan tenteram, meski kenyataannya sampai saat ini di beberapa belahan dunia tetap saja terjadi peperangan. Ya, manusia pada dasarnya sama sekali tidak menghendaki atau mengharapkan adanya peperangan. Akan tetapi, Alkitab justru menyatakan hal yang sebaliknya.

Hal tersebut dapat kita lihat kembali sebagai berikut : “ Maka timbullah peperangan di Surga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan, mereka tidak mendapat tempat lagi di Surga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Setan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya” (Why 12 : 7-9). Dan firman Tuhan di Alkitab berkata bahwa senjata peperangan rohani kita bukan senjata duniawi, melainkan kuasa Allah untuk merobohkan benteng-benteng (Bdk 2 Kor 10:4).

Peperangan yang sebenarnya bukanlah menyangkut kecerdasan intelek atau keunggulan teknis, melainkan menyangkut kuasa rohani. Kita tidak berperang menurut daging, melainkan menurut Roh. “ Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman Tuhan semesta alam” (Zakaria 4:6). Dalam Ulangan 6 : 7-8, Allah memperingatkan kita dengan sungguh-sungguh untuk tidak melupakan perintah-perintah-Nya, baik ketika kita duduk, berjalan, berdiri, berbaring ataupun bangun. Kita mesti menaruhnya di hadapan kita serta memegangnya dengan teguh sebagai petunjuk dan tanda yang tetap.Tentulah Allah tidak memerintahkan demikian tanpa alasan.Ia mengetahui bahaya dan kesukaran yang menghadang kita. Ia tahu akan serangan dan godaan Iblis yang datang bertubi tubi . Oleh karena itu, Ia ingin memperingatkan, mempersenjatai dan melindungi kita dari serangan-serangan itu dengan “senjata” terbaik untuk menghadapi “ anak panah berapinya” (Bdk Eff 6:11,16) dan dengan obat yang paling manjur untuk melawan penyakit menular dan pencemarannya yang beracun. Betapa gila dan bodohnya kita ini !. Cukuplah jika kita terpaksa hidup dan berdiam di antara musuh-musuh yang begitu kuat seperti Iblis. Ternyata, kita malah meremehkan senjata dan pertahanan kita. Alangkah malasnya kita memeriksa atau memperhatikannya barang sekejap.

Dua Kekuatan yang Saling Berperang

Disebutkan bahwa peperangan dahsyat yang terjadi adalah peperangan antara bala tentara Surga, di bawah pimpinan Mikhael, melawan Lucifer beserta tentara-tentaranya. Jadi, peperangan yang dimaksudkan di sini adalah peperangan antara kekuatan Allah melawan kekuatan Iblis. Peperangan ini merupakan konflik, perlawanan, pertarungan, perkelahian, pergumulan, atau pertentangan dua kekuatan tadi yang saling bergulat berusaha untuk mengalahkan dan merebut kemenangan.Allah dan setan bergulat untuk memperebutkan manusia di dunia ini. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, sesungguhnya kitapun senantiasa mengalami peperangan ini. Peperangan yang kita hadapi bukanlah secara fisik melawan musuh yang kelihatan, melainkan secara rohani. Sebagai orang Kristen, banyak kali kita harus mengalami pergumulan atau mengalami pertentangan dalam kehidupan ini.


Peperangan rohani telah pecah antara Michael malaikat pilihan Tuhan melawan Satan,naga,iblis dan malaikat-malaikatnya. Pergunakan perlengkapan senjata Allah. Iblis marah dengan geramnya yang  dahsyat karena dia tahu waktunya sudah singkat dan karena dia tidak mendapat tempat lagi di sorga dan telah di hukum oleh Tuhan Allah ( Wahyu 12:7-9,Matius 25 :41)

Pergumulan tersebut bisa terjadi dalam pikiran. Atau pada saat mengambil keputusan. Atau ketika harus menentukan jalan mana yang harus dipilih, dan lain sebagainya. Dan saya percaya bahwa setiap hari dan setiap saat orang Kristen terus menerus berada dalam situasi peperangan. Peperangan rohani yang kita alami ini seringkali terjadi di dalam hati, kehendak, dan pikiran kita. Namun ada kalanya pula kita mengalami peperangan secara fisik, dalam arti berhadapan dengan kuasa gelap yang menganggu kesehatan kita. Kuasa gelap dari Iblis itu mencoba untuk berperang melawan kesehatan yang Allah berikan secara utuh kepada kita. Kita diganggu dengan sakit penyakit atau kelemahan-kelamahan tubuh lainnya. Ini semua adalah usaha iblis untuk melawan dan mengalahkan kita secara fisik.




  • “ Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,” ( Kolose 1:21 )



  • “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” ( Filipi 4:7 )

  

Barangkali juga peperangan secara fisik dapat berupa pergumulan yang kita hadapi dalam kehidupan mata pencaharian atau ekonomi kita. Kita menghadapi suatu perlawanan dimana semestinya kita mendapatkan kehidupan mata pencaharian dan rezeki yang wajar, namun tiba-tiba saja kita harus bersaing dengan cukup keras.Hal ini kadangkala menyebabkan kebanyakan pedagang atau pengusaha kemudian berpikir begini, “ Lebih baik jadi pendeta saja, pasti tidak banyak musuhnya !” Tetapi sekali lagi harus diingat, bahwa peperangan rohani yang sebenarnya kita hadapi bukanlah melawan darah dan daging atau manusia, melainkan penguasa-penguasa kegelapan yang seringkali menunggangi dan menggunakan manusia sebagai alatnya.

 Berdasarkan ayat-ayat Firman Tuhan dalam kitab Wahyu tadi, dikatakan dengan jelas bahwa peperangan yang dialami orang percaya bukanlah hanya seperti yang telah diuraikan diatas. Peperangan rohani tersebut bisa juga terjadi dalam hal doktrin, pengajaran, atau kebenaran. Terjadi adu kuasa dan kekuatan (spiritual battle) yang saling bergulat antara dua pihak. Konflik-konflik kedua pihak ini disebut “peperangan rohani melawan si jahat” , yakni berbenturnya kerajaan Allah dengan kerajaan Iblis. yaitu Allah yang membangun kerajaan-Nya di bumi di dalam dan melalui gereja Kristen yang Kudus dan am,dan iblis yang kerajaannya dan daerah operasinya di dunia ini.(Bdk Why 12:7-9, Mat 21:43). Disatu pihak, Alkitab menawarkan dan mengajarkan kepada kita tentang prinsip-prinsip kebenaran di dalam Allah yang setiap hari kita harus jalani sebagai orang percaya. Namun di pihak lain, dunia yang jahat dan sudah dikuasai Iblis ingin mempengaruhi dan menawan kita setiap hari melalui tabiat daging kita yang berdosa dengan menawarkan kepada kita hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran Firman Allah melalui majalah, surat kabar atau media massa lainnya, yang sekarang ini cenderung semakin menonjolkan dosa secara terang-terangan.



Di jaman sekarang ini setiap orang punya sandaran rohani, jimat, pegangan, feng-shui, backing rohani, bahkan jin-jin, tuyul yang menjadi sandaran mereka (suhu,dukun,paranormal,orang sakti). Anda akan terkejut bila mengetahui berapa banyak orang-orang yang merupakan saingan bisnis, kompetitor, customer, bahkan rekan kantor yang bersandar pada sesuatu kekuatan lain. Ajak mereka bicara dan kita akan mengetahui siapa atau apa yang mereka andalkan untuk keberhasilan mereka. Dan perlu kita ketahui, siapa atau apapun yang tidak bersama Tuhan Yesus adalah lawan dari keberhasilan dan sukses yang saudara dan saya sedang usahakan (Lukas 11:23).

Kalau kita tidak menyadari hal ini dan tidak berjaga-jaga, kita akan mengalami kebingungan ketika menemui usaha kita digilas secara tiba-tiba. Karir kita dijegal. Proyek kita disabotase. Pelayanan kita dihambat. Asset kita dicuri atau dirusak oleh kejadian yang tak terduga.


                           Pedang Roh Kudus yaitu : Firman Allah adalah senjata kita dalam peperangan rohani di dunia roh (alam roh) melawan iblis dan kuasa kegelapan. Kita harus tinggal di dalam Tuhan dan Firman Tuhan tinggal di dalam kita.Firman Allah adalah Roh dan hidup yang mengandung kekuatan Ilahi.Firman yang keluar dari mulut Tuhan Allah tidak akan kembali kepada-Nya dengan sia-sia ,tetapi akan melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya ( Yer 23:29,Yes 55 : 11,Roma 4:21).Ada kuasa di dalam nama Tuhan Yesus.Ada kuasa di dalam darah Tuhan Yesus.

 Peperangan rohani seperti itulah yang banyak kali terjadi pada saat ini. Jadi, istilah “peperangan” di sini janganlah kita tafsirkan sebagai Perang Dunia ke-3 atau perang antar bangsa manapun. Juga bukan merupakan peperangan antara manusia melawan manusia lainnya. Peperangan ini adalah peperangan kita, sebagai umat Allah, melawan kuasa si jahat yang senantiasa berusaha untuk mengalahkan kita. Kita harus menyadari bahwa Allah tidak pernah mendatangkan atau menawarkan perkara-perkara yang jahat kepada umat-Nya. Tetapi kuasa si jahat itulah yang selalu berusaha untuk merenggut dan mengalahkan kehidupan umat Allah. Tadinya sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia tidak mengenal maut dan seharusnya tidak mengalaminya. Namun begitu manusia jatuh dalam dosa, maka maut pun menjadi bagian yang harus dialami manusia. Dan kejatuhan manusia dalam dosa disebabkan manusia tidak dapat bertahan terhadap serangan tipu muslihat yang dilakukan iblis. Manusia telah ditundukkan oleh tipu daya setan.

Musuh Utama Kita dengan Segala Siasatnya

Sebelum kita berperang dan dapat menang dalam peperangan itu, maka terlebih dulu kita harus mengetahui siapakah musuh kita. Kalau kita mengetahui siapa musuh kita sebenarnya, maka untuk menghadapinya akan lebih enak dan jelas sasarannya. Kita tidak akan melakukan serangan secara membabi-buta. Nah, musuh utama kita, sebagai orang percaya, tidak lain adalah Lucifer. Dulunya Lucifer adalah satu malaikat yang sangat dipercaya oleh Allah sendiri. Namun karena dia kemudian memberontak terhadap Allah, maka dia pun dicampakkan ke bumi dan menjadi penguasa alam maut.

Dalam Alkitab dinyatakan bahwa dia memiliki banyak sebutan atau nama. Dalam Wahyu 12:7 dan 9 dia disebut sebagai naga atau naga besar. Di bagian yang lain, dia tidak sendirian dalam kerajaannya. Sebagai penguasa kerajaan maut, dia berusaha menyeret sebanyak-banyaknya orang untuk dijadikan pengikutnya. Itulah sebabnya dalam Kitab Wahyu ini disebutkan pula bahwa iblis dilemparkan ke bumi bersama-sama dengan para malaikatnya. Kemudian, mengapa dalam ayat diatas iblis disebut naga? Naga adalah lambang dari kekuasaan. Jadi, yang dimaksudkan di sini yaitu bahwa iblis memiliki kekuatan yang menaklukkan manusia dalam bentuk kekuasaan.

Dia mempunyai kuasa untuk membuat manusia terpesona dan tunduk kepadanya dan kemudian menyembahnya. Bagaimanakah bentuk kekuasaannya itu? Kekuasaannya itu mewarnai banyak segi kehidupan umat manusia di dunia, dengan tujuan untuk mempengaruhi manusia agar menentang Allah. Pengaruh kekuasaannya antara lain tampak dalam bidang hukum. Dia berusaha mempengaruhi hukum yang berlaku di dunia agar manusia menuruti kehendaknya, dengan demikian manusia berada di pihak yang melawan kebenaran Firman Allah. Selain melalui hukum, naga tersebut juga menyebarkan pengaruh kekuasaannya lewat doktrin atau pengajaran.
                   Roh TUHAN Allah yaitu Roh Kudus berperang bagi kita dan memberikan kita kemenangan oleh karena kasih-Nya dan oleh karena kasih karunia-Nya bagi kita ( Zakaria 4:6). Kita harus berdiri teguh di dalam Tuhan dan di dalam kuat kuasa Tuhan dan  mempergunakan selengkap senjata Allah yaitu perlengkapan senjata Allah ( Efesus 6 : 10-20)

Orang Kristen, umat Allah harus mengetahui doktrin dan ajaran yang sehat dan benar yang alkitabiah. Sebab Iblis adalah musuh yang amat lihai (guru yg amat lihai) yang menyesatkan seluruh dunia. Iblis datang dan menyamar sebagai malaikat terang. Dia bisa saja memakai nama Yesus, mengaku hamba Tuhan, tetapi sesungguhnya dia adalah serigala berbulu domba. Kebenaran akan berbuahkan kebenaran. Terang akan berbuahkan kebenaran. Tetapi dusta akan berbuahkan kepalsuan. Orang Kristen, umat Allah harus menguji setiap roh. Sebab akan banyak nabi-nabi palsu, anti Kristus yang akan datang keseluruh dunia pada akhir jaman dan mengaku diri nabi,rasul,mesias dan menyesatkan banyak orang. Kuat kuasa Tuhan adalah perlengkapan senjata Allah yaitu senjata Roh Kudus dalam peperangan rohani yang antara lain adalah :
1. Ikat pinggang kebenaran
2. Baju Zirah keadilan
3. Kasut kerelaan untuk memberitakan Injil Damai sejahtera
4. Perisai Iman untuk memadamkan panah api dari si ‘ Jahat” yaitu IBLIS
5. Ketopong Keselamatan
6. Pedang Roh yaitu Firman Allah
7. Doa dan permohonan
 

Keterangan Dan Penjelasan Mengenai Perlengkapan Senjata Allah sebagai berikut :

1.Berikatpinggangkan Kebenaran

            Mengapa Rasul Paulus memulainya dengan ikat pinggang kebenaran ? Ikat pinggang kebenaran sangat penting, karena strategi yang paling sering dipakai musuh kita adalah mendustai dan menipu kita.Ada banyak tipu muslihat yang dipakai oleh musuh kita (Iblis) untuk menipu dan menggoda kita. Seringkali tipu muslihatnya berkaitan dengan keselamatan kita dan hubungan kita dengan Allah.Bagaimana kita dapat berikatpinggangkan kebenaran ? Jawabnya sederhana. Kita mengenakan ikat pinggang kebenaran pada waktu kita membaharui pikiran-pikiran kita dengan menolak tipu muslihat iblis dan sungguh-sungguh menghayati kebenaran Allah,yaitu kebenaran dari Firman Tuhan,sehingga kehidupan kita didasarkan atas kebenaran Allah.

2.Berbajuzirahkan Keadilan

            Tentara-tentara kerajaan Roma pada jaman kuno mengenakan bajuzirah yang sangat kuat sebelum mereka menghadapi musuh mereka,supaya bagian dalam dari tubuh mereka terlindung.Menurut Rasul Paulus kita juga harus mengenakan keadilan sebagai baju zirah, supaya kita terlindung dari serangan setan/iblis. Bagaimana kita dapat berbajuzirahkan keadilan ? Kita mengenakan baju zirah keadilan pada saat kita sungguh-sungguh menerima dan mempercayai ajaran Firman Tuhan, bahwa kita telah dibenarkan hanya karena iman sehingga kita diberi posisi yang baru sebagai anak-anak Allah. Kemudian, karena kita telah menerima dan menikmati kasih karunia Allah, kita menyerahkan kehidupan kita kepada-Nya, supaya kita hidup secara benar dan adil. Dengan kata lain supaya kita hidup dalam keadilan.

3.Kakimu Berkasutkan Kerelaan Untuk Memberitakan Injil Damai Sejahtera

            Bagian yang ke 3 dari perlengkapan senjata seorang tentara (prajurit) adalah sepatu yang kuat yang cocok untuk berperang. Sepatu yang dipakai oleh seorang tentara pada jaman kuno penting sekali. Mengapa ? Karena tanpa sepatu yang kuat, ia tidak dapat berdiri teguh dan melawan musuhnya. Tanahnya sering kali licin, khususnya pada waktu hujan, atau sesudahnya, sehingga orang mudah sekali jatuh. Jika seorang tentara jatuh, maka ia dapat terbunuh sebelum ia bisa berdiri lagi. Apakah makna gambaran ini ? Menurut Paulus yang perlu kita kenakan adalah “ kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera”. Hal ini tidak mengherankan, karena penginjilan adalah pelayanan yang menyerang kuasa si jahat (Iblis) atas manusia.
            Jadi dengan memberitakan Injil Yesus Kristus kita menyerang kerajaan musuh kita dan melepaskan orang-orang dari kuasanya.Itu sebabnya pemberitaan Injil sangat penting dalam peperangan rohani. Jadi pemberitaan Injil menghasilkan damai sejahtera karena kita menikmati posisi yang baru di dalam Kristus ( Bdk Roma 5:1 ). Karena itu, setan dapat menyerang kita, tetapi jelaslah kita tidak hidup dibawah kuasanya seperti dulu.Rasul Paulus mendorong kita supaya kaki kita berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera kepada orang lain, supaya mereka juga dapat dilepaskan dari kuasa iblis dan menikmati damai sejahtera yang Tuhan kehendaki bagi mereka.

4.Pergunakanlah Perisai Iman

            Yang keempat, jika kita ingin berdiri tegap dan melawan musuh kita dengan efektif, maka kita harus mempergunakan iman.Tentara-tentara pada jaman kuno sangat bergantung pada perisai mereka, supaya tubuh mereka terlindung dari serangan musuh mereka. Istilah yang dipakai Rasul Paulus menunjuk sebuah perisai yang besar, lebih dari satu meter panjangnya dan hampir satu meter lebarnya.
            Dengan memakai perisai macam ini, hampir seluruh tubuh seorang tentara dapat dilindungi.Perisai ini melambangkan sesuatu yang paling mendasar dalam kehidupan kita, yaitu iman, khususnya iman dalam pengajaran dan janji-janji Allah dalam Firman-Nya.Tanpa iman kita akan sering terkalahkan dalam peperangan rohani. Karena hanya dengan menggunakan perisai, yaitu iman, kita “dapat memadamkan semua panah api dari si jahat”.
            Semua “panah api dari si jahat” melambangkan segala macam serangan dari setan. Setiap kali iblis bekerja untuk menggoda kita, menanamkan pikiran-pikiran negatif, membuat kita ragu akan keselamatan kita dan panggilan kita, atau untuk membentuk suatu pola dosa dalam kehidupan kita, kita diserang dengan sebuah panah api.Syukur kita ucapkan kepada Tuhan, kita mempunyai perisai yang kuat, yaitu iman dalam kebenaran Allah, yang dapat melindungi kita. Jadi marilah kita mengambil dan mempergunakan perisai iman, supaya kita dapat berperang dengan efektif.

5.Terimalah Ketopong Keselamatan

            Yang kelima jika kita ingin berdiri teguh dan melawan musuh kita dengan efektif, maka kita harus menerima dan mengenakan ketopong keselamatan. Hampir semua orang mengerti betapa pentingnya bagian tubuh yang disebut kepala.Sebuah ketopong yang kuat penting sekali dalam peperangan zaman kuno untuk perlindungan bagian kepala. Jika seorang tentara luka pada bagian tubuhnya yang lain selain kepala, seperti misalnya tangannya, mungkin luka tersebut tidak akan terlalu parah. Tetapi jika ia terluka pada bagian kepalanya, maka luka itu dapat berakibat parah sekali sehingga mungkin mengakibatkan kematian.
            Ketopong keselamatan penting bagi kita, karena iblis menyerang kita melalui pikiran kita. Dan salah satu serangan yang sering dilakukannya dalam pikiran kita adalah berusaha untuk membuat kita ragu akan keselamatan kita. Iblis licik sekali, ia memakai strategi untuk menyerang kita.Jika kita mengenakan ketopong keselamatan, maka kita akan percaya kepada Firman Allah dan meyakini keselamatan kita, sehingga serangan iblis terhadap kita tidak efektif.

6.Terimalah Pedang Roh

            Jika kita ingin berdiri tegap dalam melawan musuh kita dengan efektif, maka kita harus menerima dan memakai pedang Roh Kudus. Pedang merupakan senjata yang sangat penting bagi seorang tentara pada jaman kuno.Senjata ini dapat dipakai untuk membela diri dari serangan musuh, tetapi juga untuk menyerang dan membunuh musuh.
            Pedang yang kita pakai yaitu Firman Allah, juga dapat dipakai untuk membela diri atau untuk menyerang kerajaan si pendusta. Kita memakai Firman Allah untuk membela diri pada saat kita menolak tipu muslihat iblis dan tetap percaya pada kebenaran Allah. Kita juga memakai pedang Roh Kudus yaitu Firman Allah untuk menyerang musuh kita waktu kita memberitakan Injil kepada orang lain dan melepaskan mereka dari pengaruh setan melalui konseling dan pelayanan pemulihan. Kita akan seringkali digoda oleh musuh kita, tetapi jika kita menerima dan memakai pedang Roh, maka kita akan berdiri teguh dan tetap berjalan dalam kemerdekaan dan kemenangan di dalam Kristus.

7.Pentingnya Doa

            Yang terakhir, jika kita ingin berdiri tegap dan melawan musuh kita dengan efektif maka kita perlu berdoa. Pada saat kita diserang oleh musuh kita, kita perlu berdoa dan minta bimbingan dari Tuhan komandan dan pahlawan perang kita, supaya kita mengetahui dengan persis apakah kita mundur,maju,waspada dan berjaga-jaga atau senjata Allah yang mana yang paling kita perlukan agar kita dapat membela diri dan menyerang iblis dengan efektif.
            Doa atau berdoa adalah merupakan salah satu bagian dari perlengkapan senjata Allah karena ada “kuasa rohani yang sangat besar dan efektif” untuk menyerang musuh kita.Ada kuasa di dalam doa orang benar yaitu kuasa Allah, kuasa Roh Kudus. Dengan berdoa itu berarti kita mempersilahkan Tuhan yang bekerja dan berperang bagi kita, melawan musuh-musuh kita sehingga mereka dapat dilepaskan dari kuasa iblis dan menikmati damai sejahtera yang Tuhan kehendaki bagi mereka ( Bdk. Yakobus 5 : 15-17, 1 Timotius 2 : 1-4 ).
            Rasul Paulus pun sangat merasakan kebutuhannya untuk didoakan oleh saudara-saudara seimannya. Mengapa ? Karena ia terlibat secara langsung dalam peperangan rohani. Setiap kali ia menginjili orang lain, ia menyerang kerajaan musuh yang kuat. Tanpa perlindungan Tuhan Allah ia tidak akan bisa bertahan. Tanpa kuasa Tuhan Allah, ia tidak akan bisa melepaskan orang lain dari kuasa gelap.
            Kita tidak akan dapat bertahan melawan musuh kita yang licik,kuat dan jahat jika kita tidak berada di dalam Tuhan dan di dalam kekuatan kuasa-Nya. Itulah sebabnya kita harus mementingkan doa dalam kehidupan kita masing-masing dan saling mendoakan supaya Tuhan melindungi dan memakai kita sebagai tentara-tentara (prajurit) yang tidak takut, tetapi tetap maju demi nama Juru Selamat kita, Yesus Kristus Tuhan.

Tuhan menghendaki agar umat-Nya mencintai Firman yang telah Dia sampaikan secara lengkap di Alkitab dan menaati semua perintah-Nya dan menuruti kebenaran-Nya. Namun iblis berusaha untuk menyebarkan doktrin atau pengajaran yang menentang Allah melalui guru-guru sesat, nabi-nabi palsu dan antikristus. Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius dalam menghadapi pengajar sesat agar waspada dan hati-hati terhadap pengajaran yang disampaikan kepada jemaat karena menyangkut akan keselamatan jiwa mereka. Di dalam artikel singkat ini ini penulis memaparkan tentang 7 pokok ajaran yang harus diketahui dan dimiliki orang Kristen sebagai perlengkapan senjata Allah dalam menghadapi iblis, sehingga membuat iblis tak berkutik dengan ajarannya, yaitu : 1. Kesepuluh Firman Allah ( Hukum Taurat Allah ) 2. Pengakuan Iman Rasuli 3. Doa Bapa Kami 4. Baptisan 5. Perjamuan Kudus 6. Pengakuan Dosa 7. Doa Syafaat

Di samping itu, naga ini juga menyebarkan pengaruh kekuasaanya di dunia melalui para penguasa atau pemerintah yang menentang Allah dengan berusaha untuk menutup pemberitaan Injil. Pengaruh kekuasaan naga tersebut bisa kita lihat di negara-negara komunis maupun di negara komunis yang sekarang masih bertahan. Itulah sebabnya mengapa disini Iblis atau Lucifer disebut sebagai naga. Naga itu adalah lambang dari kekuasaan yang digunakannya dengan tujuan untuk menaklukkan dan menguasai umat manusia supaya mereka tunduk menyembahnya dan tidak lagi percaya kepada Tuhan. Selanjutnya, iblis atau Lucifer ini disebut juga sebagai ular tua. Alkitab mengatakan demikian : “ Dan naga besar itu, si ular tua , yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah…..” (Why 12:9).

Jadi, dalam ayat ini iblis diterangkan mempunyai dua sebutan atau gelar, yaitu naga besar dan ular tua. Sekali lagi, sebutan ini hanyalah menggambarkan sifat, karakter atau pekerjaan iblis. Kalau naga tadi melambangkan kekuasaannya, maka ular ini adalah lambang dari sifatnya yang penuh dengan kelicikan, penipuan dan kebohongan untuk menyesatkan manusia. 

Rasul Paulus mengatakan : “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita”. ( Roma 8:37)


Peperangan sedang berlangsung di sekitar kita,dan kita bukan sekedar mengamatinya.Orang-orang Kristen adalah peserta-peserta yang aktif bersama-sama dengan malaikat-malaikat terang dalam melaksanakan rencana-rencana kerajaan Allah di muka bumi.Iblis dan malaikat-malaikat kegelapannya akan melawan kita. Kadang-kadang pencobaan-pencobaan yang mengarah pada dosa.Kadang-kadang dengan penyesatan-penyesatan yang lihai.Kadang-kadang dengan kekuatan yang ganas dan kebencian. Tetapi di dalam Kristus kita lebih dari pemenang-pemenang,dan malaikat-malaikat yang kudus siap untuk melindungi kita dan berperang bersama kita.


Soli Deo Gloria



LAGU PUJIAN KIDUNG JEMAAT 339: 1-3

“MAJU LASKAR KRISTUS”


Maju laskar Kristus,lawan kuasa g’lap! Ikut salib Yesus sungguh dan tetap !
Rajamu sendiri jalan di depan,majulah iringi panji cemerlang !

            Ref : Maju,laskar Kristus,lawan kuasa g’lap !
                      Ikut salib Yesus,sungguh dan tetap !

Saat dianjungkan panji Penebus,kuasa Iblis mundur,dikalahkan t’rus.
Goncanglah neraka,kar’na mendengar.Sorak-soraimu nyaring menggegar.


Bagai laskar jaya G’reja maju trus ! Di jejak teladan saksi yang kudus.
Kita satu tubuh yang kudus dan am.Satu pengharapan,satu pun iman.

We Love Israel

We  Love Israel

Informasi Lowongan Kerja